Duka Membayangi Greysia Polii di Final Thailand Open 2021

Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menjadi juara turnamen bulutangkis Yonex Thailand Terbuka 2021. Titel juara diraih usai mengalahkan wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 21-15, 21-12 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1). Namun ternyata di balik kebahagiaan atas kemenangannya tersebut, tersimpan rasa duka yang cukup dalam, hingga menyebabkan tangis Greysia pecah di akhir pertandingan.

greysia

“Puji Tuhan dibilang lega ya lega karena sudah menyelesaikan tugas dengan baik, tetapi di waktu yang bersamaan sebenarnya mixed feeling sih, lebih kepada emosional, karena..” ucap Greysia seperti dilansir dari 99Dewa.

“Dari kemarin sih jujur ya sebenarnya tidak ngerasain apa-apa, konsentrasi juga sama pertandingannya, lebih fokus sama tujuannya di sini mau ngapain. Tapi masih ada mixed feeling yang kadang-kadang tuh bikin sedih,” lanjutnya.

Cukup sulit bagi Greysia untuk menjelaskan apa yang sedang dirasakannya. Hari demi hari baik saat latihan maupun jelang pertandingan, Greysia hanya bisa berusaha untuk bertahan agar tetap fokus sampai tujuan.

“Dari kemarin sih sebenarnya udah tidak bisa nahan, sebenarnya bukan dari kemarin, tapi setiap hari juga tidak bisa nahan. Padahal sih oke-oke aja gitu, tapi ya namanya berduka dan keluarga semua di rumah di Jakarta lagi struggle juga, kita semua lagi struggle as a family. Lagi berjuang melawan covid ini, semuanya diisolasi,” jelas Greysia.

Di satu sisi, Greysia merasa lega karena sudah bisa melaksanakan tanggung jawabnya dan mengantarkan kemenangan bagi Indonesia bersama pasangannya Apriyani. Apalagi ini merupakan gelar pertama Indonesia di sektor ganda putri, dalam kelas super 1000.

Tapi suasana hati pun tak bisa dibohongi, seluruh pikirannya pun terbagi termasuk memikirkan sang suami yang baru dinikahinya pada 23 Desember lalu, Felix Djimin. Setelah menikah, Greysia hanya mengambil waktu libur satu minggu dan kembali ke Cipayung.

“Senang bisa jadi juara di sini, tapi mixed feeling juga, karena hmm.. Iya masih harus terus berjuang dan mikirin keluarga juga di rumah gitu, mikirin suami juga kasian, abis nikah ditinggal gak boleh ketemu, ya kan,” ucap Greysia sedikit tertawa.

Bagi Greysia, kemenangan ini merupakan hadiah pernikahan dan juga sebuah motivasi untuk keluarga. Pasalnya, saat Greysia fokus berlatih di Pelatnas Cipayung dan kembali ke asrama setelah menikah, ibunda Greysia sempat terpapar Covid-19. Ditambah atlet kelahiran 11 Agustus 1987 ini harus kehilangan salah satu kakak kandungnya, Rickettsia Polii. Kedua alasan inilah penyebab tangis Greysia pecah usai memenangkan pertandingan sore tadi.

“Aku dedikasi gelar juara ini buat keluarga aku yang sedang berjuang (melawan Covid-19), terus mereka sedang kehilangan kan. Jadi ya pikiranku kemana-mana, mixed feeling, abis kakak meninggal dan mamah covid,” kata Greysia dengan tegar.

Di kondisinya yang seperti ini, dukungan yang didapat dari suami pun menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkannya.

James Harden Ukir Sejarah dalam Debut Manis Bersama Nets

James Harden menorehkan debut manis bersama Brooklyn Nets. Ia menjadi salah satu pemain kunci saat timnya mengalahkan Orlando Magic. Kemenangan 122-115 itu juga diwarnai dengan rekor yang diciptakan Harden.

Harden baru saja membuat sejarah. Ia menjadi pemain pertama yang membukukan triple-double 30 poin dalam debut tim.

Harden menyelesaikan dengan 32 poin, 14 assist dan 11 rebound. Torehan 14 assist untuk seorang pemain debutan adalah pencapaian fantastis dalam lembaran sejarah Nets.

Harden adalah pemain ketujuh dalam sejarah NBA yang mencatatkan triple-double dalam pertandingan pertamanya bersama sebuah tim.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Harden justru tidak memandang penting debutnya yang mempesona di Brooklyn itu. Ia berdalih statistik tersebut tidak berarti apa-apa. Yang terpenting baginya adalah bisa membantu tim meraih kemenangan.

“Statistik itu tidak berarti apa-apa. Saya hanya senang kami menang dengan kemenangan,” tandas Harden seperti dilansir dari QQSlot777.

Penampilan Harden di laga ini cukup mengejutkan. Ia belum lama berpindah klub. Tidak hanya itu pertandingan itu digelar tak lama setelah para pemain menyelesaikan uji fisik. Tidak terkecuali Harden. Situasi ini membuat Harden sama sekali tidak memiliki waktu latihan bersama tim.

Mampu bermain baik dalam waktu singkat setelah berpindah dari Houston Rockets jelas sebuah pencapaian tersendiri. Apalagi ia juga masih belum benar-benar “move on” dari klub tersebut. Belum lama juga Harden buka suara baik kepada media maupaun secara pribadi di jejaring sosial terkait berbagai hal menyangkut mantan klub tersebut.

Salah satunya ia menulis pesan menyentuh kepada para penggemar Houston yang selam ini mendukungnya.

“Apa yang bisa saya tulis? Kata-kata apa yang bisa menyampaikan semua perasaan saya. Houston, Anda menyambut saya tanpa jaminan. Mengambil lompatan keyakinan dan itu mengubah hidup saya dan keluarga saya selamanya. Organisasi ini, kota ini telah memberi saya semua yang saya bisa minta dan banyak lagi,” tulis harden di akun instagramnya.

Berikut deretan pemain yang mampu mengukir triple-double dalam debut tim:

19 Oktober 1960 – Oscar Robertson, Cincinnati Royals

21 poin, 12 rebound, 10 assist (debut NBA)

18 Oktober 1974 – Nate Thurmond, Chicago Bulls

22 poin, 14 rebound, 13 assist, 12 blok (quadruple-double)

6 Februari 1976 – John Shumate, Buffalo Braves

16 poin, 10 rebound, 10 assist

29 Oktober 1983 – Lewis Lloyd, Houston Rockets

28 poin, 11 rebound, 10 assist

17 Oktober 2018 – Elfrid Payton, Pelikan New Orleans

10 poin, 10 rebound, 10 assist

23 Desember 2020 – Russell Westbrook, Washington Wizards

21 poin, 11 rebound, 15 assist

16 Januari 2021 – 2021 – James Harden, Brooklyn Nets

32 poin, 14 assist, 12 rebound

Harden Datang, Nets Punya Trio Hebat

James Harden yang baru saja bergabung dengan Brooklyn Nets membuat tim tersebut semakin kuat. Nets kini memiliki trio hebat sekaligus rekan setim lamanya, Kevin Durant dan Kyrie Irving.

james harden

Pemilik tim Houston, Tillman Fertitta pun angkat bicara. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemain tersebut atas dedikasinya selama delapan musim di Houston.

“Atas nama seluruh organisasi Rockets dan Kota Houston, saya ingin berterima kasih kepada James Harden atas delapan musim yang luar biasa lebih dengan seragam Rockets. James telah memberi kami begitu banyak kenangan indah saat kami melihatnya tumbuh dari Sixth Man of the Year menjadi All-Star dan MVP abadi.”

“Saya dan keluarga saya juga ingin berterima kasih kepada James atas banyak kontribusinya di luar lapangan, termasuk sumbangan amal yang murah hati dan beberapa acara komunitas tahunan. Kami mendoakan yang terbaik untuk James dan akan selalu berterima kasih atas kenangan itu. “

Kehadiran Harden pun membuat Nets kian kuat. Hal ini diakui oleh Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee. “Ini langkah yang luar biasa untuk Brooklyn. Jelas, mereka menjadi lebih baik – jauh lebih baik.”

Nets sedang bersiap untuk merebut gelar dengan tiga pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi NBA. Semuanya terikat kontrak hingga musim 2022-2023.

Harden pun angkat bicara terkait ekspektasi tinggi yang kini diberikan kepadanya. Ia menyebut kehadirannya tidak menggaransi gelar juara.

“Ini bukan jaminan bahwa saya datang ke Brooklyn untuk menjamin sebuah gelar, tapi bagi saya, memberi diri saya kesempatan itu sangat, sangat penting,” kata Harden, seperti dilansir dari berita Bosbobet.

“[Ketika saya] lebih muda, memberi diri saya kesempatan [itu penting], tetapi ingin dibayar dan ingin menjaga keluarga saya, itu sangat, sangat penting bagi saya. Sekarang, pada tahap karier saya ini, memberi diri saya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang belum saya capai di kompetisi ini. Itu sangat penting bagi saya sekarang, dan itulah situasi yang saya hadapi. Itulah sebabnya saya ada di sini di Brooklyn. Saya senang dengan kesempatan ini. Jelas, kami tahu itu tidak mudah. Ini tidak akan mudah sama sekali. Tapi dengan daftar ini, staf pelatih dan organisasi ini, saya pikir kami memiliki peluang yang sah. ”

Brooklyn merupakan klub yang sudah diingininya sejak lama. Kepindahannya ini membuatnya bisa bereuni dengan beberapa mantan rekan setim. Ia bertemu lagi dengan mantan rekan setimnya di Oklahoma City, Durant, serta mantan pelatih Rockets Mike D’Antoni.

Harden berterima kasih kepada Houston Rockets dan pra penggemarnya. Ia menyampaikan hal itu di akun instagramnya.

Jonatan Christie Tantang Axelsen di Delapan Besar Thailand Open

Jonatan Christie mengikuti jejak Anthony Sisnisuka Ginting lolos ke perempatfinal Yonex Thailand Open 2021. Tiket tersebut didapat setelah peraih medali emas Asian Games 2018 ini hanya dalam 27 menit dengan mudah menggulingkan Jason Anthony Ho-Shue (Kanada), 21-10, 21-9.

jonathan christie

“Puji Tuhan hari ini bisa kembali menang. Ya hari ini mungkin saya menerapkan strategi yang tepat jadi membuat lawan tidak enak. Sebenarnya dia pemain bagus juga,” ujar Jojo, sapaan akrab Jonatan seperti dilansir dari Joker123 slot.

Untuk memperebutkan tiket ke semifinal, Jojo harus bertemu lawan berat asal Denmark, Viktor Axelsen yang unggulan keempat. Rekornya, dalam lima pertemuan, Jojo tiga kali kalah dan dua kali menang, termasuk terakhir unggul di Prancis Terbuka 2019.

“Untuk besok yang penting adalah kepercayaan diri di lapangannya. Secara pengalaman dan di atas kertas, Axelsen memang di atas saya. Tetapi mudah-mudahan dengan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri saya,” ujar Jojo lagi.

Kemenangan juga diukir Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan ganda campuran andalan Merah-Putih ini sukses menekuk wakil tuan rumah, Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran, 21-14, 22-20 dalam durasi 29 menit.

“Hari ini kami bermain cukup bagus, pasangan Thailand juga begitu. Mereka memang punya permainan yang solid dan fighting spirit yang kuat,” kata Praveen.

“Kami mencoba fokus pada permainan kami, komunikasi dengan Meli juga dijaga, jangan sampai lengah dan kendur,” tambahnya.

Di babak 8 Besar, Praveen/Melati yang diunggulkan di tempat kedua akan bersua Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Wakil Denmark ini sebelumnya membuat kejutan dengan menggulingkan unggulan ketujuh asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, 21-18, 21-18.

“Besok harus lebih siap lagi karena lawannya pasangan Denmark yang kualitasnya bagus. Mereka tadi mengalahkan unggulan ketujuh,” tegas Praveen.

Pada ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga melaju ke perempatfinal. Pasangan unggulan kelima menggusur Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand),  21-18, 21-13.

Sementara itu Ginting lolos ke delapan besar usai menekuk pemain muda tuan rumah, Kunlavut Vitidsarn, 21-16, 21-19. Sempat mendapat tantangan di game kedua, pemain berusia 25 tahun ini akhirnya sukses memetik kemenangan.

“Di gim pertama saya bisa mengendalikan permainan, pola yang saya mau, berhasil dimainkan. Di gim kedua Kunlavut mulai berani mengambil inisiatif permainan, saya sempat terbawa irama dia. Selain itu, saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Beruntung di akhir saya bisa lebih siap dan fokus,” beber Ginting.

Ginting akan menghadapi pemain Denmark untuk memperebutkan satu tiket ke babak semi final. Rasmus Gemke akan menguji sejauh mana kesiapan Ginting untuk berbicara banyak di turnamen ini. Rekor pertemuan adalah 1-0 untuk Gemke yang mengungguli Ginting pada turnamen All England 2020.

“Step by step saja dulu. Saya mau fokus ke strategi permainan dan recovery untuk pertandingan besok,” tukas Ginting.

Kevin Sanjaya Sembuh dari Covid-19

Kabar melegakan datang dari Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pemain ganda putra andalan Indonesia ini dinyatakan sembuh dari Covid-19 menyusul dua kali swab test PCR-nya menunjukkan hasil negatif.

Kevin Sanjaya Sembuh dari Covid-19

“Puji Tuhan saya sudah dua kali swab test dan hasilnya negatif. Terima kasih untuk semua doa dan dukungannya. Selanjutnya saya akan memulihkan kondisi dan mulai kembali berlatih dalam beberapa hari ke depan,” tutur Kevin seperti dilansir dari IDNPlay.

Hasil negatif didapatkan setelah pemain kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Agustus 1995 ini menjalani dua kali tes di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tes pertama pada Sabtu, 9 Januari hasilnya negatif.

Sesuai protokol kesehatan, untuk membuktikan dirinya sembuh, Kevin pun wajib kembali melakukan tes kedua dengan interval antara 24 jam hingga 72 jam dari tes sebelumnya. Pada tes kedua yang dilakukan pada Senin, 11 Januari di tempat yang sama, hasilnya melegakan. Hasil tes Kevin negatif dari Covid-19.

“Saya menyarankan kepada semua untuk tetap menjaga kesehatan serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” tambah Kevin.

Menurut dokter Octaviani, dokter di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, setelah dua kali terakhir hasilnya negatif, dan juga sudah lewat dari 21 hari dari pertama kali terjangkit virus pada 20 Desember, Kevin sudah bisa latihan kembali.

“Dia sudah dua kali tes dengan hasil negatif dan sudah lewat 21 hari, jadi sebenarnya Kevin sudah bisa latihan lagi,” sebut dr Octaviani.

Ditambahkan oleh kepala pelatih ganda putra Pelatnas Cipayung, Herry Iman Pierngadi, setelah sembuh, Kevin akan segera berlatih kembali. Info yang dia dapatkan dari Marcus Fernaldi Gideon, kedua anak didiknya itu akan segera berlatih kembali.

Dituturkan Kevin, awal gejala dirinya terinfeksi Covid-19 sebenarnya sudah dirasakan sekitar medio Desember tahun lalu. Saat itu, dia mulai tidak bisa mencium bau makanan. Saat makan pun terasa hambar dan sedikit flu.

Pada 20 Desember 2020, pemain berusia 25 tahun ini, melakukan swab test PCR di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, dengan hasil positif. Kevin pun kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak lagi bergabung dengan teman-teman di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Tes kedua kembali dijalani Kevin di tempat yang sama pada 28 Desember. Hasilnya tetap positif terinfeksi oleh virus SARS CoV-2 tersebut.

Ketika Kevin kembali melakukan tes usap ketiga di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tanggal 31 Desember 2020, hasilnya juga tetap positif.

Ginting dan Jonatan Christie Susah Payah Lewati Hadangan Pertama

Para pemain Indonesia sudah mengalami kipranya di turnamen Yonex Thailand Open 2021. Turnamen pembuka dalam kalender BWF di tahun ini digelar di Impact Arena, Bangkok, Selasa, 12 Januari kemarin.

Ginting dan Jonatan Christie Susah Payah Lewati Hadangan Pertama

Hasil berbeda di raih para pebulutangkis tanah air yang berjuang merebuat gelar dan hadiah.  Turnamen ini menawarkan total hadiah 1 juta dolar AS.

Pada tunggal putra, kendati harus memerah keringat dalam pertarungan tiga gim, dua andalan Merah-Putih melaju. Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Heo Kwang-hee  asal Korea Selatan, 21-15, 11-21, 21-16. Sementara Jonatan Christie menekuk wakil Singapura, Loh Kean Yew, 13-21, 21-10, 21-16.

Usai pertandingan Ginting mengatakan dirinya seharusnya bisa mengatasi perwalanan pemain Korea itu di game pertama. Namun hasil akhir berkata lain. Permainannya malah terbawa ritme lawan di game kedua dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Gim pertama sebetulnya saya bisa mengatasi dan membawa pola main ke pola permainan saya. Jadi, dia tidak nyaman dan banyak mati sendiri. Di gim kedua malah kebalikannya, saya malah terbawa pola permainan dia dan banyak mati sendiri. Di gim ketiga saya mencoba untuk mengambil inisiatif serangan dan membalikkan ke pola permainan saya,” ucap Ginting seperti dilansir dari ibet44.

Sedangkan Jonatan menyebut, feeling permainannya belum pulih seperti dulu setelah 10 bulan tidak bertanding. Selain itu, pada awal pertandingan juga ada perasaan sedikit tegang.  Selain itu masalah angina juga menjadi rintangan tersendiri.

“Tetapi itu sih balik lagi dari pikirannya. Pikiran supaya tidak terbawa suasana. Jadi berpikirnya itu jangan mau kalah. Saya pun bermain mati-matian dari gim kedua dan ketiga. Memang ada beberapa kendala, dari angin juga. Tapi secara overall sih oke,” tutur Jojo, sapaan akrab Jonatan.

Di ganda putra, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian juga harus bertarung tiga gim untuk lolos dari lubang jarum. Mereka sempat ketinggalan 18-20 di gim ketiga melawan Nipitphon Phuangphuapet/Tanupat Viriyangkura. Mereka akhirnya menang atas wakil tuan rumah dengan skor 17-21, 21-16, 22-20.

“Di gim ketiga, saat tertinggal 18-20, kami saling mengingatkan saja kalau masih bisa karena belum berakhir. Harus coba terus sampai bisa dan Alhamdulillah bisa menang,” sebut Rian.

Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando sukses memenangi perang saudara. Mereka berhasil menekuk rekan sepelatihan di Pelatnas Cipayung, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, 15-21, 29-27, 21-13. Leo mengatakan mereka berusaha untuk tampil maksimal dengan segenap kemampuan.

“Di sini kami hanya ingin bermain semaksimal mungkin, mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami punya,” sebut Leo.

City Tekuk Birmingham City di Putaran Tiga Piala FA

Manchester City berhasil memetik kemenangan penting di putaran ketiga Piala FA pada Minggu. 10 Januari 2021. Menghadapi Birmingham City, The Citizen menang tiga gol tanpa balas.

Manchester City

Tiga gol Manchester Biru disumbangkan oleh Bernardo Silva dan Phil Foden. Pemain yang disebutkan pertama mencetak brace alias dua gol, masing-masing di menit kedelapan dan 15. Sementara itu Foden mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33.

Di laga ini City begitu mendominasi pertandingan. Sejak menit awal armada Pep Guardiola terus menekan. Mereka bahkan memiliki banyak peluang. Bila tiap peluang mampu dimanfaatkan dengan baik, maka City akan meraih banyak gol. Sementara Birmingham begitu kesulitan untuk mengimbangi raksasa Liga Primer Inggris itu.

Di laga ini City tidak diperkuat Sergio Aguero. Alasannya, pemain asal Argentina itu harus menjalani isolasi dan pengobatan karena terserang virus Covid-19. Hal ini dikonfirmasi oleh Guardiola.

“Sayangnya ia sedang melakukan isolasi. Ia melakukan kontak dengan orang yang positif,” beber Guardiola.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu menyayangkan situasi tersebut. Sebelumnya ia berharap Aguero bisa tampil di laga itu untuk menambah menit bermain sekaligus menjaga kebugaran fisik.

“Ini disayangkan. Itu sebenarnya sebuah hari sempurna untuk mendapatkan menit bermain, tapi sayangnya ia harus absen selama beberapa hari,” tegasnya, seperti dilansir dari berita sbobetmobile.

Sementara itu para penggemar The Citizen akan kehilangan salah satu pemain yang sudah berseragam klub asal kota Manchester itu sejak 2013 silam. Pemain itu adalah Fernandinho. Manajemen City memilih untuk tidak memperpanjang kontrak pemain asal Brasil itu.

“Saya terkesan kepada penampilannya dan saat dirinya menjadi kapten,” ungkap Guardiola.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu mengakui peran penting pemain berkepala plontos itu bagi tim tersebut. Ia adalah sosok pemimpin bagi para pemain lain dan panutan bagi para pemain muda.

“Fernandinho memimpin tim dengan cara yang luar biasa di saat-saat baik dan terutama saat-saat buruk. Dia adalah contoh bagi pemain lain, saya senang selama dia berada di sini,” tegasnya.

Susunan pemain Manchester City versus Birmingham City:

Manchester City (4-1-4-1): Zack Steffen; Joao Cancelo, Ruben Dias, Kyle Walker, Benjamin Mendy; Rodrigo; Riyad Mahrez, Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Phil Foden; Gabriel Jesus.

Pelatih: Pep Guardiola

Birmingham City (4-2-3-1): Andres Prieto; Maxime Colin, Jake Clarke-Salter, George Friend, Mikel San Jose; Maikel Kieftenbeld, Ivan Sunjic; Jon Toral, Jonathan Leko, Ivan Sanchez; Scott Hogan.

Pelatih: Aitor Karanka

Dituduh Terlibat Pengaturan Skor, Pemain Indonesia Ajukan Banding

Tiga dari delapan pemain bulutangkis Indonesia yang terlibat dalam kasus pengaturan hasil pertandingan bertemu dengan Pengurus Pusat PBSI di Pelatnas Bulutangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, Senin, 11 Januari 2021, pagi. Mereka diterima Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Eddy Sukarno.

Tiga pemain yang datang tersebut adalah Agripinna Prima Rahmanto Putra, Mia Mawarti, dan Putri Sekartaji. Sementara lima pemain lain yang dihukum adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Afni Fadilah, dan Aditya Dwiantoro.

Dua dari tiga pemain tersebut, yaitu Agripinna dan Mia akhirnya memilih mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Mereka banding karena merasa tidak bersalah melakukan rekayasa hasil pertandingan atau berjudi. Sementara  Putri Sekartaji tidak melakukan banding dan menerima hukuman, meski duhukum 12 tahun skorsing dan denda 12.000 dolar AS.

“Karena mereka masih sebagai warga PBSI, maka ketika mereka meminta bantuan dan perlindungan, tentu kita bantu dan dampingi,” sebut Eddy seperi dilansir dari berita slots.

Memori banding tersebut, menurut Eddy, setelah ditandatangani pemain akan segera dikirim. Hal ini sebagai bentuk bahwa PBSI tidak lepas tangan terhadap warganya yang tengah terlilit kasus.

Agri yang dijatuhi vonis BWF berupa hukuman enam tahun tidak boleh berkecimpung di bulutangkis dan denda 3.000 dolar AS, mengaku hanya sabagai korban. Pasalnya, dia tidak pernah melakukan pengaturan skor saat di turnamen Vietnam Terbuka 2017 seperti yang dituduhkan.

Tuduhan bahwa dia bertaruh dengan Hendra Tandjaya pun tidak benar. Yang benar, dia hanya akan mentraktir Hendra makan di restoran cepat saji apabila Dionysius Hayom Rumbaka yang dijagokannya memenangi pertandingan melawan Hashiru Shimono asal Jepang yang saat itu tengah bertanding. Namun, pilihan Agri tersebut oleh Hendra dimasukkan ke rekening perjudian online yang dimiliki Hendra yang kemudian menjerat Agri.

“Kesalahan saya adalah karena tidak melaporkan terjadinya perjudian tersebut ke BWF. Namun sebagai pemain, saya pun tidak mengetahui kalau tidak melapor itu adalah melanggar Etik BWF. Saya pun tidak tahu harus melapor ke siapa, yang saya tahu, pelanggaran Etik BWF itu hanya soal perjudian saja,” tutur Agripinna.

Sementara untuk kasus Mia, dia dituduh karena menyetujui dan menerima uang sebesar Rp 10 juta dari hasil perjudian, tidak melaporkan terjadi perjudian kepada BWF, dan tidak hadir dalam wawancara atau undangan investigasi oleh BWF. Atas kesalahnnya itu, Mia diskorsing 10 tahun tidak boleh terlibat dalam pertandingan dan denda 10.000 dolar AS.

“Terhadap hukuman itu, saya mengajukan banding agar Pengadilan CAS membatalkan keputusan BWF,” ujar Mia yang kini membela klub Semen Baturaja, Palembang.

Real Madrid Gagal Menang di Markas Osasuna, Ini Sebabnya

Real Madrid gagal memetik kemenangan di pekan ke-18 La Liga Spanyol kala bertandang ke markas Osasuna pada Minggu, 10 Januari 2021 dini hari WIB. Laga itu berkesudahan dengan skor kacamata alias tanpa gol.

Real Madrid Gagal Menang di Markas Osasuna, Ini Sebabnya

Hasil ini membuat Madrid gagal kembali ke puncak klasemen sementara. Madrid kini mengemas total 37 poin dari 18 pertandingan, tertinggal satu angka dari Atletico Madrid di puncak klasemen. Sementara Atletico baru memainkan 15 pertandingan.

Menyusul hasil ini, muncul keluhan dari kubu Madrid terkait suasana pertandingan. Mereka mempersoalkan kebijakan operator pertandingan yang tetap memaksa berlangsungnya pertandingan meski lapangan bersalju.

“Kami menerimanya dengan buruk sekali. Kami melakukan apa yang bisa kami lakukan di lapangan. Ini bukan pertandingan sepakbola,” beber Zinedine Zidane.

Lebih lanjut pelatih El Real itu mengatakan pertandingan dalam situasi seperti itu seharusnya tidak berlangsung. Menurutnya pertandingan itu semestinya ditunda.

“Kami tidak tahu kapan kami bisa kembali… Ini jelas bukan laga sepakbola. Pertandingan tadi semestinya ditunda. Saya mengeluhkan tentang jalannya pertandingan tadi. Kondisinya buruk sekali,” tegas pelatih asal Prancis itu, seperti dilansir dari berita SBOwin.

Senada dengan Zidane, kiper Los Blancos, Thibaut Courtois mengatakan para pemain tak ubahnya patung salju yang sedang bermain sepak bola.

“Sangat disayangkan penyelenggara liga harus membuat kami tetap bertanding, tanpa mempertimbangkan situasi secara menyeluruh di Madrid jelang laga,” bebernya.

“Terlepas fakta bahwa kami masih mampu bermain, dari sudut pandang LaLiga mereka seharusnya bisa mengantisipasi keadaan dan mengutamakan keselamatan banyak orang,” sambung mantan pemain Chelsea itu.

Courtois yang juga kiper timnas Belgia mengatakan pihaknya tetap berusaha untuk menjalani pertandingan dan berjuang memetik kemenangan.

“Kami berusaha keras meraih angka penuh dalam kondisi sulit, terlebih dengan sejumlah bagian lapangan yang masih tertutup lapisan es sehingga mempengaruhi laju bola,” tegasnya.

Sementara itu di sisi lain, Courtois mengakui bahwa mereka menghadapi tantangan dari barisan pertahanan lawan. Tuan rumah bermain defensif dengan pertahanan yang rapat.

“Di sisi lain, tim lawan bertahan dengan sangat rapat dan sepanjang pertandingan kami tidak cukup tajam untuk dapat menciptakan peluang emas selama pertandingan berlangsung.”

Susunan pemain Osasuna versus Real Madrid:

Osasuna (4-4-2): Sergio Herrera; Nacho Vidal, Aridane Hernandez, David Garcia, Alvaro Juan Cruz Armada; Roberto Torres, Oier Sanjurjo (c), Jon Moncayola, Inigo Perez; Jonathan Calleri (Ante Budimir 78), Ruben Garcia (Jonu 77).

Pelatih: Jagoba Arrasate.

Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Lucas Vazquez, Sergio Ramos (c), Raphael Varane, Ferland Mendy; Toni Kroos, Casemiro, Luka Modric (Isco 75); Marco Asensio (Federico Valverde 66), Karim Benzema, Eden Hazard (Mariano 75).

Pelatih: Zinedine Zidane.

Curhat Pemain Indonesia Jalani Tes PCR di Thailand

Untuk kedua kali, pebulutangkis Indonesia yang mengikuti tiga turnamen Leg Asia di Bangkok, Thailand, kembali melakukan swab test PCR. Tes terakhir dijalani hari Kamis, 7 Januari 2021, setelah mereka berlatih pada sesi pagi.

Curhat Pemain Indonesia Jalani Tes PCR di Thailand

Hanya, menurut para pemain, tes kedua ini terasa lebih menakutkan dan menegangkan.  Saat melakukan proses tes, tenaga kesehatan setempat dinilai “kurang berperasaan” terhadap pemain.

Tes sebelumnya dilakukan saat para pemain dan tim pendukung ketika masuk Hotel Novotel Bangkok Impact, Senin, 4 Januari. Seperti pada tes pertama, hasilnya negatif.

“Menyangkut hal tes, kalau tidak ada keterangan dari panitia, itu berarti hasilnya negatif dan tidak perlu dikhawatirkan,” tutur Bambang Roedyanto, Kabid Luar Negeri PP PBSI, seperti dilansir dari pkv games.

Berdasarkan rilis panitia, paling tidak selama tinggal di “gelembung” di Bangkok, pemain, pelatih, dan tim pendukung akan menjalani delapan kali tes. Tes selanjutnya bakal dijalani pada tanggal 11 Januari. Lalu, menyusul tanggal 15, 18, 22, 26, dan 30 Januari.

“Proses tes swab kali ini, nyoloknya seperti tidak memakai perasaan,” lapor Mohammad Ahsan dari Bangkok. “Hidung saya sudah ngilu-ngilu rasanya,” tambah pemain ganda ini yang dihitung sudah 10 kali melakukan tes usap, termasuk tes usap mandiri yang dilakukannya.

Pengalaman “tersiksa” juga dialami Fajar Alfian. Menurutnya, tes usap terakhir tersebut terasa berbeda dan menakutkan.

“Memang rasanya sih sama saja karena sudah terbiasa swab. Tetapi swab yang kedua di sini dalem banget. Saya sampai pusing kepala. Beda dengan swab di Indonesia,” papar Fajar.

Sementara Hendra Setiawan menyebut, meski makin terbiasa mengikuti tes usap, dirinya tetap mengaku tegang, terutama menunggu hasilnya. Hanya, karena hal tersebut sudah merupakan regulasi yang harus dijalani, dirinya pun tidak mempersoalkan berbagai tes usap yang ada.

“Ya sekarang, harus dibawa enjoy saja sih. Itu memang sudah konsekuensi saya ikut ke sini. Jadi sudah harus siap. Dicolok hidung itu, rasanya enak, kok. Hahaha,” canda Hendra yang sudah enam kali mengikuti tes usap, termasuk di Tanah Air.

“Saya sudah terbiasa mengikuti tes usap. Cuma tes di Thailand ini berbeda. Di sini, lebih sakit rasanya,” komentar Pramudya Kusumawardana, pemain ganda putra.

“Sepertinya, orang petugas kesehatan di Bangkok tidak punya hati. Kalau nusuknya sakit sekali,” timpal Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, partner Pramudya.

Dituturkan pelatih Eng Hian, dirinya secara jujur memang kurang nyaman dengan berbagai tes usap yang harus dijalani. Tetapi memang seperti ini regulasi yang ditetapkan panitia, mau tidak mau ya harus mengikutinya.