Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Kerja Keras di Penyisihan Grup

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus bekerja keras hingga tiga game dalam pertandingan penyisihan grup C Mola TV PBSI Home Tournament. Rinov/Pitha akhirnya berhasil mengatasi perlawanan sengit dari Zacharia Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela dengan skor akhir 21-15, 13-21, 21-17.

Pada game kedua, Rinov/Pitha sulit mendapat kesempatan untuk menyerang. Sebaliknya, Rinov/Pitha malah memberikan banyak umpan bola tanggung yang membuat Zacharia/Hediana lebih leluasa untuk menyerang pertahanan mereka.

“Paling berasa di saya karena pergerakan kaki saya melambat, polanya jadi lambat. Ini sih yang fatal banget, kami jadi terbawa permainan mereka,” beber Pitha seperti dilansir dari SBOBET Indonesia sportsnews.

Sementara itu Rinov mengatakan tekanan yang mereka terima mamaksa mereka harus memutar otak untuk mengubah pola permainan.

“Kami paksain lagi, biasanya kami pakai pola main apa, jangan terbawa pola main mereka. Mereka kan mainnya kencang-kencang, jadi kami paksa main no lob dulu,” sambung Rinov.

Menjadi juara grup C, Rinov/Pitha masih menunggu calon lawan di perempat final. Pada laga penyisihan kemarin, Rinov/Pitha juga meraih kemenangan atas Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari, dengan skor 21-12, 21-9.

“Sejauh ini kami mainnya nothing to lose, di perempat final nanti juga begitu, kami mau main lepas. Di turnamen ini kan lawannya teman-teman sendiri,” ujar Pitha.

Rinov mengakui penampilan mereka di laga ini tidak sebagus pertandingan sebelumnya. Untuk itu ia menegaskan mereka harus bisa lebih baik di babak perempat final nanti.

“Hari ini kami mainnya nggak seenak kemarin, jadi untuk pertandingan perempat final nanti, kami harus lebih siap lagi dan lebih dijaga kondisinya,” tutur Rinov.

Di laga sebelumnya Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari masih terlalu tangguh bagi pasangan muda Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari. Rinov/Pitha menang straight game 21-12, 21-9 dalam waktu 24 menit atas Maulana/Lanny.

Sebagai pasangan yang lebih senior, Rinov/Pitha sebetulnya mengira akan mendapat perlawanan yang lebih sengit dari Maulana/Lanny. Menurut Rinov/Pitha, Maulana/Lanny adalah pasangan muda yang punya kualitas permainan yang baik.

“Mungkin mereka berada di bawah tekanan, sebetulnya mereka bagus kok. Kami semua di tim ganda campuran itu gap-nya nggak terlalu jauh. Mungkin tadi ada faktor tegang, jadi poinnya jauh,” jelas Rinov usai laga.

Sama seperti rekan-rekannya yang lain, Rinov/Pitha juga masih menyesuaikan diri dengan suasana bertanding yang sudah lama tidak mereka rasakan.

“Kami sudah lama nggak tanding karena wabah Covid-19, jadi tadi bagaimana caranya nemuin feeling di pertandingan lagi, menyesuaikan lagi sama atmosfer pertandingan,” tegas Rinov.

Muhammad Yusuf/Lanny Tria Gagal ke Perempat Final PBSI Home Tournament

Pupus sudah harapan Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari untuk melaju ke babak perempat final Mola TV PBSI Home Tournament. Maulana/Lanny yang belum menghasilkan kemenangan di penyisihan grup C, berada di urutan terbawah klasemen, sedangkan hanya dua pasangan terbaik yang berhak untuk lolos ke putaran delapan besar.

Muhammad Yusuf/Lanny Tria - info prioritas

Maulana/Lanny dikalahkan Zacharia Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela dengan skor 17-21, 16-21. Meski menang dua game langsung, Zacharia/Hediana merasa masih belum tampil seratus persen.

“Kami merasa masih belum maksimal soalnya ini pertandingan yang pertama di turnamen ini. Suasananya juga beda, kami sudah setengah tahun tidak ikut pertandingan, jadi tadi kami mau coba yang terbaik dulu tadi, coba maksimal dulu,” beber Zacharia usai pertandingan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu Hediana mengatakan keduanya berusaha bermain aman di laga ini. Mereka berusaha untuk menghindari kesalahan sendiri.

“Di pertandingan tadi kami coba main safe, jangan gampang buang poin sendiri,” timpal Hediana.

Pada perebutan posisi juara grup C besok, Zacharia/Hediana akan bertemu dengan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Kedua pasangan ini sama-sama sudah mengamankan satu kemenangan. Rinov/Pitha pagi ini menundukkan Maulana/Lanny dengan skor 21-12, 21-9.

“Rinov/Pitha lebih diunggulkan, jadi ya lawan saja. Yang jelas kami nothing to lose, tanpa beban dan mau main maksimal. Kalau bisa menang lebih bagus. Target terdekat mau juara grup dulu, Rinov/Pitha kan pemain pelatnas utama, jadi mau membuktikan kalau kami juga bisa mengalahkan mereka,” ujar Zacharia.

Sementara itu pasangan junior Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil berharap buat kejutan di home tournament ini. Teges/Indah menjadi anggota termuda skuad ganda campuran pelatnas dan harus bersaing dengan 10 ganda campuran yang lebih senior, demikian dilansir dari Joker123 sports.

Teges/Indah berkeinginan untuk memberi perlawanan sengit saat berhadapan dengan senior-senior mereka.

“Pasti ada keinginan untuk mengalahkan yang lebih senior, kami mau buat kejutan. Di turnamen ini kami maunya bisa bersaing sama para senior kami. Walau di atas kertas mereka lebih kuat, tapi kami mau mereka nggak gampang begitu saja aja lawan kami, kami mau mereka dapat bola-bola susah dari kami,” beber Indah.

Teges/Indah berada dalam grup yang cukup berat. Teges/Indah menjadi penghuni grup D bersama Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang merupakan unggulan kedua serta pasangan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktvina Kandow.

“Maunya main lepas saja, lawan yang lebih senior kan nggak ada beban. Kami akan coba keluarkan kemampuan maksimal kami dan semoga apa yang sudah kami latih bisa keluar semua,” tegas Indah.

Tak Terkalahkan, Fajar Alfian/Yeremia Erich Juara PBSI Home Tournament

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan memastikan diri sebagai juara ganda putra di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan senior-junior ini tak terkalahkan sepanjang kompetisi dan dari lima pertandingan, mereka hanya kehilangan satu game.

Fajar Alfian/Yeremia Erich

Di laga puncak hari ini melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, Fajar/Yeremia menang straight game dengan skor 21-18, 21-18. Fajar/Yeremia tampil agresif di pertandingan siang ini, mereka juga tampil solid meskipun baru berpasangan.

“Kuncinya, kami menikmati pertandingan. Kami merasa enjoy saja, ini semacam pertandingan eksebisi, tapi rasanya seperti di turnamen resmi. Saya pribadi merasa rileks main di sini, tapi tidak menyangka bisa jadi juara,” ungkap Fajar seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Fajar mengatakan keduanya berusaha untuk menerka pola permainan Kevin Sanjaya dan Moh.Reza di awal pertandingan. Ia mengakui di game pertama keduanya belum bisa membaca pola permainan lawan.

“Soal permainan tadi, kami masih meraba-raba permainan Kevin/Reza di awal game, seperti apa ya permainan mereka? Di game pertama itu belum ketemu pola mainnya,” lanjut Fajar.

Sementara itu, Yeremia mengaku sebetulnya dalam hati ia punya keyakinan bisa merebut peringkat teratas di Mola TV PBSI Home Tournament.

“Walau saya tahu lawannya berat-berat, banyak pemain senior, tapi kan a Fajar juga pemain bagus, jadi ya pede saja. Komunikasi kami jalan terus, dia banyak memberi bimbingan dan ingatkan saya supaya jangan hilang fokus. Salah satu kunci kemenangan kami adalah kami saling percaya sama pasangan,” jelas Yeremia.

Fajar tak lupa memberi masukan kepada Yeremia yang dianggapnya pemain berpotensi. Dituturkan Fajar, Yeremia punya power yang kuat sebagai smasher, namun ia masih sering kehilangan fokus di saat-saat genting.

“Kalau di turnamen resmi, ini tidak boleh terjadi, harus bisa jaga fokus, apalagi di poin-poin kritis,” ucap Fajar.

Dengan berakhirnya laga Fajar/Yeremia, maka berakhir pula kompetisi tim ganda putra di Mola TV PBSI Home Tournament. Pertarungan tim ganda campuran akan dimainkan pada pekan depan, 1-3 Juli 2020.

Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi memberikan komentar terkait penampilan para pemain di ajang ini. Salah satu komentar terkait keterlibatan para pemain senior saat berpasangan dengan para pemain junior.

Pemain senior pun semestinya bisa belajar dari turnamen ini, bahwa membimbing pemain muda itu tidak mudah, demikian dilansir dari NOVA88 News.

“Pemain senior sudah biasa pasangan sama yang selevel, selalu sesuai dengan pemikiran mereka, seperti harapan mereka, cara mainnya dan sebagainya. Sekarang harus bimbing yang junior, harus manage hatinya, nggak boleh kesel-kesel karena rata-rata kan yang sering ‘mati’ itu pemain junior,” kata Herry.

Ini Sejumlah Evaluasi PBSI Terhadap PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament sektor ganda putra telah usai digelar. Selama tiga hari, enam ganda putra pelatnas saling adu kemampuan untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 100 juta.

Ajang ini sekaligus menjadi uji coba penerapan turnamen dengan protokol Covid-19. Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan ada beberapa aspek yang bakal dievaluasi oleh PBSI sebagai penyelenggara.

Mola TV PBSI Home Tournament

Budiharto menggarisbawahi tiga hal dalam penyelenggaraan kejuaraan internal ini diantaranya dari teknis penyelenggaraan, evaluasi untuk pelatih dalam menilai performa atlet, serta teknis penayangan siaran langsung untuk para penonton.

“Dari teknis pelaksanaan, masih ada kelemahan-kelemahan, misalnya penggunaan face shield. Ternyata tidak mudah untuk petugas dalam mencermati kondisi lapangan dengan baik. Untuk wasit dan hakim servis juga, karena memang tidak nyaman menggunakan face shield dalam waktu yang cukup lama,” kata Budiharto seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

Budiharto menegaskan pihaknya akan mencari model penutup wajah yang lebih nyaman dipakai oleh para petugas.

“Kami akan carikan lagi model face shield yang lebih applicable dan lebih nyaman dipakai,” tambah Budiharto.

Penampilan para atlet di Mola TV PBSI Home Tournament bisa dijadikan bahan penilaian dan evaluasi bagi pelatih untuk mengetahui kondisi dan kesiapan atlet, baik secara fisik, teknik maupun strategi permainan.

“Pelatih bisa melihat ada pasangan yang stabil, ada juga yang bagus di awal lalu mulai menurun. Ini bisa jadi masukan untuk pelatih dalam menyiapkan atlet menuju turnamen,” jelas Budiharto.

Lebih lanjut Budiharto mengatakan dirinya sudah berbicara dengan para pemain dan mendapatkan kesan positif dari mereka terkait penyelenggaraan turnamen ini. Para pemain mengakui pentingnya turnamen ini. Apalagi atmoster turnamen dibuat sepreti turnamen resmi pada umumnya.

“Saya ngobrol sama anak-anak, mereka merasakan banyak manfaat dari turnamen ini. Awalnya mereka membayangkan home tournament itu seperti tanding di sela latihan. Mereka merasa surprise dibikin atmosfer yang menarik dan dapat feel seperti di turnamen resmi,” lanjutnya.

Mola TV PBSI Home Tournament masih akan bergulir selama empat pekan ke depan. Setelah tim ganda putra, pertarungan selanjutnya akan menampilkan tim ganda campuran pada Rabu-Kamis, 1-3 Juli 2020. Dilansir dari SBOBET Wap News Budiharto berharap ke depannya, penayangan Mola TV PBSI Home Tournament dapat lebih mudah diakses oleh para pecinta bulutangkis.

“Untuk penonton bulutangkis, turnamen ini bisa jadi penyegaran walaupun dalam penyiarannya masih sangat terbatas. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik, lebih mudah diakses,” kata Budiharto.

Pelatih Ganda Putra PBSI Apresiasi Fajar Alfian/Yeremia Erich

Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengatakan banyak hal yang menjadi bahan evaluasi dari penampilan enam ganda putra di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Selama tiga hari berlangsung, Herry melakukan penilaian terhadap performa anak-anak didiknya.

Fajar Alfian - Yeremia Erich

Herry memberikan apresiasi atas penampilan Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang menjadi pasangan terbaik di kompetisi ini. Menurut Herry, Fajar/Yeremia bisa tampil konsisten dari pertandingan pertama hingga pertandingan kelima.

Pada laga terakhir, Fajar/Yeremia mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani dengan skor 21-18, 21-18.

“Di awal turnamen ini, saya masih belum bisa memprediksi siapa juaranya, karena kekuatan semua pasangan memang merata. Tapi setelah tiga-empat pertandingan, saya melihat Fajar/Yere (Yeremia) bisa jadi juara, karena mereka mainnya konsisten sekali,” kata Herry seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

Menurut Herry, komunikasi antara Fajar yang lebih senior dengan Yeremia yang lebih muda, juga menjadi salah satu kunci keberhasilan duet dadakan ini.

“Sebelumnya kan Yere sering error, tapi kelihatan banget Fajar ngebimbing. Dia kasih masukan, kasih semangat dan bilang jangan kendor, harus fokus. Di pertandingan penentu tadi, mereka di game kedua sempat kejar-kejaran angka sama Kevin/Reza, lalu Fajar kasih masukan ke Yere, dan Yere bisa ngejalanin itu,” jelas Herry.

Sementara itu, Herry tak menduga Fajar/Yeremia menang straight game atas Kevin/Reza yang ada di peringkat kedua klasemen.

“Saya pikir akan berlangsung rubber game, ternyata Fajar/Yere menang dua game langsung. Saya tanya sama Kevin, memang kondisi fisiknya belum balik karena latihannya belum seratus persen selama masa pandemi ini dan langsung tanding, main sehari dua kali,” sebut Herry.

Herry mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh para atlet dari turnamen ini. Contohnya pada pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin yang mencoba untuk bangkit setelah di hari pertama gagal merebut kemenangan.

Melansir dari berita SBOBET sportsnews, Rian/Daniel yang sesama pemain belakang, cukup kesulitan untuk mengolah permainan di depan net sehingga mereka tidak mendapat kesempatan untuk menyerang.

“Saya memang kasih masukan ke mereka, harus ada yang main di depan, dipilih dong siapa yang bisa pancing bola, harus ada yang mengatur, jadi permainannya bisa hidup. Bagusnya mereka walaupun belum bisa menerapkan di dua pertandingan pertama, tapi bisa bangkit dan membuktikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” beber Herry.

Sepanjang kompetisi ini, Herry berharap para pemain muda bisa mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari para senior mereka. Herry mengatakan bahwa pemain muda beruntung bisa mencicipi rasanya berpasangan dengan senior-senior mereka yang punya rangking dunia cukup bagus.

Man City Kalah, Liverpool Juara Liga Inggris

Manchester City harus menelan pil pahit di pekan ke-31 Liga Primer Inggris. Menghadapi Chelsea di Stadion Stamford Bridge pada Jumat, 26 Juni 2020 dini hari WIB, The Citizen takluk dengan skor 1-2.

Satu-satunya gol City di laga itu dicetak oleh Kevin de Bruyne melalui eksekusi sepakan bebas. Sementara itu sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Christian Pulisic dan sepakan penalti Willian.

Kekalahan ini membuat City harus merelakan gelar juara kepada Liverpool. City gagal menunda pesta juara Liverpool. Liverpool begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan jarak lebih dari 20 poin dari City di urutan kedua. City sendiri kini mengemas total 63 poin dari 31 laga yang telah dijalani.

Sementara itu bagi Chelsea kemenangan ini membuat mereka nyaman di posisi keempat dengan raihan total 54 poin.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal City langsung mengendalikan permainan. Hanya saja tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan di menit ke-36. Gol ini disebabkan karena kesalahan pemain belakang City yang berhasil dimanfaatkan Pulisic untuk menggetarkan gawang tim tamu yang dijaga Ederson Moraes.

City berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Sepakan indah De Bruyne dari luar kotak penalti berhasil mengoyak gawang tuan rumah. City sempat memiliki beberapa peluang untuk berbalik unggul.

Sayangnya, Chelsea mendapat momentum untuk mencetak gol jelang bubaran. Berawal dari kemelut di mulut gawang City, Fernandinho tertangkap menghalau bola dengan tangan. Setelah melihat VAR wasit akhirnya menunjuk titik putih dan memberikan kartu merah kepada Fernandinho.

Willian yang maju sebagai eksekutor tak membuang kesempatan. Pemain asal Brasil itu sukses mengeksekusi tendangan dua belas pas untuk membawa timnya unggul.

“Saya sama sekali tidak memikirkan situasi Liverpool. Itu tak menguntungkan kami sama sekali. Kami menghormati Liverpool dan Manchester City sebagai dua tim hebat, selama dua atau tiga musim terakhir mereka begitu dominan,” komentar Frank Lampard, pelatih Chelsea usai laga.

Kemenangan Liverpool ini menjadi kemenangan juga bagi agen bola online yang ada di Indonesia.

Susunan Pemain Chelsea versus Manchester City:

Chelsea: Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger, Andreas Christensen, Marcos Alonso; N’Golo Kante, Mason Mount Pedro Rodriguez 90′), Ross Barkley (Mateo Kovacic 74′); Willian, Olivier Giroud (Tammy Abraham 62′), Christian Pulisic (Billy Gilmour 90′).

Pelatih: Frank Lampard

Manchester City: Ederson; Kyle Walker, Ayermic Laporte (Nicolas Otamendi 74′), Fernandinho, Benjamin Mendy (Oleksandr Zinchenko 59′); Ilkay Gundogan, Rodri (David Silva 55′), Kevin De Bruyne; Riyad Mahrez, Bernardo Silva (Gabriel Jesus 55′), Raheem Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola

Marcus Gideon/Muhammad Fikri Hentikan Perlawanan Hendra Setiawan/Pramudya Riyanto

Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri berhasil menghentikan perlawanan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto di laga terakhir Mola TV PBSI Home Tournament. Dalam duel yang berlangsung di Pelatnas PBSI Cipayung, Marcus/Fikri menang rubber game dengan skor 21-15, 13-21, 21-11.

Kalah telak di game kedua, Marcus/Fikri ternyata kewalahan dengan permainan depan Hendra yang begitu menyulitkan. Hendra mengatur tempo permainan dan membuat Marcus/Fikri terbawa irama permainan yang lebih lambat.

“Koh Hendra memang bagus bola-bola depannya, dia bisa hentikan laju bola, temponya jadi pelan, dia sangat berpengalaman. Hari ini kami lebih fokus dan badannya lebih fit saja,” ungkap Marcus seperti dilansir dari NOVA88 News.

Sebagai pemain yang lebih muda, Fikri memetik banyak pelajaran dari pasangannya. Fikri menilai banyak hal teknis maupun non teknis yang mesti dilatih lagi.

“Saya harus tingkatkan fokus supaya nggak mati-mati sendiri, sama mindset-nya. Pelajaran yang saya ambil dari koh Sinyo (Marcus) adalah ketenangan dan kesabarannya,” ungkap Fikri.

“Kalau segi fisik saya bisa mengimbangi, tapi kalau ketenangan memang masih kurang. Saya juga harus menambah power di tangan, banyak bola-bola saya yang mengambang,” lanjutnya.

Sementara itu, Marcus/Fikri tetap bersyukur atas hasil yang mereka raih di Mola TV PBSI Home Tournament. Kondisi fisik yang belum seratus persen kembali akibat lama absen di tengah pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu kendala.

“Kalau fit seperti dulu sih pasti belum, karena latihannya kan belum full, masih jaga kondisi. Sekarang ini targetnya yang penting jangan sakit. Selain itu, kami baru berpasangan, masih banyak kekurangan yang perlu dilatih,” jelas Marcus.

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan meneruskan tren positif di ajang Mola TV PBSI Home Tournament dengan merebut kemenangan ketiga. Dalam laga melawan Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando pagi ini, Fajar/Yeremia menang dengan skor 21-18, 16-21, 21-19.

Setelah dua kemenangan diraih dengan straight game, kali ini Fajar/Yeremia harus kehilangan satu game. Penampilan Ahsan/Leo memang menyulitkan Fajar/Yeremia, smash keras Ahsan dan sambaran cepat Leo di depan net seringkali mematikan pertahanan Fajar/Yeremia.

“Kami mainnya yakin dan percaya diri. Di pertandingan ini, bang Ahsan sudah baca pola main kami dan kami sempat goyah. Mereka main defense balik serang dan nggak ada bola sambungnya, ini yang bikin kagok. Memang bang Ahsan bisa mengatur permainan,” jelas Fajar usai laga.

Fajar Alfian/Yeremia Erich Duduki Puncak Klasemen

Pasangan Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan berada di puncak klasemen ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament. Fajar/Yeremia belum terkalahkan dan belum kehilangan satu game pun di dua laga pertandingan hari pertama ini.

Di sesi pertama, Fajar/Yeremia memetik kemenangan dari Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin dengan skor 21-15, 21-17. Pada sesi kedua sore ini, Fajar/Yeremia juga memenangkan laga atas Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri dengan skor 21-15, 22-20.

“Kami di sini main tanpa beban. Kami sudah lama tidak bertanding, jadi apa yang sudah dilatih, semua di keluarkan di sini. Di pertandingan melawan Marcus/Fikri, kami sudah unggul 20-18 tapi harus adu setting. Kami juga beberapa kali kecolongan servis panjang Marcus yang memang bagus, ” beber Fajar seperti dilansir dari SBOBET News.

Lebih lanjut pemain yang berpasangan dengan Muhamad Rian Ardianto ini mengatakan Yeremia Erich bukan pasangan tetapnya, namun keduanya berusaha membangun komunikasi dan menjaga tanggung jawab masing-masing.

“Walaupun kami bukan pasangan tetap, kami terus jaga komunikasi. Dari individu masing-masing juga ada tanggungjawab,” sambungnya.

Sementara itu Yeremia mengatakan kemenangan pertama membuat dirinya lebih percaya diri dan bersemangat. Di laga ini ia menilai dirinya tidak setegang di pertandingan pertama.

“Kemenangan di pertandingan pertama membuat saya lebih semangat di pertandingan kedua. Saya juga merasa tidak setegang pertandingan pertama,” tandas Yeremia.

Dua kemenangan ini membuat Fajar/Yeremia semakin percaya diri di tiga pertandingan selanjutnya. Fajar/Yeremia akan mengikuti dua laga di hari Kamis (25/6) dan satu laga lagi di hari Jumat (26/6).

“Kami yakin bisa dapat hasil terbaik, semoga penampilan kami lebih bagus di pertandingan-pertandingan selanjutnya, karena kami memang mempersiapkan diri dan jaga kondisi, seperti tanding di turnamen resmi saja,” ungkap Fajar.

Di turnamen ini Fajar dan Yeremia harus bersaing dengan semua pemain pelatnas yang berganti pasangan. Kevin Sanjaya Sukamuljo berpasangan dengan Moh. Reza Pahlevi Isfahani, sementara Marcus Fernaldi Gideon bertandem dengan Muhammad Shohibul Fikri.

Pemain senior Hendra Setiwan dan Mohamad Ahsan sementara ini “bercerai”. Hendra Setiawan berpasangan dengan Pramudya Kusumawardana Riyanto, sedangkan Mohammad Ahsan bertandem dengan Leo Rolly Carnando.

Berikut klasemen sementara ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament di hari pertama, Rabu (24/6):

  1. Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
  2. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani
  3. Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto
  4. Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri
  5. Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando
  6. Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin

Ronaldo dan Dybala Tentukan Kemenangan Juventus Atas Bologna

Juventus sukses memetik kemenangan di pekan ke-27 Serie A Italia. Pada pertandingan di Renato dall’Ara pada Selasa, 23 Juni 2020 dini hari WIB, Nyonya Tua berhasil membungkam Bologna dua gol tanpa balas.

Ronaldo dan Dybala

Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala menjadi penyumbang gol bagi Juventus di laga itu. Masing-masing mencetak gol di babak pertama.

Kemenangan ini membuat Juventus berhak mendapatkan tiga poin. Tambahan tiga poin membuat Juventus berhasil memperlebar jarak dengan Lazio di urutan kedua. Kini di antara kedua tim berjarak empat angka. Sementara itu Bologna masih tertahan di urutan ke-10 dengan raihan total 34 poin dari 27 pertandingan.

Dilansir dari berita SBOBET, Juventus langsung menekan sejak menit awal. Gol pertama Juventus tercipta di menit ke-22. Berawal dari pelanggaran terhadap Matthijs de Ligt di kotak terlarang, wasit pun menunjuk titik putih. Ronaldo yang tampil sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya.

Selang 14 menit kemudian giliran Dybala yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan Federico Bernardeschi, Dybala berhasil melepaskan tembakan keras terarah yang tak dapat digagalkan kiper tuan rumah.

Keunggulan dua gol Juventus bertahan hingga babak pertama usai. Selepas turun minum, Juventus berusaha mencari tambahan gol. Namun dari beberapa peluang yang dimiliki tak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri memberikan kredit kepada beberapa pemain, salah satunya adalah Bernardeschi yang tampil sebagai pemain pengganti di laga tersebut.

“Bernardeschi tampil baik dalam dua laga terakhirnya sebagai pengganti. Jadi dia memberi kesan bahwa dia dalam kondisi yang baik. Dia bertahan dan menyerang dengan sama baiknya, jadi saya senang untuknya. Dia adalah anak yang sering dikritik dan direndahkan,” beber Sarri.

Selain Bernardeschi, Sarri juga angkat topi pada Matthijs de Ligt. Ia menilai pemain asal Belanda itu sudah bisa beradaptasi dengan Juventus.

“Matthijs de Ligt mulai terbiasa dengan gaya sepak bola Italia. Dia datang dari Belanda, di mana mereka tidak menghabiskan banyak waktu menganalisis pertahanan, tetapi dia telah beradaptasi jauh lebih cepat daripada banyak pemain asing lainnya.”

Susunan Pemain Bologna versus Juventus:

Bologna: Lukasz Skorupski; Takehiro Tomiyasu, Danilo, Stefano Denswil, Mitchell Dijks; Gary Medel (Andrea Poli 82′), Mattias Svanberg (Rodrigo Palacio 57′); Riccardo Orsolini (Musa Juwara 82′), Roberto Soriano (Nicolas Dominguez 75′), Nicola Sansone (Gianmarco Cangiano 82′); Musa Barrow.

Pelatih: Sinisa Mihajlovic

Juventus: Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Leonardo Bonucci, Matthijs de Ligt, Mattia De Sciglio (Danilo 66′); Rodrigo Bentancur, Miralem Pjanic (Aaron Ramsey 70′), Adrien Rabiot (Blaise Matuidi 70′); Federico Bernardeschi, Paulo Dybala (Douglas Costa 79′), Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri

Tandem dengan Reza Pahlevi, Kevin Sanjaya Petik Kemenangan Pertama

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani berhasil mengantongi kemenangan pada laga pertama ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament. Kevin/Reza mengalahkan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto dengan skor 18-21, 21-13, 21-19.

Hendra/Pramudya memegang kendali permainan di game pertama, mereka berhasil menahan laju Kevin/Reza dan menutup game pertama dengan kemenangan. Namun pada game kedua, Kevin/Reza membalas kekalahan mereka di game pertama hingga game penentuan terpaksa dimainkan.

Game ketiga berlangsung sengit, Hendra/Pramudya yang sempat memimpin perolehan skor terus dikejar oleh Kevin/Reza. Kedudukan pun seringkali imbang hingga kedudukan genting 19-19. Kevin/Reza lebih dulu unggul di kedudukan match point dengan skor 20-19, satu pengembalian Pramudya yang menyangkut di net membuat Kevin/Reza meraih angka kemenangan.

“Alhamdulillah kami bisa menang, tapi di pertandingan tadi saya masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Semoga bisa lebih baik di pertandingan kedua,” kata Reza seperti dilansir dari NOVA88.

Sementara itu Kevin mengatakan lawan yang dihadapi hari ini cukup sulit. Menurut pemain nomor satu dunia itu, kekuatan setiap pasangan di turnamen ini cukup mereka. Ditambah lagi mereka sudah saling mengenal permainan masing-masing.

“Lawan adalah pasangan yang cukup solid, sebenarnya kekuatan cukup merata dan kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Waktu di game ketiga yang ketat tadi, kami cuma berpikir kalau belum game, ya masih ada kesempatan dapat poin,” timpal Kevin Sanjaya.

Sementara itu, Reza mengaku tak ada masalah berpasangan dengan Kevin yang lebih senior. Malah ia senang bisa bertandem dengan Kevin dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi.

“Nggak ada beban sih pasangan sama Kevin, malah senang banyak dapat pengalaman main sama yang lebih senior,” jawab Reza.

Kevin mengatakan bahwa turnamen ini merupakan ajang yang bisa ia manfaatkan untuk latihan bertanding di turnamen resmi nanti. Para atlet sudah lama tidak bertanding setelah dihentikan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF karena wabah Corona atau Covid-19 yang melanda dunia.

Selain itu pemain yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon itu mengapresiasi kebijakan untuk bertukar pasangan. Hal ini membuat atmoster pertandingan menjadi lebih seru.

“Bagus juga ada kompetisi seperti ini, apalagi kami sudah lama tidak bertanding. Selain itu di sini kami dapat suasana baru juga, pasangannya diputar-putar begini jadi lebih seru sih ” tutur Kevin.

Sementara itu di turnamen ini Marcus Fernandi Gideon berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri. Di laga pertama keduanya menghadapi pasangan senior-junior, Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando.