Beta Tester Valiant Force 2

Beberapa fans di Singapura, Malaysia, dan Filipina bisa rasakan bermain Valiant Force 2 bisa lebih cepat dari yang diperhitungkan!

SINGAPURA, (24 November) —Pengembang Singapura XII Braves akan mengawali tes beta selanjutnya untuk permainan unggulannya, Valiant Force 2. Eksperimen akan diawali pada 24 November sampai 1 Desember untuk pemain Android di Singapura, Malaysia, dan Filipina lewat Google Play Store. Valiant Force 2 akan ada diperangkat iOS saat sah dikeluarkan.

Valiant Force 2

Valiant Force 2 ialah sekuel yang sudah lama dinanti-nantikan untuk games mobile yang dianggap, Valiant Force, yang di-launching di tahun 2016. Semenjak sekuelnya dipublikasikan dua bulan kemarin, studio sudah dengan aktif mengikutsertakan fans di sosial media dan sudah mendapat penganut online yang terhormat. XII Braves belakangan ini melaunching sebuah video yang memperlihatkan penampilan pertama dari gameplay dan pemain akan rasakan sendiri versus terkini dari online games itu.

XII Braves akan tampilkan Valiant Force 2 di stan mereka di Anime Festival Asia (AFA) dari tanggal 25 sampai 27 November. Sorotan dari acara mereka terhitung booth photo, merchandise terbatas VF2, cosplayer, dan piranti demonstrasi untuk khalayak untuk coba permainan.

Pra-registrasi untuk games ini sedang berjalan mulus! Daftar hadiah perolehan yang memikat, terhitung pahlawan terbatas, dipublikasikan lewat website situs pra-pendaftaran khusus [LINK].
Mengenai Valiant Force 2

Dunia Arathos sarat dengan kerusuhan dan ketidakjelasan sesudah lenyapnya Kristal Arathos. Pemain ikuti cerita Elise Arkwright, seorang kesatria muda dan penuh keinginan. Bersama dengan rekan-rekan paling dekatnya, Felix Vulcan dan Maeve Astraea, Elise mengawali perjalanan melewati Arathos atas nama keadilan.

Valiant Force 2 ialah RPG Koleksi Pahlawan Vital di mana pemain berusaha lewat narasi yang sulit dalam gameplay taktis berbasiskan gantian. Feature gameplay lagi yang iconic seperti Penyeleksian Karier dan Kisi Aura memungkinkannya untuk sesuaikan pahlawan untuk memberikan mereka keunggulan dalam pertarungan; sementara feature baru seperti gerakan peta taktis dan beragam mekanika medan menambah recikan penghargaan waralaba.

Episode Potong Pra-Registrasi baru: Feature gameplay baru sudah tersingkap dalam video gameplay terkini. Penampilan watak saat ini dianimasikan dalam episode potong pra-registrasi dengan animasi yang lebih aktif.

valiant force 2

Mekanika Medan Perang Baru: VF2 sudah meluaskan skema grid 3×3 yang dipunyai perintisnya yang memberikan dukungan gerakan watak dan feature medan yang memungkinkannya pilihan lebih taktis.

bandar slot pg soft terpercaya 1bandar

Terbang ke Langit: Pemain bisa mendapat pesawat untuk bertindak selaku pangkalan operasi mereka. Tiap pesawat bisa disamakan dengan dekor dan kamar individu dapat di tinggali oleh pahlawan opsi mereka. Pertarungan dapat diselenggarakan di dek pesawat, dengan susunan ofensif, protektif, dan support untuk menolong pemain dalam pertarungan.

VF2 Akan Datang di AFA: XII Braves akan tampilkan VF2 di Anime Fest Asia 2022 di Singapura. Mari bertandang, coba permainan, dan peroleh beberapa merchandise FV2 terbatas!

Hadiah Pra-Pendaftaran: Perolehan pra-pendaftaran sudah dipublikasikan; terhitung skin, mata uang premium, dan Pahlawan terbatas!

Untuk ikuti informasi terkini Valiant Force 2 , turuti kami di Facebook dan Youtube.

Mengenai XII Braves

Dibangun di tahun 2014, XII Braves ialah perusahaan games mobile AAA pertama di Singapura dan bawa industri games Asia Tenggara ke pentas internasional dengan gelar pertama mereka, Valiant Force, dan Shining Beyond. Konsentrasi studio berada pada pembuatan pengalaman mobile gaming terbaik dan dipegang oleh beberapa veteran industri dan team inovatif yang paling berpotensi. Perusahaan ini berkantor pusat di Singapura dengan team luar negeri yang berdedikasi yang berbasiskan di Indonesia.

Mengenai Century Games

Century Games yang awalnya DianDian Interactive Holding, dibangun pada 2010 ialah penerbit dan pengembang games global terpenting dengan kantor di Beijing, Shanghai, dan San Francisco. Dengan lebih dari 1.000 pegawai di 20 negara, Century Games sudah mengeluarkan banyak kompilasi games di Facebook, seperti Famili Farm Adventure, Dragonscapes, dan Idle Mafia. Judul yang lain diedarkan di bawah Century Games terhitung King of Avalon dan Guns of Glory.

Berita ini disponsori oleh 1 BandarSBOBET Mobile.

Ronaldo Cetak Gol Bersejarah, Portugal Menang 3-2 Atas Ghana

Tim nasional Portugal sukses memetik kemenangan di matchday pertama Grup H Piala Dunia 2022. Menghadapi timnas Ghana di Ras Abu Aboud Stadium pada Kamis, 24 November 2022 malam WIB, Selecao das Quinas menang dengan skor tipis 3-2.

Satu dari tiga gol Portugal dicetak oleh Cristiano Ronaldo. Eks pemain Juventus dan Manchester United itu mencetak gol dari titik penalti di menit ke-65.

Dua gol lainnya dicetak oleh Joao Felix di menit ke-78 dan pemain pengganti Rafael Leao di menit ke-80. Sepasang gol Ghana dicetak oleh Andre Ayew di menit ke-73 dan Osman Bukari di menit ke-89.

Bagi Ronaldo gol itu sangat bersejarah. Itu merupakan gol ke-108 di level tim nasional sekaligus menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda, melampaui pencapaian para pemain legendaris seperti Pele dan Miroslav Klose.

Kemenangan ini mengantar Portugal ke puncak klasemen sementara Grup H dengan tiga poin. Portugal unggul atas Uruguay dan Korea Selatan yang harus berbagi poin usai bermain imbang tanpa gol. Sementara itu, Ghana sementara ini mendekam di dasar klasemen.

Gol Ronaldo itu mengundang kontroversi. Pihak Ghana sebagaimana ditegaskan sang pelatih, Otto Addo, menilai Ronaldo sebenarnya melakukan diving.

Sementara itu, pelatih Portugal, Fernando Santos tak terlalu puas dengan penampilan timnya. Ia menyoroti aspek pertahanan timnya.

“Dalam hal transisi negatif, kami melakukannya dengan sangat baik, Ghana memiliki 0 tembakan (di babak pertama), kami aman dengan bola, tetapi pasif, kami menginvasi daerah lawan, tetapi kami terus bersirkulasi,” beber Santos.

Pria asal Portugal itu mengakui timnya memang mendapat kejutan dari Ghana namun mampu menciptakan banyak peluang.

“Dalam beberapa menit terakhir, kami menciptakan tiga sampai empat situasi berbahaya, dengan umpan silang, dan pergantian pemain.”

Babak pertama berakhir tanpa gol. Santos mengaku ia menginstruksikan para pemain untuk lebih sabar. Bila tetap tidak berhasil, maka mereka harus mengubah gaya bermain.

“Itu tidak mudah, kami memberi tahu pemain saat turun minum, untuk lebih bersabar, tetapi jika terus-terusan sabar, kami tidak mencetak gol, kemudian kami sepakat mengubah gaya bermain, para pemain paham.”

Ia seperti tidak mengerti dengan kemasukan dua gol.

Susunan pemain Portugal versus Ghana:

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Joao Cancelo, Danilo Pereira, Ruben Dias, Raphael Guerreiro; Ruben Neves (Rafael Leao 77’), Bernardo Silva (Joao Palhinha 88’), Bruno Fernandes; Otavio (William Carvalho 56’), Joao Felix (Joao Mario 88’), Cristiano Ronaldo (Goncalo Ramos 88’)
.
Pelatih: Fernando Santos

Ghana (5-4-1): Lawrence Ati-Zigi; Alidu Seidu (Tariq Lamptey 66’), Daniel Amartey, Alexander Djiku (Daniel-Kofi Kyereh 90’+3), Mohammed Salisu, Abdul-Rahman Baba; Mohammed Kudus (Osman Bukari 77’), Thomas Partey, Salis Abdul Samed (Antoine Semenyo 90’+3), Andre Ayew (Jordan Ayew 77’); Inaki Williams.

Pelatih: Otto Addo

Kejutan Besar Terjadi Lagi, Jepang Tekuk Jerman 2-1

Kejutan besar terjadi lagi. Setelah Argentina ditekuk Arab Saudi, kini giliran Jerman yang menelan pil pahit.

Der Panzer tak berdaya saat menghadapi Jepang di laga pembuka Grup E Piala Dunia 2022 yang digelar di Stadion Khalifa International pada Rabu, 23 November 2022 malam WIB.

Jepang yang sempat tertinggal berhasil bangkit menyamakan kedudukan dan berbalik unggul 2-1 hingga laga usai.

Jerman memimpin melalui penalti Ilkay Gundogan. Ritsu Doan kemudian menyamakan kedudukan. Takuma Asano akhirnya tampil sebagai pahlawan berkat gol penentunya ke gawang Manuel Neuer. Menariknya, kedua pencetak gol Jerman tengah berkarir di negara tersebut.

Kekalahan ini membuat perjuangan Jerman di Grup E semakin berat. Sebab, mereka harus bersaing dengan Spanyol dan Kosta Rika. Jerman akan menghadapi Spanyol yang berpesta 7-0 ke gawang Kosta Rika di matchday selanjutnya.

Saat ini Spanyol memuncaki klasemen sementara, disusuk Jepang, dan Kosta Rika. Jerman sementara ini menghuni dasar klasemen.

“Ini benar-benar hasil yang mengecewakan. Kami memiliki 78 persen penguasaan bola di babak pertama dan pantas memimpin. Tapi kemudian kami tidak mencetak gol kedua dan melakukan kesalahan individu.” tandas Hansi Flick.

Pelatih timnas Jerman itu enggan mencari kambing hitam. Ia sesungguhnya telah mewanti-wanti para pemain Jepang sebelum laga.

“Tidak, kami tidak mencari alasan, itu akan terlalu murah. Saya telah memperingatkan sebelumnya tentang Jepang. Mereka bermain sangat efisien hari ini dan pantas menang,” sambungnya.

Kekalahan ini tentu mengecewakan. Namun, Flick menegaskan mereka harus segera “move on” mempersiapkan diri menghadapi “big match” akhir pekan ini.

“Seperti biasa, kami sekarang akan menganalisis permainan ini dan bersiap untuk hari Minggu. Spanyol adalah lawan yang sangat berbeda dari Jepang. Dengan kekalahan ini, dengan nol poin, kami tentu saja berada di bawah tekanan sekarang, tanpa keraguan. Tapi saya percaya kepada para pemain untuk bisa bangkit di pertandingan selanjutnya.” pungkasnya.

Susunan Pemain Jerman versus Jepang:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Niklas Sule, Antonio Rudiger, Nico Schlotterbeck, David Raum; Joshua Kimmich, Ilkay Gundogan; Serge Gnabry, Thomas Muller, Jamal Musiala; Kai Havertz.

Pelatih: Hansi Flick

Jepang (4-2-3-1): Shuichi Gonda; Hiroki Sakai, Ko Itakura, Maya Yoshida, Yuto Nagatomo; Ao Tanaka, Wataru Endo; Junya Ito, Daichi Kamada, Takefusa Kubo; Daizen Maeda.

Pelatih: Hajime Moriyasu

Kejutan Terbesar di Piala Dunia 2022, Arab Saudi Bekuk Argentina 2-1

Sebuah kejutan besar baru terjadi di panggung Piala Dunia 2022. Itu terjadi di pertandingan pertama Grup C yang mempertemukan timnas Argentina versus timnas Arab Saudi pada Selasa, 22 November 2022 petang WIB.

Argentina yang diperkuat Lionel Messi dan para pemain top yang berkarier di Eropa memang lebih diunggulkan. Namun, di lapangan pertandingan segala sesuatu bisa terjadi.

Itulah yang kemudian ditorehkan Arab Saudi. Tim underdog itu berhasil mengatasi Argentina dengan skor 2-1.

Argentina memang mendominasi pertandingan. Mereka pun mampu membuka keunggulan melalui sepakan penalti Lionel Messi.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan di paruh pertama. Arab Saudi berhasil bangkit dan mencetak sepasang gol dalam waktu tak lebih dari 10 menit.

Mula-mula oleh Saleh Al-Shehri lalu Salem Al-Dawsari mengunci kemenangan wakil Timur Tengah itu. Kekalahan ini membuat Argentina sementara ini menghuni dasar klasemen. Sementara itu, Arab Saudi berada di papan atas.

Argentina tidak bisa tidak harus memberikan reaksi di dua laga selanjutnya saat menghadapi Polandia dan Meksiko. Kemenangan di dua laga itu adalah harga mati bila tidak ingin angkat koper lebih awal.

“[Kekalahan ini] Sulit untuk diproses, karena dalam empat atau lima menit mereka mencetak dua gol ke gawnag kami, dalam satu-satunya tembakan ke gawang,” beber Lionel Scaloni.

Pelatih tim Tango itu menegaskan tidak ada pilihan lain bagi mereka selain bangkit untuk sapu bersih dua pertandingan terakhir.

“Tidak ada pilihan lain selain bangkit. Kami harus memenangkan dua pertandingan berikutnya, kami tidak perlu menganalisis lebih dari itu. Hari ini adalah hari yang menyedihkan.”

Pria asal Argentina itu mengaku dirinya belum berbicara dengan para pemain. Sebab, mereka masih larut dalam kesedihan.

“Saya belum berbicara dengan para pemain, karena mereka masih merasakan perih, dan memikirkan hasil buruk. Nanti kami akan menganalisisnya dengan lebih tenang jika situasinya sudah kembali.”

Scalone mengatakan mereka sebenarnya sudah memprediksi strategi yang akan dipakai Arab Saudi. Selain itu, ia tak berbicara banyak ketika sejumlah gol Argentina di babak pertama dianulir karena offside.

“Kami sudah tahu bagaimana mereka bermain, dan sebenarnya kami sudah persiapkan sebelum pertandingan tentang garis pertahanan lawan selama seminggu terakhir. Off-side-nya beberapa milimeter, tapi itulah teknologi baru. Terlepas dari itu, mereka melakukannya, dan mereka melakukannya dengan baik.”

Susunan pemain Argentina versus Arab Saudi:

Argentina (4-3-3): Martinez, Tagliafico (Acuna 71′), Otamendi, Romero (Martinez 59′), Molina; Gomez (Alvarez 59′), Paredes (Fernandez 59′), De Paul; Di Maria, Lautaro, Messi

Pelatih: Lionel Scaloni

Arab Saudi (4-3-3): Al Owais; Al Shahrani, Al Bulayhli, Al Tambakti, Abdulhamid; Kanno, Al Malki, Al Faraj (Al Abed 45′ (Al-Amri 89′)); Al Dawsari, Al-Shehri (Alganham 78′), Albrikan (Asiri 89′)

Pelatih: Herve Renard

Inggris Pesta 6 Gol ke Gawang Iran di Fase Grup Piala Dunia 2022

Tim nasional Inggris berhasil memetik kemenangan telak di pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2022. Inggris bungkam timnas Iran 6-2 pada pertandingan yang digelar di Khalifa International Stadium pada Senin, 21 November 2022 malam WIB.

Enam gol The Three Lions dicetak oleh Jude Belingham, Bukayo Saka, dan Raheem Sterling di babak pertama. Tiga gol lainnya terjadi di babak kedua masing-masing oleh Saka, dan dua pemain pengganti yakni Marcus Rashford dan Jack Grealish.

Sementara itu sepasang gol Iran diborong oleh sang striker Mehdi Taremi. Salah satunya datang dari titik penalti tersebab pelanggaran Jhon Stones di kotak terlarang.

Hasil ini menjadi awal manis Inggris dalam upaya memburu gelar Piala Dunia. Inggris pun memuncaki Grup B dengan enam poin. Sementara itu, Iran mendekam di dasar klasemen.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate menyesali sepasang gol Iran yang menurutnya tidak perlu terjadi.

“Saya sedikit muak dengan akhir pertandingannya. Menang dengan marjin sebesar itu dan memainkan cara seperti yang sudah kami lakukan di sebagian besar pertandingan, kami seharusnya sangat gembira.”

Pria asal Inggris itu angkat topi dengan perjuangan timnya. Mereka tetap menjaga fokus meski laga sempat terhenti dalam waktu cukup lama.

“Kami tampak siap. Kami menginginkan menjadi tipe tim seperti itu. Mereka melakoni pertandingannya dengan sangat baik. Memang ada banyak penghentian waktu, tapi pressing dan pergerakan kami tadi sangat bagus.”

Ia mengakui di tengah kegembiraan itu terbersit penyesalan karena mereka harus kebbobolan. Terlepas dari itu, kemenangan ini menjadi awal yang bagus.

“Saya seharusnya sangat gembira tapi kami tidak seharusnya kebobolan dua gol di fase seperti di pertandingan tadi. Kami harus tepat di pertandingan melawan Amerika Serikat. Tadi adalah sebuah start yang hebat, tapi kami harus tampil lebih baik lagi.”

Sementara itu Saka yang mencetak brace di laga ini tak kuasa menahan kegembiraan. Ia mengaku hampir kesulitan menggambarkan suasana hatinya.

“Saya tidak bisa menggambarkan perasaan itu, ini luar biasa. Saya sangat senang dan bangga. Kami juga menang jadi ini hari yang sangat istimewa.”

Striker Arsenal itu menegaskan kemenangan ini sesuai harapan sebab mereka memang menargetkan kemenangan di laga pertama.

“Kami membutuhkan awal yang bagus itu. Kami belum menampilkan yang terbaik menjelang turnamen. Ada banyak pembicaraan dan spekulasi tentang performa kami, tetapi kami menunjukkan kepada semua orang seberapa banyak kualitas yang kami miliki dan apa yang dapat kami lakukan.”

Susunan pemain Inggris versus Iran:

Inggris (4-2-3-1):Pickford; Shaw, Maguire (Dier 70′), Stones, Trippier; Rice, Bellingham; Sterling (Grealish 70′), Mount, Saka (Rashford 70′); Kane (Wilson 75′)

Pelatih: Gareth Southgate

Iran (5-4-1): Beiranvand (S.Hosseini 20′); Mohammadi, Hosseini, Cheshmi (Kanani 46′), Pouraliganji, Moharrami; Hajsafi, Karimi (Ezatollahi 46′), Nourollahi, Jahanbaksh (Gholizadeh 46′); Taremi

Pelatih: Carlos Queiroz

Enner Valencia Gemilang, Ekuador Tekuk Qatar di Laga Perdana Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 sudah dimulai. Duel pembuka antara tuan rumah Qatar kontra Ekuador di Al Bayt Stadium, Minggu (20/11/2022) tengah malam WIB berakhir dengan skor 2-0.

Apes bagi tuan rumah. Qatar harus mengakui keunggulan wakil Amerika Selatan itu. Sepasang gol Qatar dicetak oleh Enner Valencia di menit ke-16 dan 31.

Ekuador bahkan sanggup mencetak gol cepat di menit ketiga, juga melalui Enner Valencia. Gol ini berawal dari kelengahan bek tuan rumah. Enner sukses menyambut umpan dengan tandukan mematikan.

Sayangnya, gol itu dianulir wasit. Sang pengadil pertandingan menganggap salah satu pemain Ekuador yakni Michael Estrada lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Ekuador baru benar-benar membuka keunggulan dari titik penalti di menit ke-16. Tendangan Enner tak bisa dibendung kiper tuan rumah.

Enner kemudian mengunci kemenangan Ekuador dengan golnya di paruh kedua. Tak berselang lama, pemain yang kariernya di level klub tak begitu cemerlang, ditarik keluar.

Kemenangan ini lebih dari cukup memberi Ekuador poin sempurna. Ekuador sementara ini memuncaki Grup A dengan tiga poin.

Mantan pemain timnas Inggris, Alan Shearer mengakui keunggulan Ekuador atas Qatar.

“Ekuador total mendominasi laga. Mereka terlalu cepat dan terlalu bagus dibanding Qatar. Ekuador melakukan tugasnya dengan baik di babak pertama, walau babak kedua berjalan datar,” tandas mantan pemain depan itu.

Sementara itu dari kubu tuan rumah, sebagaimana dikatakan sang pelatih Felix Sanchez, mengakui keunggulan lawan.

“Tidak ada alasan untuk penampilan ini dan selamat kepada Ekuador karena mereka menjalani pertandingan yang bagus,” beber Sanchez.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan mereka akan memperbaiki diri. Masih ada kesempatan untuk berbenah sebelum menghadapi pertandingan kedua.

“Kami tidak melakukan yang terbaik mungkin karena tanggung jawab atau karena gugup. Kami tidak memulai dengan baik dan memiliki masalah dalam transisi.”

Sementara itu pelatih Timnas Ekuador Gustavo Alfaro melontarkan sinis atas gol yang dianulir.

“Saya pikir itu gol. Saya pikir Michael Estrada perlu melakukan sesuatu tentang kuku jari kakinya. Terlalu panjang,” tegas Alfaro.

“Saya harus memberikan pujian kepada tim atas sikap, komitmen, cara mereka bermain, cara mereka terus melangkah. Terutama setelah kami mengalami kemunduran di awal pertandingan dengan gol yang dianulir karena offside. Saya harap ini adalah awal dari sesuatu yang besar, yang kami inginkan,” ujar Alfaro.

Susunan pemain Qatar versus Ekuador:

Timnas Qatar(5-3-2): Saad; Homam, Abdelkarim, Khoukhi, Bassam, Pedro; Karim, Aziz, Alhaydos (72′ Waad); Afif, Almoez (72′ Muntari)

Pelatih: Felix Sanchez (Spanyol)

Timnas Ekuador (4-4-2): Galindez; Estupinan, Hincapie, Torres, Preciado; Ibarra (68′ Sarmiento), Caicedo (90′ Franco), Mendez, Plata; Estrada (90′ Rodriguez), Valencia (77′ Cifuentes)

Pelatih: Gustavo Alfaro (Argentina)

 

Sebelum Inggris Kontra Iran, Pembelaan Datang untuk Gareth Southgate

Tim nasional Inggris akan menjalani pertandingan pertama di Piala Dunia 2022 menghadapi wakil Asia, Iran. Duel ini akan digelar di Khalifa International Stadium pada Senin, 21 November 2022 malam WIB.

Kedua peserta yang tergabung di Grup B ini tentu mengincar kemenangan pertama. Modal bagi mereka untuk menjalani persaingan di grup yang juga dihuni Amerika Serikat dan Wales.

Timnas Inggris berangkat ke Qatar tidak dalam kondisi bagus. Mereka menuai hasil buruk belakangan ini hingga terlempar dari UEFA Nations League A, atau kasta teratas turnamen tingkat Eropa itu.

Tak heran, sang pelatih, Gareth Southgate pun menuai beragam kritik. Namun, tidak sedikit yang membelanya. Salah satunya datang dari Ashley Young.

Mantan pemain timnas Inggris itu menganggap berbagai kritik yang dilontarkan kepada Southgate tidak masuk akal.

“Kritikan-kritikan untuk Gareth itu tidak masuk akal dan banyak omong kosongnya. Hanya karena ia gagal di UEFA Nations League, orang-orang berpikir bahwa ia layak dikritik,” beber Young.

Young menilai Southgate sudah memberikan perubahan penting di timnas Inggris. Ia dianggap telah mengubah wajah The Three Lions.

“Memang ketika anda bermain di sebuah turnamen anda ingin terus meraih kemenangan. Namun satu hal yang pasti, Gareth telah mengubah wajah timnas Inggris saat ini.”

Terkait kiprah skuad Tiga Singa di Qatar, Young optimis Southgate dan timnya akan berbicara banyak. Bahkan ia sesumbar Inggris bakal keluar sebagai pemenang.

“Saya yakin bahwa Inggris bisa menjadi juara di Piala Dunia 2022 ini berkaca dengan bagaimana performa mereka di Euro 2020 kemarin. Mereka bisa menjadi juara di turnamen ini. Para pemain ini lebih dari siap untuk menjadi juara,” tegasnya.

Sementara itu, nasib miris dialami Sadio Mane. Bintang timnas Senegal itu terpaksa menjadi penonton, buntut cedera yang dialami saat bermain di level klub. Pemain anyar Bayern Muenchen itu baru saja menjalani operasi dan harus melewatkan Piala Dunia kali ini.

Mane tak lupa mengabarkan kondisi terkeni sekaligus memberi semangat kepada rekan-rekannya. Sebagaimana ia sampaikan di akun Instagram-nya, Mane terlihat tidak mengabarkan kecemasan dan kesedihan kepada timnas Senegal. Ia justru mengungkapkan apresiasi dan penghargaan.

“Alhamdulillah, operasi yang saya jalani di tengah pekan berjalan lancar. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih dan menunjukkan penghargaan saya kepada kalian semua. Senin ini, negara kita tercinta akan bertanding di Piala Dunia, Qatar 2022,” ungkap Mane.

Mane yakin para pemain Senegal mampu memikul tanggung jawab dan mewujudkan harapan rakyat Senegal. Ia juga yakin penampilan timnas Senegal akan mendapat dukungan penuh pendukungnya, meski hanya menatap dari layar kecil.

Absennya Mane membuat lini depan Senegal bakal mengalami krisis. Sebab, Mane merupakan pemain tersubur dan pemilik gol terbanyak sepanjang sejarah Senegal.

Mane sudah mencetak 34 gol. Bahkan hampir separuh dari 25 gol terakhir Senegal disumbangkan Mane.

Siapa yang bakal menggantikan peran Mane sebagai pencetak gol kali ini?

Jelang Laga Pertama Kontra Iran, Timnas Inggris Termotivasi Tim Putri

Tim nasional Inggris akan menjalani pertandingan pertama penyisihan Grup B Piala Dunia 2022 menghadapi timnas Iran. Duel ini dijadwakan pada Senin, 21 November 2022 malam WIB, tepatnya Pukul 20:00 WIB.

Di atas kertas Inggris memang lebih difavoritkan ketimbang wakil Asia itu. Hanya saja, Inggris tak bisa meremehkan Iran.

Meski dihuni para pemain yang berlaga di liga-liga top Eropa, penampilan mereka belakangan ini kurang meyakinkan. Inggris yang merupakan runner-up Piala Eropa 2022 itu tak mampu memetik kemenangan dalam enam laga terakhir.

Buntutnya, skuad Tiga Singa terdegradasi dari UEFA Nations League A. Pelatih Gareth Southgate pun terus dibanjiri kritik, termasuk saat mempersiapkan timnya ke Qatar.

Iran memiliki modal bagus jelang laga ini. Mereka sanggup mengalahkan tim kuat Uruguay satu gol tanpa balas dalam laga pemanasan beberapa waktu lalu. Mehdi Taremi dan kawan-kawan pun sanggup mengimbangi juara Afrika yang diperkuat bintang Bayern Muenchen, Sadio Mane.

Tim nasional Inggris menjadikan kesuksesan tim putri d Piala Eropa belum lama ini sebagai motivasi. Sebagaimana disampaikan pemain senior, Jordan Henderson, pihaknya bersemangat untuk meraih kejayaan.

“The Lionesses telah melakukan pekerjaan yang fantastis dan seluruh negeri mendukung mereka,” beber Henderson.

Gelandang Liverpool itu berharap pihaknya terinspirasi oleh tim putri. Bila sampai berbicara banyak dan menjadi juara akan menjadi sejarah tersendiri.

“Jadi mudah-mudahan kami bisa mengambil inspirasi dari itu dan tampil seperti yang mereka lakukan. Jika kami melakukan itu maka saya yakin kami akan memiliki turnamen yang bagus (juara),” pungkasnya.

5 Pertandingan Terakhir Inggris:

08/06/22 Jerman 1-1 Inggris (UNL)

12/06/22 Inggris 0-0 Italia (UNL)

15/06/22 Inggris 0-4 Hungaria (UNL)

24/09/22 Italia 1-0 Inggris (UNL)

27/09/22 Inggris 3-3 Jerman (UNL).

5 Pertandingan Terakhir Iran:

29/03/22 Iran 2-0 Lebanon (Kualifikasi Piala Dunia)

13/06/22 Iran 1-2 Aljazair (Friendly)

23/09/22 Iran 1-0 Uruguay (Friendly)

27/09/22 Senegal 1-1 Iran (Friendly)

10/11/22 Iran 1-0 Nikaragua (Friendly).

Perkiraan susunan pemain Inggris versus Iran:

Inggris (3-4-3): Jordan Pickford; Harry Maguire, Eric Dier, John Stones; Luke Shaw, Declan Rice, Jude Bellingham, Kieran Trippier; Phil Foden, Harry Kane, Bukayo Saka.

Pelatih: Gareth Southgate (Inggris).

Iran (4-5-1): Alireza Beiranvand; Ehsan Hajsafi, Shojae Khalilzadeh, Hossein Kanaanizadegan, Sadegh Moharrami; Mehdi Taremi, Vahid Amiri, Saeid Ezatolahi, Ahmad Nourollahi, Alireza Jahanbakhsh; Sardar Azmoun.

 

Pelatih: Carlos Queiroz (Portugal).

Disebut Pemain Tidak Laku, Ronaldo: Itu Sampah

Cristiano Ronaldo masih menjadi buah bibir menyusul wawancaranya dengan selebritas Inggris pada akhir pekan lalu. Wawancara ekslusif dengan Piers Morgan kemudian menjadi kontroversi.

Salah satunya adalah terkait karier dan masa depannya di Manchester United. Ronaldo pun menyerang balik pihak yang menyebut kariernya sudah tamat lantaran tidak ada klub yang meminatinya.

“Apa yang mereka katakan dalam tiga bulan terakhir itu sampah dan keliru,” tegas Ronaldo kepada Piers Morgan.

Ia juga membantah berbagai kabar terkait penolakan dari berbagai klub. Ia mengaku dirinya memiliki sejumlah tawaran. Namun, keputusannya untuk bertahan semata-mata karena ia masih merasa nyaman di Manchester.

“Mereka bilang bahwa mereka menawariku ini dan itu, dan banyak presiden dan direktur klub bilang tentang mereka menolakku. Itu sepenuhnya kebohongan, mereka bohong. Karena bukan itu yang sudah terjadi. Aku punya beberapa klub yang mereka ingin merekrutku dan aku tidak pergi karena aku merasa nyaman di sini,” sambungnya.

Pemain berusia 37 tahun itu memberi bukti bahwa dirinya masih menjadi pemain yang patut diperebutkan. Ia mencetak 32 gol musim lalu dan bersama tim nasional Portugal belum juga berhenti cetak gol.

“Aku tadinya termotivasi untuk menjalani sebuah musim yang hebat di sini. Namun, mereka terus mengulangi kabar bahwa tidak ada yang menginginkan Cristiano. Bagaimana mungkin mereka tidak menginginkan seorang pemain yang mencetak 32 gol pada musim lalu, dengan tim nasional?”

Ronaldo mengaku dirinya memang selalu menjadi sasaran kritik. Saat ia diam, tetap saja menjadi sasaran.

“Mereka mengkritik saya ketika saya diam, tentu saja mereka akan mengkritik saya ketika saya benar-benar bicara, lebih keras lagi. Tapi itu sesuatu yang bisa saya hadapi.”

Ia pun mencoba mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. Baginya, hidup memang sulit, dan masing-masing orang memiliki tantangan tersendiri.

“Saya tahu saya akan mengecewakan sejumlah orang. Mungkin saya akan berbaikan dengan sejumlah orang. Tapi yang terjadi ya terjadilah. Hidup itu sulit, kita punya rintangan dalam kehidupan kita.”

Ia tidak akan mundur dari berbagai rintangan. Ia mengaku akan terus berlari untuk melawan para pengkritik dan membuktikan bahwa mereka keliru.

“Dan saya akan terus berlari untuk melawan orang-orang yang tak percaya dengan saya. Saya ingin orang-orang tahu mereka keliru. Sulit, sulit bagi saya untuk bilang saya tak akan kembali ke Manchester United. Tapi terlepas dari itu, seperti yang Anda bilang, ini…mari kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

Sebelumnya mantan pemain United, Garry Neville mengaku situasi yang terjadi saat ini lantaran baik Ronaldo maupun Manchester United belum dewasa.

 

Sedih, Sadio Mane Dipastikan Absen Total di Piala Dunia 2022

Kabar buruk bagi penggemar tim nasional Senegal. Salah satu bintang dipastikan absen di Piala Dunia 2022. Dia adalah Sadio Mane.

Pemain yang pernah bermain untuk Liverpool itu belum juga pulih dari cedera lutut. Cedera itu dialami saat membela Bayern Muenchen kontra Werder Bremen pada 8 November 2022 lalu.

Proses pemulihan cedera ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Mane harus menjalani operasi dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh.

Alhasil, prediksi bahwa mane akan absen di laga pertama saat Senegal kontra Belanda pada Senin, 21 November 2022 malam WIB, ternyata lebih dari itu.

Hal ini dikonfirmasi oleh dokter timnas Senegal, Manuel Afonso. Ia mengatakan Mane terpaksa dicoret dari skuad Senegal di Piala Dunia kali ini.

“Sayangnya, hasil pemindaian MRI hari ini (Kamis) menunjukkan bahwa perkembangannya tidak sesuai dengan yang kami bayangkan dan sayangnya kami harus mencoret Sadio dari Piala Dunia,” beber Manuel Afonso.

Absennya Mane tentu menjadi kehilangan bagi Senegal. Tim ini menjadi salah satu harapan dari Afrika untuk berbicara banyak di Qatar.

Selain Mane, Senegal juga mengandalkan Kalidou Koulibaly (31 tahun), Idrissa Gueye (33 tahun), Cheikhou Kouyate (32 tahun), Ismaila Sarr (24 tahun), Eduoard Mendy (30 tahun), dan Abdou Diallo (26 tahun).

“Semuanya punya peluang yang sama. Qatar bermain di kandang sendiri, Belanda adalah negara sepakbola yang hebat, dan Ekuador membuktikan diri bahwa mereka pantas di sini,” ungkap Koulibaly terkait peluang timnya di Qatar.

Mantan pemain Napoli yang kini menjadi bagian dari Chelsea yakin pihaknya bisa bersaing dengan negara-negara lain.

“Kami tidak akan lagi membuat kesalahan yang sama. Saya yakin kami bisa bersaing memperebutkan trofi seperti negara-negara lain dari berbagai benua. Kami tidak akan melaju ke Piala Dunia jika rencananya hanya untuk berpartisipasi dan pulang setelah grup. Itu adalah mentalitas yang kalah. Kami ke Qatar dengan ambisi untuk menang,” tutupnya.