Dua Pemain Muda Ini Curi Perhatian di Penyisihan Grup

Dua tunggal putri muda, Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi sukses mencuri perhatian. Keduanya tampil cukup baik di babak penyisihan grup Mola TV PBSI Home Tournament.

Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi

Ester yang tak diunggulkan berhasil menundukkan Asti Dwi Widyaningrum yang merupakan unggulan keenam serta Choirunnisa, unggulan keempat. Ester mengalahkan Asti dengan skor 21-10, 21-10. Di sore harinya, Ester menundukkan Choirunnisa dengan skor 21-17, 21-16. Saat ini Ester berada di puncak klasemen grup N.

Sedangkan di grup P, Komang menghentikan perlawanan Fitriani yang merupakan unggulan kedua dalam dua game langsung dengan skor 21-13, 21-19. Kegigihan dan keuletan kedua tunggal putri muda ini patut diacungi jempol. Tampil lepas tanpa beban menjadi kunci kemenangan Ester dan Komang pada hari ini.

Fitriani mengakui lawan sempat memberikan perlawanan dan tekanan kepadanya. Pertahanannya kurang rapat, begitu juga pergerakan kurang luwes, membuat lawan mampu mencuri sejumlah poin.

Ia berusaha untuk memperbaiki penampilan di game kedua. Ia mengakui baru bisa menemukan permainannya di game tersebut.

“Di pertandingan tadi pagi, lawan memang memberi tekanan. Saya sendiri merasa pergerakan saya kurang luwes, defense kurang rapat. Di game kedua saya baru menemukan permainan saya,” ujar Fitriani soal pertandingan melawan Komang seperti dilansir dari media p2play sports Indonesia.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan yang dialami pada sesi pagi. Di laga tersebut ia harus menyerah dari pemain muda.

Kekalahan Fitriani di sesi pagi atas Komang sore ini dibalas dengan kemenangan. Fitriani mengalahkan Nandini Putri Arumni dengan dua game langsung, 21-17, 21-14. Kedua pemain sempat berkejaran angka di awal game, namun Fitriani yang bermain lebih stabil, unggul jauh 19-13 di game kedua dan akhirnya memenangkan pertandingan.

Usai laga Fitriani mengatakan dirinya tak bisa tampil maksimal pada sore hari, terutama saat menyerang. Untuk itu ia menyiasati dengan beradu reli.

“Sore ini saya nggak bisa smash full, jadi sebisa mungkin harus tahan di lapangan dan adu pola reli,” jelas Fitriani.

Di babak penyisihan terakhir, Fitriani akan berhadapan dengan Aisyah Sativa Fatetani. Menghadapi Aisyah, Fitriani mengatakan akan mencoba konsisten di pola permainannya.

“Kalau lawan ada perubahan pola main, saya harus bisa cepat beradaptasi. Soal target, saya berharap bisa main maksimal dan kalau Allah mengizinkan saya berharap bisa lolos ke babak final,” ucap Fitriani.

Sementara itu di lapangan kedua, hingga saat ini masih berlangsung partai terakhir antara Aisyah Sativa Fatetani melawan Komang Ayu Cahya Dewi.

Fitriani Segel Tiket Perempat Final

Fitriani memastikan tempat di perempat final Mola TV PBSI Home Tournament dengan meraih kemenangan kedua di penyisihan grup P tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Kemenangan pertama diraih Fitriani atas Nandini Putri Arumni, dengan skor 21-17, 21-14.

fitriani pbsi

Namun poin kemenangan ini dibatalkan karena Nandini mundur akibat cedera betis kanan. Sehingga kemenangan Fitriani yang dihitung hanya laga penyisihan pagi ini atas Aisyah Sativa Fatetani dengan skor 21-17, 21-15. Sedangkan peringkat pertama di grup P diraih Komang Ayu Cahya Dewi dengan dua kemenangan.

“Saya berusaha bermain di pola saya, lawan lebih banyak variasi bola belakang dan memberi perlawanan. Pukulan-pukulan lawan nggak kelihatan, sebisa mungkin saya siap dari defense, jadi bola ke mana saja harus dikejar,” ujar Fitriani soal pertandingan melawan Aisyah seperti dilansir dari sports qq online Indonesia.

Klasemen grup dikusai oleh para pemain muda. Di grup M, Putri Kusuma Wardani menjadi yang terkuat. Sedangkan Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi menjadi juara di grup N dan P. Satu-satunya grup yang dikuasai pemain senior hanya grup O yang peringkat pertamanya ditempati oleh Ruselli Hartawan.

Fitriani mengakui ada beberapa pemain junior yang tampil bagus. Menurutnya para pemain masa depan itu mampu membuktikan kualitasnya di turnamen ini. Para pemain junior itu tidak hanya mampu mengimbangi para pemain senior, tetapi juga bisa membuat kejutan dengan memetik kemenangan.

“Memang ada beberapa pemain junior yang bagus, mereka bisa membuktikan di turnamen ini. Ada perlawanan bahkan bisa menang dari seniornya. Selamat buat pemain-pemain muda yang sudah juara di grup masing-masing,” tutur Fitriani.

Di babak perempat final, Fitriani akan berhadapan dengan Putri yang merupakan juara grup M. Fitriani menegaskan dirinya harus mempersiapkan diri dengan baik bila ingin melangkah lebih jauh di ajang ini.

“Untuk babak perempat final, saya harus persiapkan dari diri sendiri. Lebih siap di lapangan dan fokus satu demi satu poin dulu,” kata Fitriani.

Hasil penyisihan grup:

Grup M

  1. Putri Kusuma Wardani
  2. Gregoria Mariska Tunjung
  3. Bilqis Prasista
  4. Siti Sarah Azzahra

Grup N

  1. Ester Nurumi Tri Wardoyo
  2. Asti Dwi Widyaningrum
  3. Choirunnisa
  4. Yasnita Enggira Setiawan

Grup O

  1. Ruselli Hartawan
  2. Saifi Rizka Nur Hidayah
  3. Tasya Farahnailah
  4. Stephanie Widjaja

Grup P

  1. Komang Ayu Cahya Dewi
  2. Fitriani
  3. Aisyah Sativa Fatetani
  4. Nandini Putri Arumni

Sejumlah Kejutan di Penyisihan Tunggal Putri PBSI Home Tournament

Kejutan kembali terjadi di penyisihan tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Setelah Ester Nurumi Tri Wardoyo berhasil mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum, kini giliran Komang Ayu Cahya Dewi yang menundukkan unggulan kedua, Fitriani.

Ester Nurumi Tri Wardoyo

Komang menang dua game langsung dengan skor 21-13, 21-19. Fitriani sebetulnya berpeluang untuk memperpanjang permainan saat menyusul 17-18 di game kedua. Satu pengembalian Fitriani yang keluar lapangan membuat harapannya pupus dan kembali kehilangan game kedua.

Usai pertandingan Komang mengatakan dirinya tak menyangka bisa mengalahkan Fitriani. Menurutnya kunci kemenangan atas pemain senior pelatnas itu adalah semangat pantang menyerah.

“Saya nggak menyangka bisa menang karena kak Fitri jauh lebih senior dari saya. Tadi yang penting itu semangat. Di awal kak Fitri membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri, lalu di akhir dia mulai safe dan menekan saya,” beber Komang seperti dilansir dari media sports agen bola Indonesia.

Lebih lanjut atlet binaan PB Djarum tersebut mengatakan dirinya berusaha untuk menjaga fokus terutama saat game kedua.

“Waktu akhir game kedua itu saya mencoba mengembalikan fokus dan masuk ke permainan saya lagi. Soalnya kalau mengikuti permainan kak Fitri bisa berbahaya,” ujar atlet binaan PB Djarum ini.

Komang mengatakan telah mempelajari permainan Fitriani, ia bahkan sampai bertanya kepada para pemain tunggal putri tentang pola permainan Fitriani. Ia menilai performa Fitriani hari ini tidak maksimal.

“Pola main kak Fitri itu tahan-tahanan. Hari ini saya merasa kak Fitri tampil under perform dan banyak kesalahan sendiri. Tadi kalau rubber game bisa berbahaya,” ucap Komang.

Sebelumnya Ester Nurumi Tri Wardoyo membuat kejutan dengan mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung dengan skor 21-10, 21-10.

“Saya memang sengaja membuat lawan berlari-lari mengejar bola, karena saya merasa lawan hari ini tidak tampil seratus persen. Jadi saya mencoba memanfaatkan ini, awalnya nggak menyangka bisa menang straight game, kalau pun menang, saya pikir akan rubber game,” ujar Ester.

Ester merupakan pemain muda dengan tipe main menyerang. Smash keras menjadi senjata andalannya, ia juga sering mengubah pola permainan secara tiba-tiba dan menyulitkan lawan-lawannya.

“Saya berharap bisa lolos ke babak perempat final dulu, lawan saya di sini tidak mudah, banyak pemain-pemain yang lebih senior,” ujar adik dari pemain tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo ini.

Dengan hasil ini, Ester sementara ada di puncak klasemen grup N. Sementara Choirunnisa yang merupakan unggulan keempat, ada di posisi kedua dengan satu kemenangan atas Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-14, 21-17.

Choirunnisa dan Russeli Hartawan Lewati Hadangan Pertama

Choirunnisa dan Ruselli Hartawan sukses melewati hadangan pertama dengan memenangkan pertandingan pertama penyisihan grup tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Choirunnisa yang ada di grup N, mengalahkan Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-14, 21-17.

Choirunnisa dan Russeli Hartawan Lewati Hadangan Pertama

Choirunnisa yang merupakan unggulan keempat ini sempat kesulitan dengan permainan Yasnita yang cukup ulet. Saat bola sudah sulit untuk dikembalikan, ternyata Yasnita bisa mengembalikan dan ini tidak disangka-sangka oleh Choirunnisa.

“Saya kira bola sudah mati, ternyata lawan masih bisa mengembalikan, jadi tadi agak kagok. Saya masih harus meningkatkan lagi kualitas pukulan saya dan fokusnya untuk pertandingan selanjutnya,” komentar Choirunnisa usai laga seperti dilansir dari sporty ceme online.

Di laga kedua babak penyisihan grup N, Choirunnisa akan berhadapan dengan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang baru saja membuat kejutan dengan mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung, 21-10, 21-10.

“Saya akan waspadai tenaga Ester yang kuat. Kami belum pernah ketemu baik di pertandingan atau latihan. Kalaupun ketemu di latihan hanya game pendek saja,” ujar pemain yang akrab disapa Choi ini.

Sementara itu, Ruselli Hartawan mengalahkan Tasya Farahnailah dengan skor 21-10, 22-20. Pertandingan kedua pemain berlangsung seru di game kedua. Saat itu Ruselli sudah tertinggal 18-20, namun perlahan tapi pasti, Ruselli balik mengontrol permainan dan membuat Tasya di bawah tekanan.

Empat poin berturut-turut diraih Ruselli, Tasya pun gagal mencuri game kedua.

“Mungkin faktor sudah lama nggak bertanding. Di game pertama sudah enak mainnya tapi di game kedua dikendorin. Sedangkan lawan kan masih di kelas pratama, jadi rasa ingin menangnya tinggi sedangkan saya ada pressure sedikit,” ujar Ruselli.

Lebih lanjut Ruselli mengatakan saat tertinggal dirinya berusaha untuk mengembalikan kepercayaan diri. Ia berusaha untuk mengingat apa yang sudah ia latih.

“Waktu ketinggalan, saya merasa harus yakin sama diri sendiri. Saya ingat apa yang sudah dilatih di latihan, saya mengubah permainan juga saat itu,” lanjutnya.

Di partai keempat, Fitriani secara mengejutkan harus tunduk dari Komang Ayu Cahya Dewi dalam dua game langsung, 13-21, 19-21.

Sebelumnya Ester Nurumi Tri Wardoyo membuat kejutan dengan mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung dengan skor 21-10, 21-10.

Di atas kertas, Asti yang merupakan unggulan keenam, lebih dijagokan dari Ester. Secara pengalaman pun Asti lebih banyak jam terbangnya. Namun hari ini Ester bisa bermain taktis dan membuat pergerakan Asti sangat terbatas.

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Amankan Tiket Semi Final

Tiket semifinal ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament diamankan pasangan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti setelah mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi. Dalam pertandingan yang berlangsung sore ini di Pelatnas Cipayung, Ribka/Fadia menang straight game dengan skor 21-11, 21-19.

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti

Partai ini merupakan ulangan penyisihan grup I pagi tadi yang juga dimenangkan oleh Ribka/Fadia. Berbeda dengan pertandingan penyisihan, Ribka/Fadia menang mudah di game pertama, namun mendapat perlawanan sengit di game kedua.

“Kami terbawa pola main lawan di game kedua, mereka lebih yakin main bertahan di game kedua,” beber Fadia seperti dilansir dari media sports poker online Indonesia.

Lebih lanjut Fadia mengatakan mereka masih memiliki kekurangan dalam hal power. Namun kekurangan ini diantisipasi dengan saling mengisi melalui rotasi yang baik.

“Kami sadar kalau power kami masih kurang, jadi kami saling mengisi. Kadang saya di depan, Ribka di belakang, rotasinya mutar saja,” sambung Fadia.

Keduanya akan menghadapi pemenang antara Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dan Agatha Imanuela/Yulfira Barkah di babak semi final.

“Kalau melihat lawan, mereka mainnya banyak reli dan bertahan, kami harus lebih tahan menyerangnya. Harus bikin lawan nggak bisa menyerang balik,” komentar Ribka soal laga semifinal besok.

Sebelumnya Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti mampu mengatasi Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dengan skor 23-21,21-13.

Duel kedua pasangan ini berlangsung begitu ketat di game pertama. Febriana/Amallia yang sempat tertinggal, bisa membalikkan keadaan dan memimpin 19-18. Namun Ribka/Fadia tampil lebih tenang dan mengamankan poin-poin kritis. Poin kemenangan di game pertama diraih Ribka/Fadia lewat satu dropshot Ribka ke tengah lapangan yang gagal dikembalikan Febriana.

Ribka/Fadia memegang kendali permainan di game kedua, Febriana/Amallia sulit mengembangkan permainan mereka dan tertinggal jauh hingga 3-10 dan akhirnya menyerah dalam dua game.

“Di game pertama, kami masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Mereka sudah tahu permainan kami karena sama-sama latihan bareng, jadi bagaimana caranya kami kontrol lawan duluan, nggak mau keserang duluan,” beber Ribka usai laga.

Kedua pasangan berhak untuk lolos ke perempat final karena di grup I hanya ada dua wakil. Kemenangan hari ini membuat Ribka/Fadia berhak atas titel juara grup, sedangkan Febriana/Amallia sebagai runner up grup.

“Peluang tetap sama kuat karena lawannya teman sendiri. Seperti tadi tanding pertama langsung ramai. Jadi menurut saya peluangnya 50-50,” tandas Fadia.

Para Unggulan Masih Tak Terbendung

Langkah para unggulan ganda putri di Mola TV PBSI Home Tournament belum mendapatkan tantangan berarti. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah bergabung bersama para unggulan yang berhasil menjadi juara grup ganda putri. Sebelumnya Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang merupakan unggulan pertama, berhasil menjadi juara grup I.

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani yang ada di urutan ketiga daftar unggulan, telah memastikan peringkat pertama di grup J. Sedangkan juara grup K ditempati Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso yang merupakan unggulan keempat.

Pasangan unggulan kedua ini menjadi juara grup L setelah mengalahkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari dengan skor 21-19, 21-19. Sempat tertinggal di awal game pertama, Nita/Putri balik unggul dan menguasai permainan.

“Di awal game kami masih terbawa pola main mereka, di akhir kami yang bawa mereka ke pola main kami, mereka jadi sering mati dan kebingungan,” beber Nita usai laga seperti dilansir dari JOKER123 Indonesia.

Sementara itu Putri mengatakan lawan yang dihadapi bermain lebih safe, hal ini berbeda dengan keduanya yang tampil kurang nyaman di awal pertandingan.

“Mereka lebih safe, sedangkan kami di awal masih kurang in, di game kedua juga kami masih coba pukulan, tapi di akhir kami bisa memanfaatkan poin-poin kritis,” tambah Putri.

Nita mendaskan mereka harus tampil lebih meyakinkan di babak perempat final. Tidak hanya itu stamina pun harus dijaga karena laga yang akan dihadapi bakal menguras energy.

“Kami harus bisa main lebih safe di perempat final, jaga stamina dan harus lebih siap capek. Di perempat final kalau disuruh memilih maunya ketemu yang lebih senior karena kami lebih lepas dan main tanpa beban,” ujar Nita.

Berikut hasil klasemen ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament:

Grup I

  1. Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti
  2. Amallia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma

Grup J

  1. Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti
  2. Melani Mamahit/Tryola Nadia
  3. Kelly Larisa/Savira Nurul Husnia

Grup K

  1. Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso
  2. Agatha Imanuela/Yulfira Barkah
  3. Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose

Grup L

  1. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah
  2. Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari
  3. Febi Setianingrum/Nethania Irawan

Jadwal pertandingan perempat final:

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Agatha Imanuela/Yulfira Barkah

Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso vs Melani Mamahit/Tryola Nadia

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari

Hasil Undian dan Jadwal Ganda Putri di PBSI Home Tournament

Para penggemar bulu tangkis dalam negeri akan disuguhkan laga-laga menarik di sektor ganda putri di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Setelah sektor tunggal putra sejak Rabu, 15 Juli 2020 hingga Jumat, 17 Juli 2020 akan berlangsung sederet pertandingan sektor ganda putri.

Ganda Putri di PBSI Home Tournament

Selama tiga hari para pemain ganda putri akan bertarung untuk menjadi yang terbaik. Akan ada dua sesia saban hari yakni sesi pagi mulai pukul 08.30 WIB dan sesi sore yang dimulai pukul 15.00 WIB.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengatakan bahwa Mola TV PBSI Home Tournament ini menjadi ajang uji coba untuk pemain ganda putri dalam mempersiapkan diri jelang turnamen resmi. Bertanding di home tournament membuat pemain bisa merasakan atmosfer pertandingan.

“Manfaatnya tentunya bagus, sudah lebih dari empat bulan tidak bertanding. Pelatih berharap mereka bisa manfaatkan home tournament ini sebagai pengganti turnamen. Bisa dapat aura kompetisinya juga,” beber Eng seperti dilansir dari JOKER388 Sports.

Menariknya, di turnamen ini pasangan ganda putri terbaik tanah air yakni Greysia Polii dan Apriyani Rahayu akan dipisah. Greysia Polii akan berpasangan dengan Febby Valencia Dwijayanti. Sementara itu Apriyani Rahayu akan bertandem dengan Mychelle Chrystine Bandaso.

Greysia dan Febby tergabung di Grup J bersama Melani Mamahit/Tryola Nadia dan Kelly Larisa/Savira Nurul Husnia. Sementara itu Apriyani Rahayu dan Mychelle Chrystine Bandaso akan bersaing dengan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose dan Agatha Imanuela/Yulfira Barkah di grup K.

Berikut hasil undian ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament:

Grup I

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti

Amallia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma

Grup J

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti

Melani Mamahit/Tryola Nadia

Kelly Larisa/Savira Nurul Husnia

Grup K

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso

Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose

Agatha Imanuela/Yulfira Barkah

Grup L

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah

Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari

Febi Setianingrum/Nethania Irawan

Berikut jadwal pertandingan ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament:

Rabu, 15 Juli 2020

08.30 WIB

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti vs Kelly Larisa/Savira Nurul Husnia

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso vs Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Febi Setianingrum/Nethania Irawan

15.00 WIB

Melani Mamahit/Tryola Nadia vs Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia

Agatha Imanuela/Yulfira Barkah vs Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose

Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari vs Febi Setianingrum/Nethania Irawan

Kamis, 16 Juli 2020

08.30 WIB

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Amallia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti vs Melani Mamahit/Tryola Nadia

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso vs Agatha Imanuela/Yulfira Barkah

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari

15.00 WIB

Perempat Final

Jumat, 17 Juli 2020

08.30 WIB

Semifinal

15.00 WIB

Perebutan Peringkat Ketiga

Final

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Melesat ke Final

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti amankan tiket final ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament usai mengalahkan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dalam dua game langsung, 21-14, 21-18.

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Melesat ke Final

Pertahanan rapat yang dimiliki Greysia/Febby menjadi hal yang menyulitkan bagi Ribka/Fadia. Serangan demi serangan terus dihujankan Ribka/Fadia ke pertahanan Greysia/Febby. Di game kedua, Greysia/Febby sempat mendekat pada kedudukan 14-15, namun Ribka/Fadia terus menekan dan kembali unggul jauh.

Usai laga Ribka mengatakan keduanya berusaha untuk tidak terpancing dengan pola permainan lawan. Dengan mempertahankan pola permainan sendiri ternyata membuat mereka perlahan-lahan bisa mengatasi lawan.

“Dari awal kami sebisa mungkin bermain di pola kami, kami nggak mau terbawa irama permainan lawan,” kata Ribka seperti dilansir dari SBOBET sports-news.

Fadia mengakui lawan yang dihadapi memiliki pertahanan yang kuat. Selain itu lawan juga banyak bermain reli.

“Senjata utama lawan adalah mereka lebih tahan, pertahanan mereka rapat dan banyak bermain reli,” tambah Fadia.

Meskipun menang straight game, namun Ribka/Fadia berjuang keras di pertandingan ini. Mereka melewati reli-reli panjang yang melelahkan. Menjaga kondisi untuk partai final sore nanti menjadi hal utama yang harus mereka perhatikan usai bertanding.

Di babak final, Ribka/Fadia akan bertemu pemenang duel antara Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso melawan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari.

Menurut Ribka keduanya harus menjaga kondisi tubuh karena jarak ke pertandingan final tidak terlalu jauh. Penting bagi mereka untuk mengembalikan tenaga dalam rentang waktu istirahat yang singkat.

“Kami harus jaga kondisi karena jarak ke pertandingan final kan nggak jauh. Pola makan dan istirahatnya juga dijaga,” kata Ribka.

Terkait calon lawan di babak final, Fadia mengakui kedua pasangan itu sama-sama memiliki keunggulan dalam hal serangan.

“Dari dua calon lawan di final, kami harus waspadai serangan mereka yang sama-sama kencang,” tutur Fadia.

Komentar Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Usai Kalah di Partai Final

Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso tak dapat mencuri satu game pun dari Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti di babak final ganda putri PBSI Home Tournament. Meskipun demikian, Apriyani/Mychelle memberikan perlawanan sengit yang sangat menarik untuk disaksikan.

Adu serangan dan ketahanan diperlihatkan kedua pasangan ini di laga final yang sore ini berlangsung di Pelatnas Cipayung. Ribka/Fadia menang dengan skor 21-17, 25-23.

Menurut Apriyani, Ribka dan Fadia sudah sangat siap untuk menghadapi laga final. Keduanya pun tampil lebih tenang dan tidak terburu-buru. Selain itu Apriyani menilai lawannya bisa membaca pola permainan mereka dan mengantisipasinya dengan baik.

“Ribka/Fadia sudah siap banget, nggak buru-buru. Mereka sudah hafal kalau saya mengembalikan bola, Mychelle akan langsung maju, lalu mereka arahkan ke belakang. Dari sini mereka dapat bola sambungannya. Dari awal mereka seperti ini dan kami nggak siap,” tutur Apriyani usai laga seperti dilansir dari media SBOBET Indonesia.

Meski kalah di partai final dan gagal menjadi juara, demikian Mychelle, keduanya tetap bersyukur karena sudah memberikan yang terbaik. Ia mengakui pola permainan mereka sudah diketahui lawan.

“Kami tetap bersyukur bisa memberi yang terbaik. Kami kan mainnya depan-belakang, lawan sudah tahu dan banyak kasih pukulan memanjang ke belakang, kami tidak siap,” tambah Mychelle.

Apriyani yang berpasangan dengan Mychelle, memang punya tugas lebih berat untuk membimbing Mychelle yang kini fokus di nomor ganda campuran dengan Adnan Maulana. Pola permainan ganda campuran dan ganda putri yang berbeda, membuat Apriyani harus mengingatkan Mychelle untuk terus konsisten di pola ganda putri.

Meskipun tak dapat dipungkiri, Mychelle sebagai pemain ganda campuran memiliki servis tipis yang sangat sulit dikembalikan lawan. Sambarannya di depan net pun cukup berbahaya. Ini juga menjadi senjata buat Apriyani/Mychelle hingga mereka bisa melesat ke laga puncak.

Apriyani mengatakan dirinya berusaha untuk terus mengingatkan Muchelle di lapangan agar bisa tampil lebih baik, terutama agar berguna bagi permainannya sebagai pemain ganda campuran.

“Ada tanggungjawab lebih itu pasti, bukan hanya saya yang mengingatkan, Mychelle juga mengingatkan saya di lapangan. Saya ingatkan dia kan biasa main ganda campuran posisinya di depan, coba deh mundur sedikit supaya kita dapat bola sambungannya,” ujar Apriyani.

Apriyani mengatakan ia tetap bersyukur atas hasil runner up. Ia dan Mychelle yang merupakan pasangan dadakan dan beda sektor, sehingga persiapan mereka pun tidak semaksimal pasangan lain.

Pemerintah Angkat Topi pada Penyelenggaraan PBSI Home Tournament

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga angkat topi terhadap penyelenggaraan Mola TV PBSI Home Tournament. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang menyaksikan langsung partai final tunggal putra antara Anthony Sinisuka Ginting melawan Shesar Hiren Rhustavito beberapa waktu lalu.

Zainudin Amali

Menpora menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan home tournament yang dinilainya sebuah terobosan baru dari PBSI.

“Ini satu kreativitas dari PBSI, luar biasa, cabor memang harus begitu, apalagi atlet sudah terkurung tiga bulan, harus ada relaksasi perasaan yang terkurung,” beber Zainudin seperti dilansir dari NOVA88 sports-tv.

Lebih lanjut ia juga memberikan apresiasi kepada pendukung, terutama pihak Mola TV yang sudah menayangkan turnamen tersebut kepada masyarakat luas.

“Kepada para pendukung khususnya Mola TV, saya apresiasi karena tidak hanya menayangkan kegiatan yang ditonton orang banyak tapi kegiatan internal seperti ini, Mola TV juga aktif memberikan dukungan untuk perkembangan bulutangkis,” sambungnya.

Mola TV PBSI Home Tournament diharapkan bisa menjadi turnamen percontohan yang menggunakan protokol Covid-19. Menpora mengatakan bahwa langkah ini bisa ditiru oleh cabang olahraga lain.

“Cabor harus kreatif, masa bulutangkis bisa, yang lain tidak? Dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Saya akan sampaikan ke cabor lain terutama yang non-body contact, kalau body contact seperti sepakbola dan basket itu belum ya,” lanjutnya.

Dalam masa-masa pandemi Covid-19 yang tanpa turnamen ini, Menpora mengimbau para atlet untuk tetap menjaga kondisi dan stamina.

“Kepada atlet-atlet yang ada di Cipayung, sudah tanggung, kalian sudah di sini, jangan ada perasaan jenuh. Targetnya ke olimpiade, masih ada waktu, perbaiki performance. Kita belum tahu situasi ini sampai kapan, jadi jaga betul stamina dan ikuti protokol kesehatan,” ujar Zainudin.

Penyelenggaraan home tournament ini diharapkan Menpora dapat menjadi sebuah wadah bagi atlet untuk tetap menjaga performa hingga nanti peak-nya ada di Olimpiade Tokyo tahun depan. Serta sebagai ajang menguji apa yang sudah dipelajari di latihan, demikian dilansir media harian SBOBET sportsbook.

Laga final yang disaksikan Menpora itu dimenangkan Anthony dengan skor 21-19, 21-15. Tak hanya di final, Anthony tampil cukup baik di semua pertandingannya. Ia bahkan tak pernah kehilangan satu game pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

“Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya, coba menikmati permainan meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi, apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget,” ungkap Ginting usai laga.