Jalan Tak Mudah Ahsan/Hendra di Olimpiade Tokyo

Serupa dengan Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya, wakil Indonesia lain di ganda putra untuk Olimpiade Tokyo 2020, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga harus menemui jalan yang tidak mudah.

Ahsan/Hendra

Diunggulkan di tempat kedua, Ahsan/Hendra berada di grup D bersama andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Woi Yik, pasangan ulet Korea Selatan, Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae, dan bintang Kanada, Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

“Setelah melihat undian, saya rasa memang cukup berat ya. Tetapi masih ada kesempatan. Semua pasangan di grup ini memiliki kans yang sama untuk lolos ke babak selanjutnya, tinggal bagaimana nanti di lapangan dan kesiapannya,” ungkap Ahsan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org

The Daddies, julukan mereka, tercatat unggul rekor pertemuan 6-1 atas Chia/Soh. Tapi dengan pasangan Korea Selatan, Choi/Seo, Ahsan/Hendra tertinggal 1-3. Sementara dengan Jason/Nyl, Ahsan/Hendra belum pernah bertemu sebelumnya.

Dari statistik tersebut, Ahsan/Hendra menyebut bahwa semua lawan harus diwaspadai.

“Semua lawan harus kami waspadai karena ini Olimpiade dan semua maunya menang,” kata Ahsan.

“Ya karena ini Olimpiade, jadi semua lawan harus diwaspadai. Yang nonunggulan pun bisa mengalahkan yang unggulan. Jadi kita harus siap dari awal,” timpal Hendra.

Lebih lanjut, Ahsan/Hendra mengaku tidak memikirkan strategi khusus melawan Choi/Seo yang selalu menyulitkan. Mereka sekarang fokus pada kesiapan masing-masing.

“Secara rekor pertemuan kita memang kalah dari pasangan Korea, tapi kita tidak mau melihat ke sana. Sekarang saya rasa siapa yang siap, dia yang akan menang,” sahut Hendra.

“Setiap lawan punya pola permainan sendiri, jadi cara melawannya pun berbeda-beda. Strateginya kita diskusi dengan pelatih. Tetapi belum sampai sana, belum memikirkan lawan Korea bagaimana nanti. Kita mau fokus dulu untuk kesiapan masing-masing,” sambung Ahsan.

Berkaca dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dimana Ahsan/Hendra tidak berhasil lolos dari fase grup, di Olimpiade Tokyo 2020 ini mereka mengungkapkan faktor yang akan menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh.

“Setiap kemenangan, setiap poin akan sangat berarti. Semua lawan merata. Jadi bisa saja faktor penentunya nanti hitungan poin,” ungkap Ahsan.

“Kita mau lebih fokus, step by step, satu pertandingan ke pertandingan lain. Main lebih berani dan lebih yakin lagi,” tutur Hendra.

Ahsan/Hendra dan tim bulutangkis Indonesia yang akan turun di Olimpiade Tokyo 2020 saat ini sedang menjalani training camp di Prefektur Kumamoto. Mereka berlatih dibantu klub setempat bernama Hitachi dan Shaisunkan.

Hari ini juga dilakukan pertukaran cenderamata antara PBSI dengan Prefektur Kumamoto. Ini sebagai bagian dari kerjasama jelang Olimpiade Tokyo 2020.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Capsa Online.

Emiliano Martinez, Cadangan Abadi di Arsenal Antar Argentina Juara Copa America 2021

Argentina baru saja menjadi juara Copa America 2021. Tim Tango berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Brasil di partai final yang digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu, 11 Juli 2021 pagi WIB.

Emiliano Martinez, Cadangan Abadi di Arsenal Antar Argentina Juara Copa America 2021

Argentina menang satu gol tanpa balas melalui gol tunggal Angel Di Maria di menit ke-22. Bagi Argentina ini menjadi gelar ke-15 di Copa America. Jumlah gelar tersebut sama banyak dengan Uruguay yang selama ini menempati posisi teratas sebagai pengoleksi gelar terbanyak.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Di balik kesuksesan La Albicelester ada sosok Emiliano Martinez. Sepanjang perhelatan Copa America, Martinez yang selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Argentina sungguh menunjukkan kelasnya.

Kiper yang menjadi penghuni bangku cadangan selama berseragam Arsenal itu justru menunjukkan kecemerlangannya bersama Argentina. Selain paling sedikit kebobolan, Martinez juga mampu melakukan sejumlah penyelamatan gemilang.

Salah satu aksi heroiknya terjadi di semi final saat menyingkirkan Kolombia melalui adu tendangan penalti. Martinez menjadi pahlawan dengan menggagalkan sejumlah tendangan lawan. Begitu juga di partai final. Kiper yang kini bermain untuk Aston Villa itu berhasil menggagalkan beberapa peluang emas Brasil.

“Tidak ada kata-kata untuk menjelaskan momen ini. Ini adalah mimpi yang saya miliki. Saya pergi ke Arsenal ketika saya berusia 17 tahun untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi keluarga saya,” ungkap Emiliano mengenang perjuangan awalnya di Eropa.

Ia mengatakan dari perjuangan tak kenal Lelah ia akhirnya mampu merasakan gelar juara. “Setelah banyak usaha, ini kemenangan yang tidak terduga.”

Kiper berusia 28 tahun itu menyadari banyak pihak yang pesimis dengan kemampuannya mengawal gawang Argentina di Copa America 2021. Ini adalah Copa America pertama baginya sebagai kiper utama.

“Saya mengatakannya beberapa bulan yang lalu, kami ingin memberikan gelar kepada yang terbaik di dunia. Saya mengatakan kepada istri saya bahwa ini adalah mimpi saya dan dia melarang saya. Saya masih belum bisa bertemu putri saya.”

Setelah meraih kesuksesan ini, Emiliano mengatakan dirinya akan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia ingin merayakan kesuksesan itu bersama orang-orang terdekat yang selama ini menjadi penyemangatnya.

“Saya ingin menikmatinya bersama keluarga saya, memeluk putri saya. Saya telah melewati banyak hal seperti orang-orang yang tidak memercayai saya. Tapi, ini merupakan sejarah. Kami melakukannya. Pandemi ini membuat semua orang Argentina menderita, ini untuk mereka,” pungkasnya.

Perjuangan keras membantu Argentina menjadi juara, Emiliano juga dianugerahi penghargaan sebagai kiper terbaik.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDNPLAY Poker.

Hasil Undian Olimpiade Tokyo, Jordan/Melati Tak Mau Lengah

Undian fase grup cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 sudah rampung digelar Kamis (8/7) malam. Wakil ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menempati grup C.

Hasil Undian Olimpiade Tokyo, Jordan/Melati Tak Mau Lengah

Jordan/Melati bergabung bersama Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark), dan Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville (Australia). Dua posisi terbaik di setiap grup akan melangkah ke babak delapan besar.

clubpokeronline - situs judi online terpercayaMelihat hasil undian, Jordan/Melati mengaku tidak mau lengah.

“Melihat drawing cukup baik, head to head kita tidak kalah tapi ini Olimpiade. Jadi siapapun lawannya tidak boleh lengah,” kata Melati seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut pemain kelahiran Tangeran itu mengatakan mereka akan fokus dari pertandingan ke pertandingan. Semua lawan tetap mereka waspadai dan tidak hanya fokus pada pasangan tertentu saja.

“Satu langkah demi satu langkah saja dulu. Semua lawan harus diwaspadai, tidak boleh fokus ke salah satu,” lanjutnya.

Ujian besar di fase grup kemungkinan datang dari pasangan tuan rumah Watanabe/Higashino. Rekor pertemuan keduanya adalah 2-2 tapi dalam dua pertemuan terakhir di Fuzhou China Terbuka 2019 dan BWF World Tour Finals 2019, Jordan/Melati harus mengakui keunggulan lawannya itu.

Sementara melawan Christiansen/Boje, Jordan/Melati unggul rekor pertemuan 2-0. Pertemuan terakhir terjadi di Yonex Thailand Open 2021, Januari lalu. Kala itu Jordan/Melati menang 21-19, 22-20. Untuk pasangan Australia, Jordan/Melati tercatat belum pernah bertemu sebelumnya.

Seperti Melati, Jordan pun menegaskan hal yang sama. Mereka yakin bisa lolos dari fase grup.

“Mau lawan siapapun harus siap, fokus, dan jaga kondisi. Kita optimis bisa lolos dari grup ini,” ujar Jordan yang bersama Melati menjadi unggulan keempat di ajang ini.

Olimpiade Tokyo 2020 akan dihelat pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Cabang bulutangkis dipertandingkan di Musashino Forest Sport Plaza pada 24 Juli-2 Agustus.

Berikut pembagian grup ganda campuran bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Grup A:
Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (1/China)
Robin Tabeling/Selena Piek (Denmark)
Seo Seung Jae/Chae Yu Jung (Korea Selatan)
Adham Hatem Elgamal/Doha Hany (Mesir)

Grup B:
Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (3/Thailand)
Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis)
Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris)
Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu (Kanada)

Grup C:
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (4/Indonesia)
Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang)
Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark)
Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville (Australia)

Grup D:
Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2/China)
Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman)
Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong)
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia)

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDN Poker Online.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Belajar dari Kegagalan di Olimpiade Rio

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bersiap menghadapi Olimpiade kedua mereka tahun ini. Setelah turun di Olimpiade Rio de Janiero 2016, The Daddies akan kembali mewakili Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang sudah di depan mata.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Belajar dari Kegagalan di Olimpiade Rio

Ahsan/Hendra yang menempati unggulan kedua, bakal bahu-membahu bersama unggulan pertama, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di sektor ganda putra. Juara Dunia 2013, 2015, dan 2019 ini mengungkap persiapan mereka menjelang keberangkatan.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

“Persiapannya tinggal jaga kesehatan. Sudah banyak prosedur yang kami lewati. Kami sudah tes swab beberapa kali untuk persyaratan termasuk, syarat untuk terbang dan hasilnya negatif, yang penting sehat dulu,” ujar Ahsan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

“Untuk latihan sekarang lebih banyak ke teknik, sudah 90% teknik karena sudah mau berangkat. Latihan fisiknya sudah dikurangi,” sambung Hendra.

Pada kesempatan itu, Ahsan/Hendra juga menyampaikan perbedaan yang akan mereka jalani di Olimpiade tahun ini dibandingkan Olimpiade terdahulu.

“Olimpiade sekarang pasti berbeda dengan Rio 2016 karena kami sedang ada di situasi pandemi, jadi harus lebih hati-hati  dan harus lebih jaga juga kesehatannya. Di sana nanti musuhnya tidak cuma lawan di lapangan tapi juga virus Covid-19 ini. Banyak lah yang akan berbeda,” kata Ahsan.

“Dari segi tekanan juga berbeda. Di 2016 kami sangat diandalkan tapi hasilnya malah kurang baik. Di tahun ini kami tidak terlalu diunggulkan, jadi kami berharap bisa main lebih lepas. Tapi tekanan tetap ada, mau dianggap seperti turnamen biasa juga tidak bisa karena ini Olimpiade,” sahut Hendra.

Ahsan/Hendra memang tidak mendapat hasil baik di Olimpiade Rio 2016. Mereka gagal mendapat medali, padahal saat itu sangat diandalkan. Berkaca dari pengalaman tersebut, Ahsan/Hendra mengaku saat ini tidak mau terlalu berambisi.

“Pelajaran yang didapat dari Olimpiade 2016, untuk sekarang kami tidak mau terlalu berambisi. Jalani saja step by step. Kami hanya memikirkan bagaimana caranya kami bisa bermain dengan irama kami dan mengeluarkan kemampuan terbaiklah. Usia juga kan sudah bertambah dibanding dulu,” sebut Ahsan sambil tertawa.

“Target kami bisa meraih medali dulu, itu saja untuk sekarang. Semoga nanti di sana bisa main maksimal,” ucap Hendra.

Menurut Ahsan/Hendra dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam persiapan mereka menuju Olimpiade.

“Keluarga sangat mendukung, mereka selalu menyemangati kami setiap hari. Mereka bilang untuk main dengan seluruh kemampuan, apapun nanti hasilnya itu sudah yang terbaik,” tutur Hendra.

Selama 10 hari, tim bulutangkis Indonesia akan berlatih di Kumamoto sebagai ajang aklimatisasi dan adaptasi. Sebelum akhirnya masuk ke perkampungan atlet dan bergabung dengan kontingen lain di Tokyo pada 19 Juli 2021. Pertandingan cabang bulutangkis akan mulai dihelat di Musashino Forest Sport Plaza pada 24 Juli hingga 2 Agustus.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAgen IDN Poker.

Juara Wimbledon 2021, Djokovic Samai Rekor Rafael Nadal dan Roger Federer

Novak Djokovic keluar sebagai juara Wimbledon 2021. Petenis ranking satu dunia itu masih menjadi yang terbaik di blantika tenis putra saat ini. Di partai final turnamen bergengsi ini, Djokovic berhasil mengalahkan unggulan tujuh, Matteo Berrettini 6-7 (4-7), 6-4, 6-4, 6-3.

Djokovic

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Kemenangan di Centre Court, All England Lawn Tennis and Croquet Club, Minggu (11/7/2021) malam WIB ini melengkapi koleksi gelar Grand Slam-nya menjadi 20. Jumlah gelar tersebut sama banyak dengan Rafael Nadal dan Roger Federer.

Penampilan Djokovic sepanjang tahun ini terbilang konsisten. Ia sukses meraih tiga gelar Grand Slam putra di awal tahun ini.

“Memenangkan Wimbledon selalu menjadi impian terbesar saya ketika saya masih kecil,” ungkap Djokovic usai laga.

Petenis asal Serbia itu menegaskan ini menjadi mimpi masa kecilnya yang akhirnya menjadi kenyataan.

“Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun di Serbia membangun trofi Wimbledon dengan bahan-bahan improvisasi dan berdiri di sini dengan trofi nyata keenam adalah luar biasa. Sungguh menakjubkan.”

Terkait pencapaiannya menyamai Nadal dan Federer, Djokovic mengakui kedua sosok itu sebagai legenda. Baginya Nadal dan Federer adalah dua pemain hebat yang pernah ia hadapi.

“Saya harus memberikan penghormatan kepada Rafa dan Roger. Mereka adalah legenda olahraga kami dan dua pemain terhebat yang pernah saya hadapi.”

Ia tak segan menyebut kedua pemain itu sebagai inspirasi. Baginya Nadal dan Federer adalah alasan yang membuatnya akhirnya bisa berprestasi.

“Mereka adalah alasan mengapa saya berada di tempat saya hari ini. Mereka membuat saya menyadari apa yang harus saya lakukan untuk menjadi lebih kuat – secara mental, fisik, dan taktis.

Walau usianya tak muda lagi, Djokovic belum mengisyaratkan akan gantung raket. Ia masih memiliki harapan di turnamen-turnamen selanjutnya.

“Waktu 10 tahun terakhir telah menjadi perjalanan luar biasa dan ini tidak berhenti di sini.”

Sementara itu Berrettini sama sekali tak menyesali kegagalannya mengalahkan Djokovic. Petenis Italia itu malah senang bisa melangkah hingga ke partai final.

“Saya sangat senang dengan final ini dan mudah-mudahan ini bukan yang terakhir saya di sini atau yang terakhir di Slam.”

Petenis berusia 25 tahun itu mengaku terhormat bisa berlaga di partai final. Selanjutnya ia membidik turnamen berikutnya.

“Saya merasa terhormat berada di sini dan ini merupakan perjalanan yang sangat bagus selama dua minggu. Juga dengan (memenangkan) Queen’s, saya tidak bisa meminta lebih, mungkin, sedikit lebih.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSitus Poker Online Terpercaya.

Menang Adu Penalti Atas Inggris, Italia Juara EURO 2020

Tim nasional Italia akhirnya keluar sebagai yang terbaik di turnamen EURO 2020. Di partai final yang digelar di Stadion Wembley, London pada Senin, 12 Juli 2021 dini hari WIB, Gli Azzurri berhasil mengandaskan harapan tuan rumah Inggris.

Italia Juara EURO 2020

Italia menggondol trofi prestisius tersebut usai memenangai pertandingan melalui drama adu penalti. Kedua tim sempat bermain imbang 1-1 hingga extra time. Dalam drama adu tos-tosan Italia menang dengan skor 3-2.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Inggris sesungguhnya mampu memimpin lebih dahulu saat pertandingan baru berjalan dua menit. Berawal dari skema serangan balik, Luke Shaw berhasil meneruskan umpan crossing Kieren Trippier dari sisi kanan.

Dalam keadaan tertinggal, Italia tak patah semangat. Buktinya tim besutan Roberto Mancini itu berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-67. Kemelut di mulut gawang Jordan Pickford berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Leonardo Bonucci.

Skor imbang bertahan tidak hanya hingga waktu normal berakhir tetapi juga dua babak perpanjangan waktu. Pemenang pun ditentukan melalui adu tos-tosan. Sepakan Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal menggetarkan gawang Gianluigi Donnarumma. Hanya Harry Kane dan Harry Maguire yang mampu menjalankan tuga dengan baik.

Sementara itu di kubu Italia hanya Andrea Belotti dan Jorginho yang tak mampu menggetarkan gawang Inggris. Kemenangan Italia ditentukan oleh kesuksesan Domenico Berardi, Leonardo Bonucci, dan Federico Bernardeschi menaklukkan Pickford.

Bagi Italia kemenangan ini sekaligus mengakhiri kutukan tendangan penalti. Sementara itu Inggris gagal mengakhiri paceklik gelar sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia 1966.

“Malam ini akan sangat sulit buat kami semua tentu saja. Anda harus merasakan kekecewaan karena kesempatan untuk meraih trofi seperti ini begitu langkah dalam hidup Anda,” ungkap Gareth Southgate.

Lebih lanjut pelatih Inggris itu mengatakan para pemain seharusnya bangga dengan pencapaian ini. Ia menilai para pemain layak mendapat apresiasi meski gagal menjadi juara.

“Tapi ketika mereka merenungkan apa yang sudah mereka lakukan, mereka seharusnya bangga dengan diri sendiri. Para pemain pantas dapat pujian. Mereka sudah memberikan segalanya yang mereka bisa.”

Susunan Pemain Italia versus Inggris:

Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Emerson; Nicolo Barella, Jorginho, Marco Verratti; Federico Chiesa, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne.

Cadangan: Domenico Berardi, Federico Bernardeschi, Alessandro Bastoni, Bryan Cristante, Alessandro Florenzi, Rafael Toloi, Alex Meret, Andrea Belotti, Manuel Locatelli, Francesco Acerbi, Matteo Pessina, Salvatore Sirigu.

Pelatih: Roberto Mancini

Inggris (3-4-2-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire; Kieran Trippier, Kalvin Phillips, Declan Rice, Luke Shaw; Mason Mount, Raheem Sterling; Harry Kane.

Cadangan: Dominic Calvert-Lewin, Conor Coady, Reece James, Jack Grealish, Marcus Rashford, Sam Johnstone, Jordan Henderson, Jadon Sancho, Tyrone Mings, Aaron Ramsdale, Jude Bellingham, Bukayo Saka.

Pelatih: Gareth Southgate

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineCapsa Online.

Derita McGregor, Kalah TKO dari Poirier dan Pergelangan Kaki Patah

Pertarungan UFC 264 antara Dustin Poirier menghadapi Conor McGregor berlangsung antiklimaks. Duel yang diharapkan berlangsung dalam beberapa ronde itu ternyata berakhir lebih cepat.

Derita McGregor, Kalah TKO dari Poirier dan Pergelangan Kaki Patah

Pertarungan yang digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS pada Minggu, 11 Juli 2021 pagi WIB hanya berlangsung satu ronde. McGregor menyerah TKO setelah pergelangan kakinya patah.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

McGregor sempat memberikan ancaman kepada Poirier sejak awal ronde pertama. Kedua petarung itu sempat bergulat di octagon. Beberapa detik kemudian McGregor mampu keluar dari tekanan dan terjadilah pertarungan stand up.

Malang bagi McGregor. Tak kurang dari 30 detik berselang, McGregor melakukan kesalahan fatal. Kaki kirinya salah mendarat sehingga engkelnya pun patah.

Wasit yang memimpin pertarungan itu langsung menghentikan pertandingan. Herb Dean, sang pengadil pertandingan memberikan kemenangan TKO kepada Piorier.

Dustin Poirier tentu senang dengan kemenangan tersebut. Jalannya menjadi juara kelas ringan UFC semakin terbuka lebar. Selanjutnya ia akan menantang pemegang sabuk kelas ringan, Charles Oliveira.

“Wow, itu adalah sesuatu yang ada di balik layar,” ungkap Poirier.

“Ketika itu, dia masih melontarkan kata-kata kasar dan membentuk jarinya seperti pistol ke arah kepalanya seperti ingin membunuh saya. Saya cuma bilang ‘chill, dude’,” lanjutnya.

Walau demikian, Poirier tetap memberikan respek kepada McGregor. Ia menyebut McGregor sebagai petarung hebat.

“Dia petarung hebat. Dia punya pukulan keras, kecepatan, dan mental yang kuat,” akunya.

Namun demikian Piorier berharap McGregor bisa memperbaiki sikapnya. Poirier menganggap gestur yang ia tunjukkan kepadanya sungguh tak pantas.

“Tapi rasanya, tidak pantas dan tidak baik bagi seorang petarung untuk bilang akan membunuh dan lain sebagainya. Dia harus mengubah sikapnya itu.”

Terkait insiden yang menimpa McGregor, Poirier mengaku sudah tahu bahwa lawannya itu mengalami masalah dengan engkel kaki kiri.

“Saya sudah mengeceknya. Ketika dia melepas low kick dengan keras dan saya mampu menahannya (dengan tulang kering-red), itulah ketika engkelnya akan patah.”

“Dia malah sempat beberapa kali menendang dengan kaki kiri, tapi itu sudah tidak berdaya. Saya merasakan sesuatu kalau memang akan seperti itu (engkelnya patah-red),” lanjutnya.

Pasca-pertandingan Poirier banjir pujian. Salah satunya datang dari Khabib Nurmagomedov. Mantan juara kelas ringan UFC itu memberi selamat kepada Poirier dan berharap bisa mengenakan sabuk juara.

“Kebaikan selalu mengalahkan kejahatan. Selamat untuk Dustin Poirier, semoga kamu merebut sabuk juara di akhir tahun ini,” kicau Khabib sambil melancarkan sindiran kepada mantan seterunya itu.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineLink Poker Online.

Jelang Final EURO 2020, Eks Pelatih Chelsea Ungkap Titik Lemah Inggris

Turnamen EURO 2020 akan memainkan partai final yang mempertemukan timnas Inggris kontra timnas Italia di Stadion Wembley, London pada Senin, 12 Juni 2021 dini hari WIB.

Jelang Final EURO 2020, Eks Pelatih Chelsea Ungkap Titik Lemah Inggris

Kedua tim tentu berambisi memenangi turnamen ini. Inggris sudah menanti lebih dari setengah abad untuk menjuarai turnamen mayor. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi kesempatan emas yang tak ingin disia-siakan.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Namun demikian Inggris bukan tanpa kekurangan. Mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte membeberkan beberapa kekurangan armada The Three Lions yang bisa dimaksimalkan timnas Italia untuk memetik kemenangan.

“Tidak seperti Spanyol, yang cenderung mengopernya ke belakang, mereka selalu mencoba untuk memukul Anda dalam situasi satu lawan satu. Banyak juga yang memuji Harry Kane atas kemampuannya merebut bola dan bermain bersama tim, seperti saat menyamakan kedudukan melawan Denmark. Tentu saja, dia bagus dalam hal itu, tetapi di dalam kotak di mana dia klinis dan sebagai pelatih, saya akan selalu menahannya di sana, karena dia menghancurkan,” ungkap Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih timnas Italia itu menyoroti performa dua gelandang yang dinilai sangat mengandalkan fisik.

“Ada dua gelandang yang sangat mengandalkan fisik seperti Declan Rice dan Kalvin Phillips, yang membawa keseimbangan. Tetapi sangat sedikit operan vertikal, sering kali menggunakan opsi sederhana.”

Conte mengatakan titik lemah Inggris adalah di lini pertahanan saat tim lawan menekan. Menurutnya, dalam hal ini Inggris tidak sebaik SPanyol.

“Titik lemah bagi Inggris adalah jika pertahanan mereka ditekan saat membangun dari belakang. Mereka tidak sebaik Spanyol dalam menghindari tekanan. Namun, jika Anda tampil sangat menyerang dan mereka bisa lolos, perhatikan langkah di lini depannya. Sekali lagi, ini saatnya Italia menunjukkan pengalamannya membaca berbagai momen pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu pelatih Italia, Roberto Mancini mengatakan saat ini timnya benar-benar fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan final. Masih ada satu pertandingan terakhir yang harus mereka menangi.

“Apabila kami telah mencapai titik ini, maka kelebihannya bukan untuk saya tetapi milik orang-orang yang percaya pada semua ini. Namun ini belum berakhir, ada pekerjaan yang harus diselesaikan yakni memainkan final,” tegas Mancini.

Sementara itu pemain senior Italia, Leonadro Bonucci menegaskan perjuangan timnya semakin dekat menuju titik akhir. Mereka hanya perlu memenangi laga terakhir untuk menuntaskan perjuangan mereka di turnamen tersebut.

“Sekarang cuma tinggal satu centimeter lagi. Hanya satu centimeter… Luar biasa dengan apa yang sedang kami lakukan, kami tidak seharusnya merasa sudah kenyang.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Poker IDN.

Suns Petik Kemenangan di Gim Pertama Final NBA 2021

Phoenix Suns mengawali pertarungan di babak final NBA 2021 dengan manis. Tim yang berstatus juara Wilayah Barat itu berhasil memenangi gim pertama menghadapi pemenang Wilayah Timur, Milwaukee Bucks pada pertandingan yang digelar di Phoenix Suns Arena, Arizona, AS pada Rabu, 7 Juli 2021 pagi.

Suns Petik Kemenangan di Gim Pertama Final NBA 2021

Di pertandingan itu Suns menang dengan skor cukup mencolok, 118-105. Bintang kemenangan tuan rumah di laga itu adalah Chris Paul. Pemain kawakan itu menyumbang 32 poin dan sembilan assist.

buat iklan

Pemain lainnya yang berkontribusi besar bagi Suns adalah Devin Booker dengan 27 poin dan Deandre Ayton dengan 22 angka dan 19 rebound.

Tentu kemenangan ini menjadi modal penting bagi Suns untuk menghadapi gim selanjutnya. Suns akan menghadapi gim kedua di tempat yang sama pada Jumat, 9 Juli 2021 pagi WIB.

Sementara itu bintang Bucks, Giannis Antetokounmpo tak berhasil mengantar timnya mengatasi tekanan Suns. Sebelum pertandingan Antetokounmpo tak menyangka ia akan bermain di final bersama Bucks.

“Rasanya sungguh luar biasa. Saya mendapatkan kembali keseimbangan saya. Lutut saya stabil. Saya tidak merasakan sakit sama sekali. Luar biasa,” beber Antetokounmpo seperti dilansir dari Reuters.

Lebih lanjut pemain asal Yunani itu merasa senang karena bisa melantai lagi. Pasalnya ia sempat menepi karena cedera hiperekstensi lutut kiri yang membuatnya harus kehilangan kesempatan bermain di dua pertandingan final Wilayah Timur.

“Ketika saya mengalami cedera itu, saya pikir saya akan absen selama satu tahun. Tapi nyatanya sekarang saya bisa tampil, ini yang terpenting. Pada akhirnya, anda memang harus melihat sisi positif dari semua kejadian supaya bisa terus melangkah maju,” sambungnya.

Sementara itu rekan setim Antetokounmpo, Jrue Holiday, yakin dengan kondisi rekannya itu. Sebelumnya, ia melihat Antetokounmpo sudah mulai berlatih ringan dan berharap pemain berusia 26 tahun itu bisa memperkuat Bucks di gim pertama partai final.

“Saya pikir Giannis bermain bagus. Ketika Anda harus menepi untuk (beberapa) pertandingan, mungkin agak sulit saat kembali lagi ke lapangan dan bermain di Final,” ungkap Holiday.

Sementara itu pelatih Bucks Mike Budenholzer mengatakan salah satu andalannya itu belum bisa melakukan latihan penuh. Antetokounmpo hanya berlatih non-aerobik. Situasi ini tentu akan berpengaruh pada penampilannya di partai final.

“Dia (Antetokounmpo) mempunyai kebebasan. Kalau dia ingin bermain, semua orang mendukungnya,” beber Budenholzer.

“Saya pikir ada banyak hal baik mengingat apa yang telah dia lalui selama lima, enam, tujuh hari terakhir ini. Mungkin dia memang perlu bermain. Dia mempunyai ritmenya sendiri. Dia selalu menjadi lebih baik ketika dia bermain.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineDomino Uang Asli.

Menang Adu Penalti Atas Kolombia, Argentina Jumpa Brasil di Final Copa America 2021

Final Copa America 2021 ideal yang diimpikan para penggemar sepak bola Amerika Selatan akhirnya terwujud. Setelah kelolosan Brasil ke partai final, giliran Argentina yang meraih tiket serupa. Pertemuan kedua tim pun menjadi harapan banyak orang.

Final Copa America 2021

Argentina menyusul Brasil setelah mengalahkan Kolombia. Pertarungan yang digelar di Estadio Nacional de Brasilia pada Rabu, 7 Juli 2021 pagi WIB berlangsung hingga babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak kedua usai.

buat iklan

 

Argentina sebenarnya lebih dulu memimpin setelah umpan terukur Lionel Messi berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh Lautaro Martinez.

Sayangnya, gol di menit ketujuh itu berhasil disamakan Kolombia di babak kedua, tepatnya di menit ke-63. Aksi Luis Diaz berakhir dengan gol penyama kedudukan. Pertarungan kedua tim pun berlanjut ke adu tos-tosan setelah tak ada tambahan waktu sepanjang 90 menit pertandingan.

Dalam drama adu penalti, hanya dua eksekutor Kolombia yang mampu menjalankan tugas dengan baik yakni Juan Cuadrado dan Miguel Borja. Sementara selebihnya berhasil digagalkan kiper Argentina, Emiliano Martinez. Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Edwin Cardona, belum mampu mengoyak gawang Tim Tango.

Satu-satunya penendang Argentina yang gagal menjalankan tugas adalah Rodrigo De Paul. Lionel Messi, Leandro Paredes, dan Lautaro Martinez berhasil menggetarkan gawang David Ospina.

“Sebenarnya bahwa saya tidak punya kata-kata. Kami telah dikurung selama 40 hari, kami adalah satu-satunya tim yang tidak dapat melihat siapa pun, kami benar-benar sendirian, dengan staf pelatih, staf, petugas kebersihan, juru masak, dan pemimpin,” ungkap Emiliano Martinez, pahlawan Argentina dalam drama adu penalti berbicara usai pertandingan.

Lebih lanjut kiper Aston Villa itu mengatakan hasil tersebut merupakan buah perjuangan dan pengorbanan mereka.

“Ini adalah upaya bersama dari 70 orang yang datang untuk sebuah mimpi dan kami mengatakannya sejak hari pertama: kami ingin bermain di final. Dan apa yang lebih baik daripada bermain dengan Brasil di lapangan mereka,” tegasnya.

Performa gemilang Martinez pun mendapat sanjungan dari kapten tim, Lionel Messi.  “Kami memiliki kiper yang fenomenal. Kami semua mengenalnya dengan baik dan mempercayainya,” tegas Messi.

Susunan pemain Argentina versus Kolombia:

Argentina (4-3-3): 23-Martinez (GK); 3-Tagliafico, 19-Otamendi, 6-Pezzella, 26-Molina (4-Montiel 46′); 20-Lo Celso (5-Paredes 56′), 18-Rodriguez, 7-De Paul; 15-Gonzalez (11-Di Maria 67′), 10-Messi, 22-Lautaro.

Cadangan: 1-Armani (GK), 28-Musso (GK), 2-Quarta, 4-Montiel, 5-Paredes, 8-Acuna, 9-Aguero, 11-Di Maria, 14-Palacios, 21-Correa, 24-Gomez, 25-Lisandro.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Kolombia (4-4-2): 1-Ospina (GK); 6-Tesillo (26-Fabra 46′), 23-Sanchez, 13-Mina, 16-Munoz; 14-Diaz, 8-Cuellar (28-Chara 46′), 5-Barrios, 11-Cuadrado; 7-Zapata (19-Borja 60′), 18-Borre (10-Cardona 46′).

Cadangan: 12-Vargas (GK), 22-Quintana (GK), 2-Medina, 3-Murillo, 4-Cuesta, 26-Fabra, 21-Perez, 25-Perlaza, 10-Cardona, 9-Muriel, 19-Borja. 28-Chara.

Pelatih: Reinaldo Rueda Rivera.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineLink IDN Poker.