Ginting dan Jonatan Christie Susah Payah Lewati Hadangan Pertama

Posted on January 13, 2021

Para pemain Indonesia sudah mengalami kipranya di turnamen Yonex Thailand Open 2021. Turnamen pembuka dalam kalender BWF di tahun ini digelar di Impact Arena, Bangkok, Selasa, 12 Januari kemarin.

Ginting dan Jonatan Christie Susah Payah Lewati Hadangan Pertama

Hasil berbeda di raih para pebulutangkis tanah air yang berjuang merebuat gelar dan hadiah.  Turnamen ini menawarkan total hadiah 1 juta dolar AS.

Pada tunggal putra, kendati harus memerah keringat dalam pertarungan tiga gim, dua andalan Merah-Putih melaju. Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Heo Kwang-hee  asal Korea Selatan, 21-15, 11-21, 21-16. Sementara Jonatan Christie menekuk wakil Singapura, Loh Kean Yew, 13-21, 21-10, 21-16.

Usai pertandingan Ginting mengatakan dirinya seharusnya bisa mengatasi perwalanan pemain Korea itu di game pertama. Namun hasil akhir berkata lain. Permainannya malah terbawa ritme lawan di game kedua dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Gim pertama sebetulnya saya bisa mengatasi dan membawa pola main ke pola permainan saya. Jadi, dia tidak nyaman dan banyak mati sendiri. Di gim kedua malah kebalikannya, saya malah terbawa pola permainan dia dan banyak mati sendiri. Di gim ketiga saya mencoba untuk mengambil inisiatif serangan dan membalikkan ke pola permainan saya,” ucap Ginting seperti dilansir dari ibet44.

Sedangkan Jonatan menyebut, feeling permainannya belum pulih seperti dulu setelah 10 bulan tidak bertanding. Selain itu, pada awal pertandingan juga ada perasaan sedikit tegang.  Selain itu masalah angina juga menjadi rintangan tersendiri.

“Tetapi itu sih balik lagi dari pikirannya. Pikiran supaya tidak terbawa suasana. Jadi berpikirnya itu jangan mau kalah. Saya pun bermain mati-matian dari gim kedua dan ketiga. Memang ada beberapa kendala, dari angin juga. Tapi secara overall sih oke,” tutur Jojo, sapaan akrab Jonatan.

Di ganda putra, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian juga harus bertarung tiga gim untuk lolos dari lubang jarum. Mereka sempat ketinggalan 18-20 di gim ketiga melawan Nipitphon Phuangphuapet/Tanupat Viriyangkura. Mereka akhirnya menang atas wakil tuan rumah dengan skor 17-21, 21-16, 22-20.

“Di gim ketiga, saat tertinggal 18-20, kami saling mengingatkan saja kalau masih bisa karena belum berakhir. Harus coba terus sampai bisa dan Alhamdulillah bisa menang,” sebut Rian.

Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando sukses memenangi perang saudara. Mereka berhasil menekuk rekan sepelatihan di Pelatnas Cipayung, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, 15-21, 29-27, 21-13. Leo mengatakan mereka berusaha untuk tampil maksimal dengan segenap kemampuan.

“Di sini kami hanya ingin bermain semaksimal mungkin, mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami punya,” sebut Leo.

INFOPRIORITAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *