Sisihkan Van Dijk dan Ronaldo, Messi Raih Ballon d’Or 2019

Momen terindah bagi Messi saat raih Ballon d’OR 2019

Lionel Messi baru saja mengukir sejarah personal. Bintang Barcelona itu sukses memenangi penghargaan Ballon d’Or 2019. Pemain asal Argentina itu sukses menyingkirkan dua kandidat lainnya yakni Virgil Van Dijk dan Cristiano Ronaldo. Saat raih Ballon d’OR, Messi terlihat begitu sumringah.

Penganugerahan itu dilakukan di Paris, Perancis pada Selasa, 3 Desember 2019 lalu. Messi mencatatkan keunggulan tipis atas Van Dijk. Pemilihan Messi tentu tidak lepas dari performa gemilang musim lalu dengan sukses mengantar Barcelona menjadi juara La Liga dan Copa del Rey. Selain itu Messi menjadi pemain paling subur di benua Eropa.

Mengapa Dijk bisa tersingkir?

Meski begitu performa Van Dijk tak kalah gemilang. Pemain ini tidak hanya piawai mengawal lini belakang Liverpool, tetapi juga kerap berkontribusi mencetak gol melalui tandukan kepala. Buntut dari performa gemilang Van Dijk musim lalu, timnya mampu meraih trofi Liga Champions Eropa dan nyaris memenangi Liga Primer Inggris.

Performa gemilang Van Dijk belakangan ini membuat sang pelatih, Jurgen Klopp tetap menjagokannya sebagai pemain terbaik. Klopp memuji kemampuan Messi, namun bagi pelatih asal Jerman itu, musim lalu adalah musimnya Van Dijk.

Klopp: “Virgil layak menang…”

“Keputusan itu dibuat jurnalis bukan? Saya melihatnya sedikit berbeda. Lionel Messi mungkin peman terbaik yang pernah saya lihat selama hidup saya, tapi musim lalu, saya rasa tidak ada bek yang tampil sebagus itu,” tandas Klopp.

“Rasanya Virgil juga berhak jadi pemenang. Kami juara Liga Champions dan dia tampil luar bisa,” lanjutnya.

Selain Van Dijk, Liverpool tercatat mengirim wakil terbanyak dalam daftar 30 nominasi penghargaan prestisius tersebut. Tak kurang dari tujuh pemain Si Merah berada dalam daftar panjang itu. Pemain lain yang masuk nominasi adalah Sadio Mane. Pemain asal Senegal itu bahkan menyebut dirinya siap bersaing untuk memenangi trofi tersebut musim mendatang.

Tekad tersebut disampaikan Mane melalui postingan video pendek di jejaring sosial twitter.

Mane absen dari acara Ballon d’OR

“Hai semua, ini Sadio Mane, saya inginnya bersama kalian semua, tapi amat disayangkan jadwal tidak memungkinkan sebab ada pertandingan pada Rabu nanti. Saya mengucapkan selamat kepada pemenangnya dan memberinya janji tahun depan. Saya akan berusaha ada di sana dan mungkin mengangkat trofi Ballon d’Or. Insyaallah. Sampai jumpa,” tandas Mane.

Sementara itu Messi dalam pernyataan pasca memenangi gelar tersebut menyebut rekornya memenangi enam Ballon d’Or bakal terpecahkan di masa-masa mendatang.

“Kupikir begitu. Aku tidak tahu siapa yang bisa melakukannya tapi mungkin saja. Rekor dibuat untuk dipecahkan, tapi aku tidak tahu siapa atau kapan. Namun, untuk sekarang aku yang memegang rekornya dan aku sangat bahagia,” tegas Messi.

Berikut 10 besar pesepakbola terbaik 2019:

10 – Riyad Mahrez (Man City)

9 – Bernardo Silva (Man City)

8 – Robert Lewandowski (Bayern Munich)

7 – Alisson Becker (Liverpool)

6 – Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain)

5 – Mohamed Salah (Liverpool)

4 – Sadio Mane (Liverpool)

3 – Cristiano Ronaldo (Juventus)

2 – Virgil van Dijk (Liverpool)

1 – Lionel Messi (Barcelona)

Arsenal Ditekuk Tim Papan Bawah di Pekan ke-15 Liga Inggris

Liga Premier Inggris pekan 15, The Gunners kandas oleh tim papan bawah

Arsenal meraih hasil minor di pertandingan ke-15 Liga Primer Inggris yang berlangsung pada Kamis, 5 Desember 2019 waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Menjamu Brighton and Hove Albion di Stadion Emirates, klub berjuluk The Gunners itu menyerah dengan skor 1-2.

Satu-satunya gol Arsenal di laga itu dicetak oleh Alexandre Lacazette di menit ke-50. Sementara itu sepasang gol tim tamu dicetak oleh Adam Webster di menit ke-36 dan Neal Maupay di menit ke-80.

Pil pahit bagi Ljungberg

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Arsenal. Selain itu menjadi pil pahit bagi pelatih baru The Gunners, Freddie Ljungberg yang belum lama menggantikan posisi Unay Emery sebagai pelatih utama.

Selain itu hasil buruk ini mempengaruhi posisi Arsenal di tabel klasemen sementara. Posisi Arsenal semakin melorot. Dengan raihan total 19 poin Arsenal turun ke urutan ke-10, hanya berjarak satu poin dari Brigton and Hove Albion di posisi ke-13.

Pelatih Arsenal, Freddie Ljungberg, membuka sebab kekalahan timnya di laga ini. Ia menyebut hasil-hasil kurang meyakinkan belakangan ini menjadi alasan. Hal ini membuat rasa percaya diri para pemain Arsenal semakin memudar.

Ljungber: “Situasi yang sulit…”

“Tentu ini mengecewakan, tapi kami harus jalan terus. Kepercayaan diri pemain rendah, saya kira Anda bisa melihatnya. Ada sedikit reaksi di babak kedua, tapi Anda harus harusnya memulai pertandingan seperti itu,” tandas Ljungberg.

Lebih lanjut ia mengatakan kini tugasnya adalah membangkitkan kembali rasa percaya diri para pemain sehingga membuat Arsenal kembali berenergi.

“Kami dalam situasi yang sulit, kami kalah di banyak pertandingan dan kepercayaan diri menurun. Kami memulai laga dengan datar tanpa energi. Tugas saya untuk membuat mereka agresif dan bermain dengan energi,” lanjutnya.

Absennya Mustafi

Di laga tersebut sang pelatih tidak menyertakan Shkodran Mustafi. Ljungberg sendiri memiliki alasan tersendiri dengan mencoret pemain tersebut.

“Jika kita melihat pertandingan melawan Norwich, saya pikir sisi ofensif kami membuat langkah besar, bagaimana kami bermain dan bagaimana kami menguasai bola. Tapi kami sangat rentan terhadap serangan balik dan itulah yang kami coba benahi dan mencoba memilah-milah dalam pelatihan, dan mungkin pada line up sedikit,” ungkapnya.

Susunan pemain Arsenal versus Brighton and Hove Albion

Arsenal: Bernd Leno; Hector Bellerin, Sokratis, David Luiz, Sead Kolasinac (Kieran Tierney 72′); Granit Xhaka, Lucas Torreira; Pierre-Emerick Aubameyang, Joe Willock (Nicolas Pepe 46′), Mesut Ozil; Alexandre Lacazette (Gabriel Martinelli 77′).

Pelatih: Freddie Ljungberg

Brighton and Hove Albion: Mat Ryan; Adam Webster, Lewis Dunk, Dale Stephens; Davy Propper (Leandro Trossard 80′), Aaron Mooy; Steven Alzate (Shane Duffy 88′), Pascal Gross, Aaron Connolly (Martin Montoya 76′), Dan Burn; Neal Maupay.

Pelatih: Graham Potter

Messi Cetak Gol, Barcelona Dipecundangi Levante

Tuai hasil negatif di ajang La Liga, Barcelona dipermalukan Levante

Meskipun sang bintang, Lionel Messi cetak gol. Barcelona tetap menuai hasil negatif di pekan ke-12 La Liga Spanyol. Bertindak sebagai tim tamu, El Barca dipecundangi tuan rumah Levante di Stadion Ciutat de Valencia pada Sabtu, 2 November 2019 malam WIB. Barcelona takluk dengan skor 1-3.

Satu-satunya gol Barcelona dicetak koleh Lionel Messi di menit ke-38 dari titik penalti. Sementara itu trigol tuan rumah disumbangkan oleh Jose Campana di menit ke-61, Borja Mayoral di menit ke-63, dan Nemanja Radoja di menit ke-68.

Messi cetak gol, gagal raih 3 poin

Kekalahan ini membuat Barcelona gagal mendapat tiga poin dari laga tandang. Selain itu perolehan poin Barcelona tertahan di angka 22 dari 11 pertandingan. Beruntung Barcelona masih bercokol di posisi teratas dengan keunggulan selisih gol atas rival abadi, Real Madrid.

Sementara itu bagi Levante tambahan tiga poin membuat tabungan poin merka menjadi 17 dari 12 pertandingan dan berada di urutan kedelapan.

Kekalahan ini sungguh disayangkan Barcelona. Sekalipun bertindak sebagai tim tamu mereka mampu menguasai jalannya pertandingan. Bahkan penguasaan bola Barcelona di paruh pertama lebih dari 60 persen.

Unggul di menit 38″

Lionel Messi sempat membawa Barcelona unggul di menit ke-38. Pelanggaran bek Levante, Jorge Miramon terhadap Nelson Semedo di kotak penalti berujung penalti. Tampil sebagai eksekutor, Messi sukses menjalankan tugasnya.

Di babak kedua Barcelona masih menguasai jalannya pertandingan. Namun tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui Jose Campana yang sukses menuntaskan umpan terukur Jose Luis Morales. Gol ini membuat Levante semakin bersemangat. Mereka pun sukses menambah dua gol untuk memastikan kemenangan 3-1.

Kekalahan ini membuat pelatih Barcelona, Ernesto Valverde mendapat sorotan. Namun demikian sang pelatih enggan mengundurkan diri dari kursi pelatih. Ia tegas mengatakan tak akan meletakkan jabatan usai kekalahan menyakitkan itu.

Valverde khawatir tergeser oleh Real Madrid

“Kami tahu apa artinya jika menang di laga itu. Babak kedua mereka luar biasa dan kami harus menganalisis itu. Mengapa mereka terjadi seperti ini,” beber Valverde.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa situasi ini membuat segenap tim khawatir posisi mereka bakal digusur seteru abadi, Real Madrid.

Susunan pemain Levante versus Barcelona

Levante (4-3-1-2): 13-Aitor Fernandez; 20-Jorge Miramon, 15-Sergio Postigo, 14-Ruben Vezo, 19-Carlos Clerc; 22-Gonzalo Melero, 5-Nemanja Radoja, 24-Jose Campana (18-Erick Cabaco 87′); 10-Enis Bardhi (16-Ruben Rochina 62′); 11-Jose Luis Morales (17-Nikola Vukcevic 82′), 21-Borja Mayoral

Pelatih: Pacu Lopez

Barcelona (4-3-3): 1-Marc ter Stegen; 20-Sergi Roberto, 15-Clement, 3-Gerard Pique, 2-Nelson Semedo; 8-Arthur Melo (31-Ansu Fati 66′), 22-Arturo Vidal (5-Sergio Busquets 65′), 21-Frenkie de Jong; 10- Lionel Messi, 9-Luis Suarez (27-Carles Perez 41′), 17-Antoine Griezmann

Pelatih: Ernesto Valverde

Spanyol Pungkasi Kualifikasi Euro 2020 Dengan 5 Gol Tanpa Balas

Pesta 5 gol tanpa balas, Timnas Spanyol kandaskan Rumania

Tim nasional Spanyol meraih hasil maksimal di pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung pada Senin, 18 November 2019 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. Menghadapi Rumania di Stadion Wanda Metropolitano, Spanyol menang 5 gol tanpa balas.

timnas spanyol pesta 5 gol tanpa balas - infoprioritas.com

5 gol tanpa balas dari tuan rumah dipersembahkan oleh Fabian Ruiz di menit kedelapan, Gerard Moreno di menit ke-33 dan 43, gol bunuh diri bek Adrian Rus di menit ke-45, dan Mikel Oyarzabal di menit ke-90+1.

Tiket Final Piala Eropa bagi La Roja

Kemenangan ini menutup kiprah La Furia Roja di babak kualifikasi dan memantapkan langkah ke putaran final tahun depan. Dengan status tak terkalahkan, Tim Matador total mengemas total 26 poin dari 10 pertandingan. Spanyol unggul lima poin dari Swedia di urutan kedua. Sementara itu Rumania tertahan di posisi keempat dengan raihan total 14 poin dari 10 laga, berjarak tiga poin dari Norwegia di posisi ketiga.

Spanyol tak pernah kalah dalam 10 pertandingan yang dilakoni. Sergio Ramos dan kawan-kawan hanya bermain imbang sebanyak dua kali. Spanyol pun mantap ke putaran final ditemani Swedia dari Grup F.

Tanpa formasi utama

Bermain di kandang sendiri membuat Spanyol semakin percaya diri. Meski tidak menurunkan formasi terbaik, dengan mengandalkan sejumlah pemain debutan dan pemain muda, tuan rumah tetap mampu menguasai jalannya pertandingan.

Pesta gol Spanyol dimulai pada menit kedelapan saat Fabian Ruiz sukses menuntaskan kemelut di mulut gawang Rumania. Kemelut ini bermula dari sepakan Dani Carvajal dari jarak dekat. Bola yang sempat diblok kiper Rumania, Ciprian Tatarusanu, berhasil disambar Ruiz untuk menjadi gol.

Gol ini semakin menyemangati Spanyol. Tuan rumah pun mampu menggandakan keunggulan di menit ke-33. Moreno mencetak gol pertamanya di menit ke-33 dan mencetak brace 10 menit kemudian. Spanyol menutup pesta gol di babak pertama oleh gol bunuh diri pemain belakang tim tamu, Adrian Rus.

Kuasai pertandingan dan berpeluang emas

Di babak kedua, Spanyol tetap menguasai jalannya pertandingan. Tim besutan pelatih Robert Moreno memiliki beberapa peluang emas. Namun sayangnya, Spanyol hanya mampu menambah satu gol di paruh kedua.

Sekalipun berhasil mengantar Spanyol ke putaran final Piala Eropa 2020, posisi pelatih Robert Moreno taka man. Federasi Sepak Bola Spanyol tidak memperpanjang kontrak sang pelatih dan lebih memilih untuk kembali memakai jasa Luis Enrique.

“Ketika kualifikasi berakhir pekan depan, kami akan merefleksikan situasinya. Kami sangat senang dengan Robert dan takkan berubah. Sekali turnamen berakhir, kami akan melihat lagi apa yang terjadi,” ungkap Presiden Federasi Sepakbola Spanyol, Luis Rubiales.

Susunan Pemain Timnas Spanyol versus Timnas Rumania

Timnas Spanyol (4-3-3): Kepa Arrizabalaga; Daniel Carvajal, Sergio Ramos (63′ Raul Albiol)), Inigo Martinez, Jose Gaya; Fabian Ruiz, Sergio Busquets, Saul Niguez; Gerard Moreno (56′ Mikel Oyarzabal), Alvaro Morata, Santi Cazorla (69′ Paco Alcacer).

Pelatih: Robert Moreno

Timnas Rumania (4-2-3-1): Ciprian Tatarusanu (c); Romario Benzar, Adrian Rus, Ionut Nedelcearu, Alin Tosca; Razvan Marin (65′ Alexandru Cicaldau), Tudor Baluta; Ianis Hagi (73′), Nicolae Stanciu, Florinel Coman (56’Alexandru Mitrita); George Puscas.

Pelatih: Cosmin Contra

Aksi Takedown Pihak Youtube Terhadap Channel Berkonten Prank Negatif!

Konten “Prank” mulai dipermasalahkan oleh Youtube

Info Prioritas – Video berkonten prank atau jebakan, sebenarnya sudah menjadi trend sejak beberapa periode lalu. Jika menilik asal muasalnya video dengan ide konten jebakan ini, adalah dari video lucu tayangan televisi zaman dahulu, “American Funniest Video”. Pemirsa terhibur dengan konten tersebut. Namun lambat laun esensi dari kelucuan makin menyimpang ke arah jebakan yang seringkali mengesalkan masyarakat. Dan belakangan ini, pihak Youtube selaku provider vlog melakukan aksi takedown akan konten-konten tersebut.

Aksi Takedown Pihak Youtube Terhadap Channel Berkonten Prank Negatif! www.infoprioritas.com

Aksi takedown pihak Youtube, reaksi atas laporan

Pihak Youtube memberikan respon terkait aksi takedown yang dilakukannya. Karena hal ini ternyata mengundang komplain atau keluhan dari para Youtuber atas tindakan tersebut.

“Kami (Youtube) menerima begitu banyak laporan atas konten-konten prank (jebakan) yang justru terindikasi memberikan contoh dan ide yang negatif. Dan kami pun melakukan inspeksi akan hal terkait. Namun pada saat ini yang sudah kami lakukan adalah melakukan takedown atas konten-konten tersebut (konten prank)”, ujar Jawed Karim.

“Selanjutnya, kami memberikan peringatan kepada pemilik channel terkait laporan. Apabila konten seperti itu masih dipublikasikan, maka tindakan tegasnya adalah melakukan ban/delete (blokir/hapus) akun yang bersangkutan”, lanjutnya.

1000+ laporan perhari

Dalam satu hari, ada lebih dari 1000 laporan yang masuk dalam kotak administrasi Youtube yang mengeluhkan hal konten prank yang memberikan efek didik negatif. Hal ini perlu ditanggapi secara serius. Karena Youtube tidak hanya tayang di negara-negara yang mempunyai toleransi atas konten terkait.

Menurut informasi, pihak Youtube sudah melakukan takedown atas 500 konten video prank sebagai aksi perdana pada awal Desember 2019 pekan kemarin. Dari 500 konten tersebut juga sudah diberikan peringatan agar tidak dipublikasi ulang oleh pemilik channel. Sanksi yang akan diberikan adalah pihak Youtube akan menutup permanen channel terkait.

Keluhan Youtuber

Menurut para Youtuber, video dengan konten tersebut adalah permintaan pasar pemirsa. Mereka hanya melakukan apa yang menjadi permintaan pasar demi mendapatkan viewer. Dan konten tersebut pada saat ini bisa mendulang ledakan viewer dalam waktu singkat.

Bahkan ada sebagian besar Youtuber yang menganggap ini hanya akal-akalan Youtuber lain yang ingin bertindak tidak fair dalam persaingan “rebutan viewer”.

“Benarkah demikian?”

Kategori konten yang di takedown

Para Youtuber yang terkena imbas atas laporan konten terkait mencoba menganalisa. Karena ternyata, konten yang paling banyak di takedown pihak Youtube adalah konten dari Youtuber asal Indonesia.

“Apa saja konten prank yang dinilai Youtube negatif?”

Berikut ini adalah kategori konten-konten prank yang terkena “sapu” oleh Youtube:

  • Membahayakan » kategori membahayakan yang dimaksud adalah jebakan-jebakan yang beresiko mencelakakan orang lain.
  • Seksual » kategori prank yang mengarah esek-esek tanpa mencantumkan 18+ rating.
  • Menyakiti » kategori menyakiti ini bisa dimasukan dalam menyakiti perasaan sehingga merugikan atau dinilai merugikan.

aksi takedown pihak youtube - infoprioritas.com

Trend Remake Game Jadul, Antara Nostagia Atau Developer Kehabisan Ide

Benarkah developer games kehabisan ide akan kreasi terbaru?

Info Prioritas – Masih ingatkah anda dengan pengumuman heboh yang dibuat oleh salah satu developer game legendaris di event E3 2015 yang lalu? Pastinya anda para gamer masih mengingat akan kejadian fantastis yang membuat anda merinding. Momen tersebut boleh dikatakan sebagai pemicu terjadinya trend remake game jadul (yang legendaris tentunya).

benarkah trend remake game jadul hanya alasan developer dalam berkreasi? - infoprioritas.com

Namun sejak saat itu, mulai bermunculan judul-judul game lawas era konsol Playstation generasi pertama (PSX). Sebut saja, Spyro, Crash Bandicot, Digimon World, Dino Crisis, Resident Evil dan lainnya. Lalu muncul pertanyaan di kalangan pengamat game, “Apakah developer game sekarang ini sedang kehabisan ide dalam menyajikan permainan terbaru yang lebih keren?”

“Atau mereka (developer) ingin mengajak gamer bernostalgia?”

Fakta di balik trend remake game jadul saat ini

22 tahun yang lalu, sebuah perusahaan developer game bernama Squaresoft (sekarang bernama Square-Enix). Mengguncang dunia gamer dengan menerbitkan sebuah permainan bergenre RPG (Role Playing Game), yaitu Final Fantasy 7. Dan Final Fantasy 7 pun dinobatkan sebagai “Game of the Year”, oleh kalangan gamer dan pengamat games.

Begitu banyak kenangan dari game tersebut, hingga banyak Fans berangan-angan untuk bisa memainkan game ini lagi dalam bentuk dan teknologi yang saat ini, yaitu Super Reality 3D Polygon dan Computer Generated Imagery.

Walhasil, event E3 2015 adalah jawaban tegas dari Square-Enix untuk penggemar Final Fantasy 7. Game tersebut secara positif akan dirilis khusus konsol Playstation 4 tepat tanggal 3 Maret 2020 yang akan datang.

Apa komentar gamer?

Berikut ini adalah pendapat dari sebagian besar gamer di sosial media Facebook dan Twitter terkait trend remake game lawas alias jadul:

“Developer tidak kehabisan ide, tapi mungkin mereka juga butuh perputaran modal untuk menciptakan game-game terbaru nantinya. Me-remake game favorit gamer adalah solusi”.

“Nostalgia game tua? Why not? Kita positif saja, karena selama bisa dinikmati. Pastinya akan tetap diterima walaupun ada alasan dibalik itu”.

“Remake game tidak bisa menjadi patokan bahwa developer kekurangan ide lagi dalam berkarya. Sisi positif dari remake game sangat banyak dalam industri gaming”.

“Menikmati game lawas dalam balutan teknologi terkini itu bukan dosa besar”.

nostalgia jadi alasan developer melakukan remake game jadul hingga menjadi trending - www.infoprioritas.com

Ronaldo Kembali Cetak Gol, Portugal Sisihkan Serbia

Timnas Portugal berhasil sisihkan Timnas Serbia untuk ke Final Piala Eropa 2020

Tim nasional Portugal akhirnya mampu menyegel satu tempat di putaran final Piala Eropa 2020. Hal ini ditentukan oleh kemenangan di babak kualifikasi yang digelar pada Minggu, 17 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB saat menghadapi Luksemburg di Stade Josy Barthel. Ini berarti juga akan keberhasilan Portugal sisihkan Serbia.

Portugal menang dua gol tanpa balas berkat sumbangsih gol dari Cristiano Ronaldo di menit ke-86 dan Bruno Fernandes di menit ke-39. Tambahan tiga poin di laga ini membuat Portugal berhak mendampingi Ukraina ke putaran final.

Kemas 17 poin, Portugal melanggeng mulus

Portugal mengemas total 17 poin dari delapan pertandingan, berjarak tiga poin dari Ukraina. Sementara itu Serbia harus merelakan tiket kedua dari Grup B kepada Portugal setelah di laga penentuan hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Ukraina. Serbia menempati peringkat ketiga dengan raihan total 14 poin dari delapan laga yang telah dijalani.

cr7 dalam kondisi baik - portugal sisihkan serbia - infoprioritas.com

Tampil di kandang lawan tak menyurutkan semangat Portugal. Tim besutan Fernando Santos itu langsung melancarkan serangan sejak menit pertama. Portugal berhasil membuka keunggulan di menit ke-39 melalui Fernandes usai sukses menuntaskan umpan jauh yang dilepaskan Bernardo Silva. Sepakan keras Fernandes tak mampu digagalkan kiper tuan rumah.

Cetakan gol CR7, pastikan dirinya dalam kondisi baik

Gol ini melecut semangat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan. Namun hingga babak pertama berakhir, upaya tuan rumah tak membuahkan hasil.

Di awal babak kedua, Luksemburg berusaha meningkatkan intensitas serangan. Alih-alih mencetak gol, gawang tuan rumah justru kembali bobol. Bermula dari umpan Bernardo Silva kepada Diogo Jota bola kemudian diarahkan ke mulut gawang. Sempat terjadi kemelut. Ronaldo akhirnya berhasil memanfaatkan bola liar di mulut gawang tuan rumah untuk menggandakan keunggulan Portugal. Gol pemain Juventus itu sekaligus mengunci kemenangan tim tamu.

Ronaldo yang kembali mencetak gol di laga ini seakan mengisyaratkan bahwanya dirinya baik-baik saja. Ia sepertinya ingin mengirim pesan bahwa kondisinya tidak seperti yang ramai diberitakan terkait sepak terjangnya di kompetisi Serie A Italia.

Sarri: “Ronaldo tidak bisa bermain penuh…”

Meski begitu Ronaldo mengakui bahwa kondisinya tidak 100 persen fit dalam beberapa laga terakhir di pentas Serie A. Ia mengakui tepat keputusan pelatih Juventus, Maurizio Sarri yang tidak bisa memberikan waktu bermainnya secara penuh.

“Dalam tiga minggu terakhir, saya sudah dalam posisi terbatas. Semua orang tahu saya tak suka diganti, tapi tidak ada masalah dengan gestur saya setelah ditarik keluar,” ungkap Ronaldo.

Lebih lanjut mantan pemain Real Madrid itu mengatakan bahwa dirinya hanya ingin membantu timnya untuk meraih kemenangan.

“Saya mencoba membantu Juventus dengan bermain dalam kondisi cedera. Tak ada yang suka diganti, tapi saya memahaminya karena saya tak dalam kondisi baik di dua laga itu. Saya tak dalam level 100 persen,” lanjutnya.

Susunan pemain timnas Luksemburg versus timnas Portugal

Timnas Luksemburg: 1-Anthony Moris, 7-Christian Gerson, 2-Maxime Chanot, 18-Laurent Jans, 19-Aldin Skenderovic, 13-Dirk Carlson, 10-Vincent Thill (17-Aurelien Joachim 82′), 16-Leandro Barreiro (14-Danel Sinani 74′), 21- Maurice Deville, 20-David Turpel (15-Olivier Thill 59′), 17-Gerson Rodriguez

Pelatih: Luc Holtz

Timnas Portugal: 1-Rui Patricio, 5-Raphael Guerreiro, 6-Jose Fonte, 4-Ruben Dias, 15-Ricardo Pereira, 13-Danilo, 21-Pizzi (8-Joao Moutinho 62′), 16-Bruno Fernandes (18-Ruben Neves 90′), 10-Bernardo Silva, 7- Cristiano Ronaldo, 23-Andre Silva (20-Diogo Jota 71′)

Pelatih: Fernando Santos

Jamu Moldova, Perancis Raih Poin Penuh di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Bukukan poin penuh, Perancis menangkan laga kontra Moldova pada Kualifikasi Piala Eropa 2020

Tim nasional Perancis sukses meraih poin sempurna di pertandingan lanjutan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020. Bermain di kandang sendiri di Stade de France, Paris pada Kamis, 14 November 2019 waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, Perancis sukses menekuk Moldova dengan skor 2-1.

Kualifikasi Piala Eropa 2020 - Perancis vs Moldova - www.infoprioritas.com

Sepasang gol Les Blues disumbangkan oleh Raphael Varane di menit ke-35 dan penalti Olivier Giroud di menit ke-79. Sementara itu gol tunggal tim tamu dilesatkan oleh Vadim Rata di menit kesembilan.

Kemas 22 poin dalam 9 laga

Tambahan tiga poin ini membuat Perancis kini mengemas total 22 poin dari sembilan pertandingan. Perancis pun menggeser Turki dari posisi puncak grup. Kekalahan ini membuat Moldova makin terbenam di dasar klasemen dengan tabungan total tiga poin. Peluang Prancis lolos ke putaran final Piala Eropa tahun depan semakin terbuka lebar.

Perancis yang tampil di hadapan publik sendiri berusaha mencuri kesempatan sejak menit pertama. Namun mereka dikejutkan oleh gol cepat tim tamu saat pertandingan baru berjalan sembilan menit.

Samakan kedudukan di menit 35″

Bermula dari kesalahan Clement Lenglet di kotak penalti, Vadim Rata sukses menaklukkan Steve Mandanda di bawah mistar gawang Perancis. Gol ini melecut semangat para pemain Perancis untuk semakin giat menekan.

Tidak mudah bagi Perancis untuk mencetak gol. Butuh 35 menit bagi juara dunia itu untuk menyamakan kedudukan melalui Raphael Varane. Gol ini sempat diprotes para pemain Moldova karena menilai Olivier Giroud lebih dulu menyentuh bola dengan tangan. Namun protes para pemain Moldova tak digubris sang pengadil pertandingan. Kedua tim pun bermain imbang 1-1 di paruh pertama.

Kesuksesan Giroud dalam menjawab publik

Di babak kedua, Perancis semakin gencar menekan. Sejumlah peluang emas diperoleh tuan rumah. Namun Perancis baru bisa mencetak gol di menit ke-77. Berawal dari pelanggaran bek Moldova, Veaceslav Posmac terhadap Lucas Digne di kotak terlarang, wasit pun menunjuk titik putih. Sebagai eksekutor, Giroud tak membuang kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Giroud sukses menjawab keraguan publik terkait perannya di lini depan Prancis, sekaligus membuktikan dirinya patut mendapat kepercayaan itu ketimbang pemain depan Real Madrid, Karim Benzema. Benzema saat ini sedang “on fire” dengan menjadi mesin gol Madrid setelah kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus.

Bahkan muncul desakan dari pelatih Madrid, Zinedine Zidane kepada pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps untuk kembali memanggil Benzema. Namun demikian sang pelatih memilih enggan berkomentar.

“Saya tidak masalah dia bilang begitu. Dia adalah pelatih Real Madrid, jadi tugasnya bicara seperti itu,” beber Deschamps.

Susunan Pemain Perancis versus Moldova

Prancis (4-2-3-1): Steve Mandanda; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Clement Lenglet, Lucas Digne; N’Golo Kante, Corentin Tolisso; Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Kingsley Coman (Thomas Lemar 88′); Olivier Giroud

Pelatih: Didier Deschamps

Moldova (5-3-2): Alexei Koselev; Ion Jardan (Dinu Graur 68′), Artur Craciun, Veaceslav Posmac, Igor Armas, Sergiu Platica; Catalin Carp, Eugeniu Cociuc, Artur Ionita; Radu Ginsari (Nicolae Milinceanu 74′), Vadim Rata (Arthur Patras 81′)

Pelatih: Semen Altman

Catatan Impresif Timnas Italia di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Kandaskan Bosnia, Italia jadi virus positif pada Kualifikasi Piala Eropa 2020

Tim nasional Italia sukses menjaga tren positif di Kualifikasi Piala Eropa 2020. Menghadapi Bosnia Herzegovina di matchday sembilan, Italia mencatatkan kemenangan tiga gol tanpa balas. Tiga gol Italia di Stadion Bilino Polje, Jumat, 15 November 2019 waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB itu disumbangkan oleh Francesco Acerbi di menit ke-21, Lorenzo Insigne di menit ke-37, dan Andrea Belotti di menit ke-52.

timnas italia - catatan impresif dalam kualifikasi piala eropa 2020 - www.infoprioritas.com

Kemenangan ini menjaga catatan tak pernah kalah Italia dalam sembilan pertandingan kualifikasi. Italia pun mengemas poin sempurna yakni 27 poin dan memastikan diri lolos ke putaran final dengan status juara grup.

Barella ciptakan gol pembuka

Italia sebenarnya berada dalam tekanan di paruh pertama. Namun mereka tampil lebih efektif dengan memanfaatkan peluang yang lebih sedikit untuk mencetak sepasang gol. Gol pertama Italia berawal dari umpan Nicolo Barella yang diselesaikan dengan baik oleh Acerbi setelah mengecoh pemain belakang tuan rumah.

Sementara itu gol kedua berawal dari umpan Andrea Belotti yang dilanjutkan dengan tendangan mendatar oleh Lorenzo Insigne untuk menaklukkan Ibrahim Sehic di bawah mistar gawang Bosnia.

Italia yang unggul dua gol di babak pertama berhasil menambah gol di awal babak kedua. Kali ini giliran Belotti yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan umpan terobosan Barella.

Catatan sembilan kemenangan beruntun menjadi sejarah tersendiri bagi timnas Italia. Catatan tersebut merupakan rekor baru, melampaui catatan timnas Italia pada periode 1938 hingga 1939 yang diasuh Vittorio Pozzo.

Kegembiraan Mancini

Tak heran pelatih Italia, Roberto Mancini tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia senang bisa mematahkan rekor yang telah bertahan selama lebih dari setengah abad tersebut.

“Saya senang dengan rekor yang kami miliki saat ini,” beber Mancini.

Namun pelatih asal Italia itu menegaskan pencapaian tersebut tidak lepas dari performa gemilang anak asuhnya. Namun ia mengatakan pembuktian sesungguhnya adalah saat gelaran Piala Eropa 2020 tahun depan.

Lampaui sang legenda

“Bisa melampaui legenda seperti Pozzo merupakan sesuatu yang istimewa. Namun jalan kami masih panjang dan kami tidak bisa berpuas dir,” lanjutnya.

Hasil impresif ini merupakan langkah baik untuk mengobati kekecewaan setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 lalu.

Susunan pemain Bosnia-Herzegovina versus Italia

Bosnia-Herzegovina (4-3-3): 12-Ibrahim Sehic; 4-Zoran Kvrzic, 3-Ermin Bicakcic, 18-Adnan Kovacevic, 5-Sead Kolasinac; 7-Muhamed Besic, 10-Miralem Pjanic, 13-Gojko Cimirot; 8-Edin Visca, 11-Edin Dzeko, 19-Rade Krunic.

Pelatih: Robert Prosinecki

Italia (4-3-3): 21-Gianluigi Donnarumma; 7-Alessandro Florenzi, 19-Leonardo Bonucci, 15-Francesco Acerbi, 3-Emerson Palmieri; 18-Nicolo Barella, 8-Jorginho, 6-Sandro Tonali; 20-Federico Bernardeschi, 9-Andrea Belotti, 10- Lorenzo Insigne.

Pelatih: Roberto Mancini

Riyad Mahrez Man of the Match The Citizens di Pekan ke-13 Liga Inggris

Kemenangan City di pekan 13 EPL, berkat Riyad Mahrez yang tampil gemilang

Riyad Mahrez menjadi pahlawan kemenangan Manchester City saat menggasak Chelsea di pekan ke-13 Liga Primer Inggris. Pertandingan tersebut digelar di kandang City di Stadion Etihad pada Sabtu, 23 November 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. City menang dengan skor 2-1.

Manchester City vs Chelsea - Riyad Mahrez Man of the Match

Mahrez menjadi penentu berkat golnya di menit ke-37, setelah sebelumnya Raheem Sterling mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-27. Sementara itu gol tunggal tim tamu dicetak oleh N’Golo Kante di menit ke-21.

Naik ke posisi tiga klasemen EPL

Kemenangan City ini sangat penting bagi mereka. Tambahan tiga poin membuat City kembali ke posisi ketiga dengan raihan total 28 poin dari 13 pertandingan. Manchester Biru unggul dua poin dari Chelsea di posisi keempat. Sementara itu posisi teratas masih ditempati Liverpool dengan raihan total 37 poin dari 13 pertandingan, unggul delapan poin dari Leicester City di tempat kedua.

Chelsea langsung menekan sejak menit awal. Buktinya, tim tamu mampu unggul lebih dulu saat pertandingan memasuki menit ke-21. Berawal dari umpan Mateo Kovacic, N’Golo Kante berhasil melepaskan tembakan terarah yang tak mampu digagalkan kiper tuan rumah Ederson Moraes.

City sukses imbangi keunggulan The Blues

Namun keunggulan tim tamu tak bertahan lama. City berhasil menyamakan kedudukan enam menit kemudian melalui Kevin De Bruyne usah menuntaskan umpan David Silva. Sebelum kedua tim ke ruang ganti, City kembali mencetak gol dan berbalik unggul. Kali ini giliran Riyad Mahrez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah melewati penjagaan dua pemain Chelsea.

Kedua tim berusaha mencari peluang di babak kedua. Namun dari beberapa peluang yang dimiliki kedua tim, tak satu pun yang berbuah gol. City pun berhak atas tiga poin dari laga kandang ini.

Lampard: “Kami tidak bisa mengontrol lawan…”

Pelatih Chelsea, Frank Lampard menyesali hasil tersebut. Menurut mantan pemain timnas Inggris itu, timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan.

“Kami sebetulnya mengontrol jalannya pertandingan. Kami bermain cukup baik dan merasa mampu mengontrol pertandingan, tapi kamu memang tak bisa benar-benar mengontrol Manchester City sepenuhnya,” beber Lampard.

“Gol pertama (City) itu nasib sial buat kami, tapi gol kedua dari Mahrez betul-betul berkualitas dan itu mengubah pertandingan,” sambungnya.

Susunan pemain Manchester City versus Chelsea

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 27-Joao Cancelo, 5-John Stones, 25-Fernandinho, 22-Benjamin Mendy; 17-Kevin De Bruyne, 16-Rodri (8-Ilkay Guendogan 52′), 21-David Silva (47-Phil Foden 67′); 26-Riyad Mahrez, 10-Sergio Aguero (9-Gabriel Jesus 76′), 7-Raheem Sterling

Pelatih: Pep Guardiola

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga, 28-Cesar Azpilicueta, 15-Kurt Zouma, 29-Fikayo Tomori, 33-Emerson Palmieri (28-Reece James 59′); 7-N’Golo Kante, 5-Jorginho (19-Mason Mount 74′), 17-Mateo Kovacic; 10-Willian, 9-Tammy Abraham (23-Michy Batshuayi 73′), 22-Christian Pulisic.

Pelatih: Frank Lampard