Hafiz Faizal dan Gloria Widjaja Kehilangan Momen Saat Hadapi Pasangan Nomor 1 Dunia

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja hampir saja meraih kemenangan atas pasangan nomor satu dunia, Zheng Siwei dan Huang Ya Qiong di laga kedua penyisihan Grup B BWF World Tour Finals 2019 yang digelar di Tianhe Gymnasium, China pada Kamis, 12 Desember 2019.

Hafiz Faizal dan Gloria Widjaja

Hampir bisa menang, Hafiz Faizal dan Gloria Widjaja justru kehilangan momen

Hafiz dan Gloria hampir saja menang bila mampu mengunci game ketiga. Keduanya kalah usai bertarung selama 61 menit dengan skor akhir 15-21, 22-20, dan 17-21.

Usai pertandingan keduanya mengakui kehilangan momentum untuk meraih kemenangan. Mereka menyayangkan awal yang kurang bagus di game penentuan. Setelah memenangi game kedua, kepercayaan diri mereka sempat naik. Sayangnya hal tersebut gagal dimanfaatkan untuk memanfaatkan kesempatan di set ketiga.

Hafiz: “Di awal game ketiga…”

“Sebetulnya momen kami itu di awal game ketiga. Kalau saja tadi awalnya bagus, kami optimistis bisa ambil kemenangan hari ini. Soalnya kepercayaan diri kami lagi naik setelah menang di game kedua. Begitu masuk di game ketiga, salahnya kami nggak bisa memaksimalkan kesempatan kondisi menang angin. Padahal kami lihat lawan juga sudah mulai nggak enak mainnya. Tapi malah jadi bumerang buat kami sendiri karena momentum kami lepas di awal game ketiga,” ungkap Hafiz Faizal seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Gloria pun mengakui hal tersebut. Ia juga menyayangkan mereka gagal mengawali game ketiga dengan baik. Bila mampu tampil konsisten terutama di game penentuan maka hasil akhir bisa saja berbeda.

Gloria: “Kami justru jadi kehilangan poin…”

“Kalau dari saya pribadi, seharusnya tadi kami bisa ambil kemenangan dengan permainan yang seperti ini. Tapi memang betul yang dibilang Hafiz, kami kehilangan poin penting di awal game ketiga. Harusnya kami bisa lebih konsisten lagi menjaga momentum,” timpal Gloria Emanuelle Widjaja.

Meski begitu Gloria mengatakan mereka sudah tampil maksimal. Baginya yang terpenting adalah penampilan maksimal terlepas dari hasil akhir.

“Di pertandingan tadi kami sudah totalitas, coba keluarkan permainan terbaik. Kami nggak terlalu memikirkan hasil, yang penting kami coba untuk maksimal terus,” sambungnya.

Keduanya masih bisa ke semi final

Hafiz dan Gloria masih berpeluang lolos ke babak semi final. Berkat kemenangan di laga pertama atas pasangan Indonesia lainnya, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti, Hafiz dan Gloria masih berpeluang lolos ke semi final bila mampu mengamankan kemenangan di pertandingan terakhir penyisihan grup.

Tentu tidak mudah bagi mereka untuk lolos ke babak semi final. Keduanya harus meladeni permainan pasangan Jepang, Yuta Watanabe dan Arisa Higashino. Kemenangan di laga terakhir ini adalah harga mati bila mereka ingin lolos ke semi final.

PBSI Umumkan Daftar Atlet Pelatnas Utama, Ada Nama Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan

Pengurus Pusat PBSI (PP PBSI) baru saja merilis daftar atlet Pelatnas utama PBSI 2020. Dari daftar nama tersebut tidak banyak perubahan. Ada beberapa pemain senior yang memilih berkarier secara profesional sehingga akhirnya mundur dari pelatnas.

daftar nama atlet pelatnas utama pbsi 2020

The Daddies masuk daftar atlet Pelatnas utama

Selain itu ada juga pemain senior yang kembali begabung dengan Pelatnas PBSI. Mereka adalah Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan. Pasangan berjuluk The Daddies ini kembali masuk pelatnas berdasarkan Surat Keputusan nomor SKEP/106/0.3/XII/2019.

Berikut daftar nama pemain Pelatnas PBSI 2020

Tunggal Putra

Utama

  1. Anthony Sinisuka Ginting (SGS PLN Bandung, Jawa Barat)
  2. Jonatan Christie (Tangkas, DKI Jakarta)
  3. Shesar Hiren Rhustavito (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  4. Chico Aura Dwi Wardoyo (Exist, DKI Jakarta)
  5. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  6. Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu (Exist, DKI Jakarta)
  7. Karono Suwarno (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  8. Firman Abdul Kholik (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  9. Vicky Angga Saputra (Tangkas, DKI Jakarta)

Tunggal Putri

Utama

  1. Gregoria Mariska Tunjung (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  2. Fitriani (Exist, DKI Jakarta)
  3. Ruselli Hartawan (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  4. Choirunnisa (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  5. Putri Kusuma Wardani (Exist, DKI Jakarta)
  6. Yasnita Enggira Setyawan (Exist, DKI Jakarta)
  7. Asty Dwi Widyaningrum (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  8. Nandini Putri Arumni (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda Putra

  1. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Marcus Fernaldi Gideon (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  3. Fajar Alfian (SGS PLN Bandung, Jawa Barat)
  4. Muhammad Rian Ardianto (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  5. Leo Rolly Carnando (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  6. Daniel Marthin (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  7. Bagas Maulana (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Muhammad Shohibul Fikri (SGS PLN Bandung, Jawa Barat)
  9. Sabar Karyaman Gutama (Exist, DKI Jakarta)
  10. Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  11. Ade Yusuf Santoso (Wima, Jawa Timur)
  12. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira (Tangkas, DKI Jakarta)
  13. Hendra Setiawan (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  14. Mohammad Ahsan (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda Putri

Utama

  1. Greysia Polii (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  2. Apriyani Rahayu (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  3. Tania Oktaviani Kusumah (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  4. Ni Ketut Mahadewi Istarani (Suryanaga, Jawa Timur)
  5. Yulfira Barkah (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  6. Agatha Imanuela (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  7. Siti Fadia Silva Ramadhanti (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Ribka Sugiarto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Febriana Dwipuji Kusuma (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  10. Amallia Cahaya Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  11. Nita Violina Marwah (Exist, DKI Jakarta)
  12. Putri Syaikah Ulima Hidayat (Exist, DKI Jakarta)

Ganda Campuran

Utama

  1. Praveen Jordan (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Melati Daeva Oktavianti (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  3. Hafiz Faizal (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  4. Gloria Emanuelle Widjaja (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  5. Rinov Rivaldy (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  6. Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  7. Marsheilla Gischa Islami (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Andika Ramadiansyah (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Winny Oktavina Kandow (Tangkas, DKI Jakarta)
  10. Akbar Bintang Cahyono (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  11. Adnan Maulana (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  12. Mychelle Crhystine Bandaso (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  13. Tontowi Ahmad (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Tersingkir dari BWF World Tour Finals 2019

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus memupuskan harapannya untuk berbicara banyak di pentas BWF World Tour Finals 2019. Greysia dan Apriyani Rahayu dipastikan tersingkir di babak penyisihan grup turnamen pamungkas di tahun 2019 itu.

Apriyani Rahayu - Greysia Polii

Penyebab Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tersingkir

Hal ini disebabkan karena Greysia dan Apriyani gagal mengamankan kemenangan di laga kedua penyisihan Grup A. setelah kalah dari Yuki Fukushima dan Sayaka Hirota, 21-19, 5-21, dan 9-21 di laga pertama, Greysia dan Apriyani kembali menelan pil pahit saat menghadpai pasangan China, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan. Bermain di Tianhe Gymnasium, Kamis, 12 Desember 2019, pasangan Indonesia itu kalah usai bertarung tiga game dengan skor akhir 21-17, 10-21, dan 16-21.

Menelan dua kekalahan membuat langkah pasangan Indonesia ke babak semi final tertutup. Pertandingan terakhir penyisihan grup tidak lebih dari laga hiburan.

Greysia:  “Kami akui belum stabil…”

Usai kekalahan ini, Greysia mengakui kegagalan tersebut. Pemain senior pelatnas PBSI itu mengakui performa mereka belum stabil. Belakangan ini penampilan mereka kurang meyakinkan di berbagai turnamen.

“Peluang kami untuk ke semifinal memang sudah tertutup, tapi kami tetap harus ambil sisi positifnya. Kami tahu penampilan kami di level atas itu masih turun naik, belum stabil. Dari beberapa turnamen sebelumnya, kami sedang berada dalam masa-masa krisis. Dan kali ini kami sudah mulai menemukan lagi momentumnya,” beber Greysia Polii seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Akui kecewa akan hasil pertandingan kali ini

Lebih lanjut Greysia mengatakan mereka tetap menimba sisi positif dari kegagalan tersebut. Malahan ia mengakui performa mereka di turnamen ini lebih baik ketimbang turnamen-turnamen sebelumnya.

“Walaupun kalah, tapi dari dua pertandingan ini, kami merasa sudah ada peningkatan yang lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Jadi ini yang lagi kami coba untuk ditingkatkan lagi. Kecewa sih pasti, tapi kita nggak terlalu masalah dengan kekalahan ini karena kita akan evaluasi terus menerus,” sambungnya.

Greysia mengakui kecewa dengan hasil tersebut. Menghadapi pasangan tuan rumah, Greysia dan Apriyani seharusnya bisa memanfaatkan momentum setelah berhasil merebut game pertama. Ia menyebut banyaknya kesalahan di game penentuan menjadi sebab kekalahan mereka.

Masih ada laga terakhir

Greysia dan Apriyani masih akan melakoni laga terakhir penyisihan grup. Mereka akan menghadapi pasangan China lainnya yakni Du Yue dan Li Yin Hui. Tidak hanya bagi Greysia dan Apriyani, laga ini pun menjadi ajang pelipur lara bagi pasangan China yang juga gagal ke babak selanjutnya.

Tiket semi final dari Grup B sudah menjadi milik Yuki Fikushima/Sayaka Hirota (Jepang) dan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok). Pertemuan antara kedua pasangan ini di laga pamungkas akan menentukan siapa yang menjadi juara grup.

Daftar Lengkap Tim yang Lolos 16 Besar Liga Champions Eropa

Babak penyisihan grup Liga Champions Eropa sudah berakhir pada Rabu, 11 Desember 2019 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Sebanyak 16 tim sudah memastikan diri lolos ke babak knockout.

16 besar liga champions eropa

Barca, Madrid dan lainnya maju 16 besar Liga Champions Eropa

Tim-tim unggulan berhasil lolos ke babak 16 besar. Beberapa di antaranya adalah Barcelona, Real Madrid, Bayern Muenchen, Juventus, Paris Saint-Germain dan juara bertahan Liverpool.

Barcelona lolos dengan status juara grup F, ditemani Borussia Dortmund. Sementara itu Real Madrid lolos dengan status runner-up Grup A, kalah bersaing dengan Paris Saint-Germain (PSG).

Juventus tampil digdaya sepanjang penyisihan Grup D. Juventus lolos ke babak berikutnya ditemani runner-up grup Atletico Madrid.

Dari Liga Primer Inggris, Manchester City, Tottenham Hotspur, Chelsea dan Liverpool menjadi perwakilan. City lolos dengan status juara Grup C. sementara itu Atalanta membuat kejutan dengan lolos ke babak selanjutnya menemani Manchester Biru.

Pep: “Kami masih kalah kelas…”

Meski lolos ke babak selanjutnya, pelatih City, Pep Guardiola mengakui timnya masih kalah kelas dari tim-tim besar lainnya. Beberapa waktu lalu, City kalah dari Manchester United dalam derby Manchester di pentas Liga Primer Inggris.

“Karena memang terkadang ini terjadi. Terkadang Anda tidak menang dan yang lainnya tampil lebih baik dan Anda kalah. Normal untuk tidak selalu menang, terkadang Anda kalah,” tandas Guardiola.

Lebih lanjut mantan pelatih Barcelona itu mengatakan yang terpenting bagi mereka adalah tampil maksimal dan tidak menyerah.

“Yang penting adalah tidak menyerah dan mencoba melakukan apa yang kami lakukan sebagai sebuah tim. Semua pertandingan yang kami mainkan dalam semusim, kami mainkan sesuai keinginan kami,” sambungnya.

Masih banyak pekerjaan rumah bagi City

Saat ini City tertinggal jauh dari Liverpool di puncak klasemen Liga Primer Inggris. Guardiola mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus mereka perbaiki.

“Setelah itu, soal serangan balik, sepertiga akhir, atau ketika kami kesulitan di sejumlah departemen, ya oke, itu bagian dari proses. Mungkin musim depan kami akan lebih baik,” ungkap pelatih asal Spanyol yang pernah menangani Bayern Muenchen itu.

Berikut daftar tim yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2019-2020

  1. Paris Saint-Germain (juara Grup A)
    2. Real Madrid (runner-up Grup A)
    3. Bayern Muenchen (juara Grup B)
    4. Tottenham Hotspur (runner-up Grup B)
    5. Manchester City (juara Grup C)
    6. Atalanta (runner-up Grup C)
    7. Juventus (juara Grup D)
    8. Atletico Madrid (runner-up Grup D)
    9. Liverpool (juara Grup E)
    10. Napoli (runner-up Grup E)
    11. Barcelona (juara Grup F)
    12. Borussia Dortmund (runner-up Grup F)
    13. RB Leipzig (juara Grup G)
    14. Lyon (runner-up Grup G)
    15. Valencia (juara Grup H)
    16. Chelsea (runner-up Grup H)

Hadapi Andalan China, Minions: Terlihat Sangat Emosional Sekali

Ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengawali kiprahnya di pentas BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China dengan kemenangan. Pasangan nomor satu dunia ini berhasil menjinakkan andalan tuan rumah Li Junhui dan Liu Yu Chen. Namun demikian pasangan berjuluk The Minions itu harus berjuang tiga game sebelum memastikan kemenangan dengan skor akhir 21-18, 14-21, dan 21-18.

The Minions siap hadapi jepang

Terlihat emosional, The Minions raih poin demi poin

Usai pertandingan keduanya mengakui laga tersebut sangat emosional. Selain demi mengamankan peluang ke babak selanjutnya, pertemuan kedua pasangan tak ubahnya pertandingan klasik. Pertemuan antara kedua pasangan ini selalu berjalan sengit.

“Inikan sistim round-robin mainnya, jadi poin demi poinnya dan kemenangan pertama hari ini sangat berharga banget buat kami, makanya terlihatnya sangat emosional sekali. Dan kami memang mau menang. Jadi sebisa mungkin kami harus menjaga momentum ini untuk terus menang,” beber Kevin Sanjaya.

Minions: “Ini bukan laga yang mudah…”

Bagi Minions laga ini tak berjalan mudah. Mereka sempat memenangi game pertama namun pasangan tuan rumah sukses menyamakan kedudukan. Menurut Kevin, lawan bermain sangat baik sehingga membuat mereka harus berjuang keras.

Usai kehilangan game kedua, Minions berusaha tampil lebih tenang dan taksis di game penentuan. Alhasil mereka mampu menutup pertandingan selama 49 menit itu dengan skor  21-18 di game ketiga.

“Waktu berpindah sisi lapangan di game kedua itu kondisi anginnya berbeda. Jadi tekanannya terasa lebih kencang kalau dibandingkan dengan game pertama,” timpal Marcus Gideon.

Kontra pasangan Jepang, The Minions siap raih tiket semi final

Di laga selanjutnya Minions akan menghadapi pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Pertandingan ini sangat penting bagi kedua pasangan demi meraih tiket ke babak semi final. Di pertandingan pertama, Endo dan Watanabe sukses memetik kemenangan dengan mengalahkan rekan senegaranya, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Menghadapi pasangan Jepang ini, Kevin mengatakan mereka harus bersiap lebih baik. Ia menegaskan mereka akan berusaha memperbaiki kekurangan yang terjadi di laga pertama.

“Pastinya kami harus lebih siap lagi untuk pertandingan besok. Satu rintangan sudah terlewati, yang masih kurang-kurang hari ini harus diperbaiki lagi, karena lawan-lawan di sini kan yang terbaik semua,” ungkap Kevin.

Marcus: “Kita jangan sampai mati langkah…”

Selain itu Marcus menambahkan, mereka harus bermain lebih tenang dan fokus. Hal ini penting agar mereka tidak memberikan poin secara cuma-Cuma kepada lawan.

“Harus lebih fokus dan jangan gampang mati sendiri,” tegas Marcus.

Bila mampu memenangi pertandingan kontra pasangan Jepang maka Minions memastikan satu tempat di babak semi final. Langkah mereka untuk meraih gelar juara pun semakin dekat.

Tekuk Lille, Chelsea ke 16 Besar Liga Champions

Chelsea berhasil meraih satu tiket ke babak 16 besar Liga Champions Eropa usai memetik kemenangan di matchday terakhir penyisihan grup pada Selasa, 10 Desember 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Menjamu Lille di Stadion Stamford Bridge, The Blues mencatatkan kemenangan dengan skor 2-1.

Chelsea versus Lille - babak 16 besar liga champions

Tammy dan Cesar bawa The Blues ke 16 besar Liga Champions

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Tammy Abraham di menit ke-19 dan Cesar Azpilicueta di menit ke-35. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Loic Remy di menit ke-78.

Tambahan tiga poin membuat perolehan poin Chelsea menjadi 11 dari lima pertandingan. Chelsea kalah selisih gol dari Valencia di puncak klasemen. Sementara itu posisi ketiga ditempati oleh Ajax Amsterdam yang secara mengejutkan takluk dari Valencia di laga pamungkas. Ajax pun harus menguburkan harapan untuk melangkah ke babak selanjutnya sekaligus mengulangi performa impresif musim lalu.

Catatan performa Lampard

Sekalipun sukses melangkah ke babak selanjutnya, pelatih Chelsea, Frank Lampard memberikan sejumlah catatan terhadap performa timnya. Berangkat dari penampilan terkini, Lampard mengatakan timya harus meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Saya pikir kami tampil bagus di babak pertama dan 20 menit pertama babak kedua. Namun kami perlu lebih baik dalam memanfaatkan peluang kami dan faktanya kami mengakhiri laga dengan kemenangan tipis,” beber Lampard.

Gol perusak performa

Lebih lanjut mantan pemain Chelsea dan tim nasional Inggris itu mengatakan gol yang diciptakan Lille cukup mengejutkan. Gol tersebut tak ubahnya cela yang merusak performa bagus timnya di laga itu.

“Mereka melakukan dua tembakan di akhir laga dengan satu menjadi gol. Itu hal yang membuat frustrasi dalam performa yang sangat bagus,” sambungnya.

Di sisi lain, pelatih asal Inggris itu menggariskan sejumlah catatan yang harus diperbaiki timnya. Ia mengakui tantangan di babak selanjutnya akan lebih berat. Jadi mereka harus mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Sementara itu untuk menambah daya gedor musim depan, Lampard memberikan sinyal positif bakal merekrut sejumlah pemain di bursa transfer musim dingin ini.

“Bakal ada pembicaraan dari sekarang soal posisi mana yang harus kami perkuat, karena kami kehilangan banyak gol saat ditinggal Eden, kreativitas dari posisinya yang unik,” beber Lampard.

Susunan pemain Chelsea versus Lille

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga; 33-Emerson Palmieri, 15-Kurt Zouma, 2-Antonio Ruediger, 28- Cesar Azpilicueta; 17-Mateo Kovacic, 5-Jorginho, 7-N’Golo Kante; 10-Willian, 22-Christian Pulisic, 9- Tammy Abraham

Pelatih: Frank Lampard

Lille (4-2-3-1): 16-Mike Maignan; 17-Mehmet Zeki Celik, 2-Tiago Djalo, 4-Gabriel, 26-Jeremy Pied; 8-Xeka, 24-Boubakary Soumare; 11-Luiz Araujo, 12-Yusuf Yazici, 20-Thiago Maia; 9-Loic Remy

Pelatih: Christophe Galtier

Kalah di Derby Manchester, Man City Kian Tertinggal Jauh dari Liverpool

Derby Manchester

Manchester City semakin tertinggal jauh dari Liverpool di tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris. Hal ini terjadi menyusul kekalahan The Citizen di derby Manchester, menghadapi Manchester United di kandang sendiri di Stadion Etihad pada Sabtu, 7 Desember 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

derby manchester - liga inggris premier

Di laga tersebut, City menyerah dengan skor 2-1. Satu-satunya gol City dicetak oleh Nicolas Otamendi di menit ke-85. Sementara itu sepasang gol The Reds dicetak oleh Marcus Rashford dari titik penalti di menit ke-23 dan Anthony Martial di menit ke-29.

Kekalahan ini membuat City gagal mendekatkan diri dengan Liverpool di puncak klasemen sementara. Perolehan poin City tertahan di angka 32 poin. Sementara itu bagi Setan Merah kemenangan ini sangat penting untuk memperbaiki posisi mereka ke urutan kelima dengan tabungan total 24 poin. Sementara itu posisi puncak masih ditempati Liverpool dengan raihan total 46 poin dari 16 pertandingan.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Secara keseluruhan City mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun dari segi efektivitas tim tamu lebih baik.

“Saya senang dengan bagaimana tim saya bermain. Kami terancam sedikit lebih banyak, tidak lebih dari biasanya, tapi lebih dari pertemuan dengan United beberapa tahun terakhir,” ungkap Pep Guardiola.

Lebih lanjut pelatih Manchester City itu mengatakan mereka cukup kesulitan meladeni kecepatan para pemain depan Setan Merah. Trio Daniel James, Anthony Martial, dan Marcus Rashford kerap merepotkan lini pertahanan mereka.

“Kami sejak awal tahu ancaman dari kecepatan yang mereka miliki, (Daniel) James, Martial, dan Rashford, karena terkadang itu mustahil untuk dikontrol. Secara umum, kami sudah melakukan apa yang kami sukai,” sambungnya.

Lebih lanjut mantan pelatih Barcelona itu menegaskan timnya kurang memaksimalkan penguasaan bola. Meski mampu mengendalikan permainan, timnya sukar untuk menciptakan peluang emas dan mencetak gol.

“Kami berkali-kali tiba di sepertiga akhir lapangan. Sayangnya kami tak mampu menuntaskannya sedikit lebih baik, tapi saya senang menyaksikan tim saya. Saya tahu tak ada yang setuju, tapi saya menyukainya,” ungkap pelatih asal Spanyol itu.

Susunan pemain Manchester City versus Manchester United:

Manchester City: 31-Ederson Moraes; 2-Kyle Walker, 5-John Stones (30-Nicolas Otamendi 59′)a, 25-Fernandinho, 12-Angelino; 17-Kevin De Bruyne, 16-Rodri (8-Ilkay Gundogan 86′), 21-David Silva; 20-Bernardo Silva (26-Riyad Mahrez 65′), 9-Gabriel Jesus, 7-Raheem Sterling

Pelatih: Pep Guardiola

Manchester United: 1-David de Gea; 29-Aaron Wan-Bissaka, 2-Victor Lindelof, 23-Luke Shaw (18-Ashley Young 89′); 39-Scott McTominay, 17-Fred; 21-Daniel James, 14-Jese Lingard (38-Axel Tuanzebe 89′), 10-Marcus Rashford; 9-Anthony Martial (15-Andreas Pereira 74′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Tak Ada Medali Emas di Ganda Putra, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf Hanya Raih Perunggu

Indonesia dipastikan tak meraih medali emas dari sektor ganda putra di nomor individu setelah harapan terakhir Wayu Nayaka Arya Pankaryanira dan Ade Yusuf terhenti di semi final. Pasangan ganda putra ini kalah dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik usai melewati pertarungan sengit tiga game dengan skor akhir 12-21, 21-18, dan 19-21.

Wahyu Nayaka dan Ade Yusuf gagal raih medali emas

Kegagalan hingga dibabak kedua

Wahyu dan Ade menyerah di game pertama dan berusaha memperpajang harapan dengan meraih kemenangan di game kedua. Sayangnya di game penentuan Wahyu dan Ade tak bisa meraih kemenangan. Dengan demikian pasangan ini harus puas mendapat medali perunggu.

Usai pertandingan Wahyu tetap bersyukur dengan hasil tersebut. Ia menegaskan mereka sudah berjuang maksimal meski hasil tidak sesuai harapan.

“Hasil hari ini kami harus terima. Alhamdulillah bisa dapat medali di sini. Bersyukur saja, karena kami sudah berusaha yang terbaik,” beber Wahyu seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.

Angin menjadi faktor kekalahan

Wahyu pun membeberkan sebab kekalahan. Menurutnya faktor angin sangat mempengaruhi performa mereka. Selain itu banyaknya kesalahan sendiri memperkuat sebab kekalahan di laga tersebut.

“Hari ini masalahnya masih sama, karena angin. Awal game pertama mainnya sudah benar, tapi akhirnya kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” sambungnya.

Sementara itu Ade mengaku dirinya sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Ia sebenarnya berharap bisa mencapai babak final. Namun kehilangan konsentrasi dan fokus di game terakhir membuat harapan tersebut tak mampu menjadi kenyataan.

Ade: “Jujur kami kecewa…”

“Habis kalah di game pertama kami nekad saja di game kedua. Agak kecewa juga sebenarnya karena kalah seperti ini. Pengennya kan masuk final dulu. Tapi di poin-poin akhir kami akui, kami kurang siap,” beber Ade.

Selain ganda putra, di nomor tunggal putra Indonesia pun gagal meraih medali emas. Hanya tiga nomor yang melaju ke babak final yakni ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri. Tunggal putri Ruselli Hartawan, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan berjuang meraih medali emas.

Pulang tanpa medali emas

Sebelumnya Indonesia sudah mengamankan medali emas dari nomor beregu putra setelah di babak final berhasil mengalahkan Malaysia. Sementara itu di nomor beregu putri, Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah ditundukkan Thailand dengan skor 1-3.

Selain itu Indonesia menambah medali perunggu dari pasangan ganda campuran Rinov Rivaldi dan Pitha Haningtyas Mentari. Kedua kalah di babak semi final dari pasangan Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie. Rinov/Mentari menyerah usai bertarung rubber game selama 49 menit dengan skor akhir 21-18, 11-21, dan 22-24.

Sejarah Fetish Seksual Dari Normal Sampai Nyeleneh

Seberapa anehkah fetish seksual kamu?

Info Prioritas – Di Indonesia, bicara soal fetish seksual masih dianggap tabu. Maklum saja, Indonesia hingga saat ini masih kental dengan budaya Timurnya.

Sejarah Fetish Seksual Dari Normal Sampai Nyeleneh - infoprioritas.com

“Sebenarnya, penting apa tidak sih membicarakan perihal fetish kamu sama pasangan?”

Baiklah, kita bahas dahulu mengenai sejarah dari fetish seks itu sendiri.

Sejarah fetish seks

Jika mengartikannya dahulu secara satu persatu, “fetish” sendiri dalam bahasa Inggris mempunyai arti jimat atau dikaitkan dengan pujaan karena perasaan yang terpesona akan sesuatu.

Nah, Apabila dikaitkan dengan perihal seksual. Maka fetish seksual bisa diartikan dalam sesuatu yang hasrat terpesona dari seseorang terhadap lawan jenis terkait seksual dan rangsangannya.

Dan ternyata, menurut penelitian dari ahli seksologi dari Institute of Clinical Sexology yang ada di London, Inggris. Fetish akan seks itu sudah ada sejak zaman 1370 sebelum masehi, di tanah Mesir. Siapakah yang menjadi pencetus sexual fetishism ini?

Nefertiti. Dialah yang menjadi pusat perhatian para kaum Adam pada masa tersebut.

Kaum Adam yang hidup pada zaman tersebut, begitu memuja Nefertiti dan berimajinasi akan hasrat seksual kepada sang Ratu. Namun menurut pandangan  dari para ahli seksologi, fetish yang terkandung dalam imajinasi kaum Adam masa itu masih tergolong normal.

“Apakah ada fetish seksual yang tidak normal?”

Kajian mengenai fetish nyeleneh

Masih dengan para ahli seksologi dari Insitute of Clinical Sexology. Mereka berpendapat, setiap tahun perkembangan mengenai fetish dari rangsangan seks seseorang selalu berubah-ubah.

Sebagai contoh, era 80 s/d 90-an dahulu, fetish seks yang muncul dan populer adalah bulu yang lebat di dada dan kumis/janggut dari seorang lelaki. Bagi kaum Hawa, melihat hal tersebut menjadi fetish seks yang luar biasa dan dianggap sang Adam berpenampilan jantan. Sedangkan kaum Adam pada masa itu, menyukai wanita yang bertubuh estetis seksi dengan bulu ketiak.

Pada masa sekarang ini, semua berubah total. Sebagian para wanita menyukai dan memuja kaum Adam yang berpenampilan tubuh kekar atletis. Namun sebagian lagi lebih memuja pria dengan tubuh tambun alias perut buncit.

Bicara fetism seksual dari sisi nyeleneh, para pria sekarang ini mempunyai keragaman pemujaan dalam imajinasi seksual mereka ketimbang lawan jenisnya. Yang terlihat jelas adalah menyukai wanita yang berkacamata, memakai stocking ketat, ketiak dan pubis yang mulus. Bahkan spesifik kepada beberapa partial/bagian dari tubuh sang lawan jenis, seperti payudara, pantat, paha yang besar dan betis yang jenjang.

Gilanya, orientasi dari fetish seksual manusia zaman modern saat ini mengambil acuan dari film-film porno yang bisa ditonton dengan bebas di internet.

Baca juga: “Trend Cukur Rambut Pubis, Antara Estetika vs Kesehatan

Normal dan sehatkah fetish seks yang demikian?

Membahas masalah sehat atau tidak dan normal atau tidak akan hal tersebut. “Itu kembali kepada naluriah alami dan sepanjang tidak lepas dari norma-norma kehidupan yang ada saat ini, hal tersebut bisa dikatakan normal dan sehat”, ujar pakar seksologi Indonesia, Dr. Boyke.

“Namun, jika sudah dilakukan secara terpaksa dan di bawah tekanan. Maka hal itu sudah tidak bisa dikatakan lagi sebagai sesuatu yang normal atau sehat. Saya pribadi lebih melihat hal tersebut sebagai fetish yang menyimpang”, tambah Dr. Boyke.

“Fetish seksual apa sajakah yang dianggap tidak normal?”

Fetish dalam hubungan seksual yang dianggap sudah keluar dari konteks norma kehidupan adalah swinger, LGBT, anak kandung, anak tiri, karakter film kartun/animasi dan masih banyak lagi.

TERBONGKAR! SPA Kecantikan Jakarta Pusat Pasang CCTV Tersembunyi Di Kamar Praktek!

Hati-hati! SPA kecantikan di Jakarta Pusat ada yang pasang CCTV tersembunyi!

Info Prioritas – SPA Kecantikan biasanya akan menjadi tempat bagi para kaum Hawa dalam melakukan aktifitas menjaga penampilan. Namun sayangnya, tempat menyenangkan diri dari kaum Hawa ini ternyata cukup beresiko akan tindakan yang melecehkan privasi. Belum lama ini, sebuah SPA kecantikan di bilangan Jakarta Pusat, Mangga Besar, diketahui telah melakukan pemasangan kamera (CCTV) secara tersembunyi di kamar praktek.

SPA KECANTIKAN JAKARTA - CCTV TERSEMBUNYI - MABES - infoprioritas.com

Hal ini masih dalam penyelidikan dari manajemen pemilik SPA kecantikan tersebut, mengenai siapa yang menjadi oknum dan melakukan pemasangan CCTV tersembunyi itu. HR sang pemilik SPA kecantikan bilangan Jakarta Pusat tersebut, mengatakan bahwa dirinya pun tidak mengetahui sejak kapan kamera tersebut dipasang.

Diketahui oleh pelanggan

Hal tersebut diketahui oleh salah seorang pelanggan, yang bernama AS (28), yang melihat ada bias titik merah seperti kamera. AS baru menyadari saat dirinya akan melakukan Brazilian Wax di Salon dan SPA kecantikan langganannya tersebut.

Setelah dirinya menyadari, kontan kaget dan langsung menutup tubuhnya dengan baju sambil mengatakan “Kok ada kamera!” kepada wanita yang sedang melayaninya. AS langsung bergegas dan memanggil manajemen untuk meminta penjelasan.

Terjadi debat cukup panjang antara AS dan HR, yang kemudian sang pemilik SPA & Salon kecantikan di Mangga Besar tersebut langsung melakukan pembongkaran.

HR: “Saya tidak pasang ini…”

Benar saja! Terdapat kamera kecil jenis hidden CCTV. HR mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui apalagi memasang itu (CCTV tersembunyi) di lokasi kamar praktek.

AS merasa kesal dan mengatakan bahwa dirinya akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib, karena dirinya mendapatkan perlakuan pelecehan akan privasi dari SPA langganannya tersebut.

AS juga meminta kepada HR akan memori dari CCTV tersebut. Menurut keterangan dari AS, dalam rekaman tersebut tidak hanya dirinya saja, melainkan ada pelanggan-pelanggan lain yang sedang melakukan aktifitas perawatan estetika tubuh.

Baca juga: “Trend Cukur Rambut Pubis, Antara Estetika vs Kesehatan

SPA KECANTIKAN JAKARTA - CCTV TERSEMBUNYI

HR: “CCTV hanya di ruang tunggu…”

Menurut pengakuan dari HR, dirinya memang dua pekan yang lalu melakukan pergantian CCTV yang digunakan di ruang tunggu dan resepsionis.

“Tidak ada kamera atau CCTV lain lagi selain di ruang tunggu dan resepsionis”, ujar HR.

HR pun menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan jika AS ingin melakukan pelaporan kepada pihak berwajib. Bahkan dirinya siap kooperatif dan memberikan bukti-bukti jika diperlukan.

Sebagai penyedia jasa perawatan estetika tubuh, dirinya sangat paham akan etika dan moral. Apalagi AS sudah dikenal sejak lama menjadi pelanggannya.

“Cik AS itu sudah lama perawatan di sini, lebih dari 2 tahun. Saya juga kaget dengan kejadian ini, karena saya tahu Cik HR memang ada pasang CCTV baru di ruang tunggu”, ujar salah satu karyawan.