Benarkah Berbahaya Bagi Mata, Bila Sering Main Game Smartphone?

“Jangan main game di ponsel, nanti mata bisa rusak”, ini merupakan ujaran yang biasanya disampaikan Orangtua kepada anak-anaknya yang main game online dengan menggunakan gadget smartphone.

Lalu, benar demikian atau tidak sih?

Fakta Bicara Soal Main Game Smartphone Terlalu Lama

Faktanya, bisa benar dan bisa juga tidak. Kenapa demikian? Karena menurut para ahli mata di Inggris, Moorfields Eye Hospital. Mereka sudah meneliti perilaku dari para gamer (sebutan pemain game) yang bermain online games dari ponsel. Dengan durasi bermain satu hingga lima jam nonstop.

Benarkah Berbahaya Bagi Mata, Bila Sering Main Game Smartphone?

Penelitian dilakukan dengan menggunakan ruangan sejuk dengan cahaya redup dan terang. Serta jarak pandang ke ponsel adalah 50cm dari mata. Walhasil, inilah yang mereka dapatkan dari penelitian yang dilakukan selama satu bulan penuh.

Gamer yang bermain di ruang terang, satu jam pertama setelah bermain dengan posisi duduk. Diperiksa dan hasilnya adalah pupil normal dan kelembaban (mois) dari mata normal.

Satu jam kedua, dengan posisi telungkup dan jarak pandang ke ponsel adalah 50cm. Gamer di ruang terang pupil menciut 0,03 derajat dan mois mata berkurang 2%. Sedangkan Gamer yang ada di ruang redup mengalami ciut pupil mata hingga 0.08 derajat dan mois mata berkurang hingga 18%.

Memasuki satu jam bagian ketiga, dengan posisi main game tidur dengan bersandar di bantal dan smartphone berada di atas perut. Jarak pandang tetap sama, yaitu 50cm. Hasilnya cukup mengejutkan! Karena pada posisi ini. Keduanya mengalami penyiutan pupil dan kekurangan kelembaban pada mata yang sama.

Hingga pada penelitian final persatu jam, hasil totalan dari keduanya adalah sebagai berikut:

  • Gamer pertama (ruang terang) » total penyiutan pupil 27 derajat dan mois mata berkurang hingga 34% dari kondisi normal. Mengalami iritasi mata ringan.
  • Gamer kedua (ruang redup) » total penyiutan pupil 55 derajat dan mois mata berkurang hingga 72% dari kondisi normal. Mengalami iritasi mata berat.

Hari berikutnya adalah penelitian marathon, yaitu di mana mereka akan main game online di smartphone selama nonstop 5 jam dengan berganti posisi setiap jamnya.

Hasilnya? Lebih mencengangkan. Karena justru pemain game smartphone yang berada di ruangan terang yang mengalami penyusutan fungsi mata lebih daripada pemain yang berada di ruang redup. Meskipun tidak signifikan, yaitu:

  • Gamer pertama (ruang terang) » total penyiutan pupil 66 derajat dan mois mata berkurang hingga 88% dari kondisi normal. Mengalami iritasi mata berat.
  • Gamer kedua (ruang redup) » total penyiutan pupil 63 derajat dan mois mata berkurang hingga 81% dari kondisi normal. Mengalami iritasi mata berat.

Mau tahu ada apa sebenarnya?

Tingkat Stress Otak Ikut Berperan!

Yes, ini dia jawabannya! Dengan bermain di game yang sama, yaitu permainan kartu poker online. Pada saat si pemain sedang mendapatkan kemenangan, syaraf mata ikut refresh dari ketegangan yang ada. Namun ketika pemain game sudah mulai mengalami kekalahan terus menerus. Syaraf mata semakin menegang dan membuat mata semakin bekerja keras.

Jadi, terjawab sudah mengenai persoalan benar atau tidaknya bermain game via ponsel bisa membuat kerusakan mata lebih cepat. Jangan-jangan dengan fakta demikian, main game dengan menggunakan komputer bisa lebih keras lagi daya rusaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *