Pelatih Jepang Ungkap Kondisi Kento Momota Usai Gagal di Piala Sudirman 2021

Pelatih Jepang Ungkap Kondisi Kento Momota Usai Gagal di Piala Sudirman 2021

Pelatih Jepang, Park Joo Bong angkat bicara terkait kondisi Kento Momota setelah Piala Sudirman 2021. Sebagaimana diketahui, Momota yang menjadi kapten Negeri Sakura gagal mencapai klimaks.

Pelatih Jepang Ungkap Kondisi Kento Momota Usai Gagal di Piala Sudirman 2021

Jepang gagal membendung laju China yang menjadi juara. Di laga fial yang digelar di Anergia Areena, Vantaa, Finlandia, China menang dengan skor 3-1 sekaligus merengkuh gelar ke-12 dari 17 edisi Piala Sudirman.

situs agen judi bandar toto macau terpercaya

Sialnya, di laga pamungkas itu, Momota gagal menyumbang poin. Padahal, Momota merupakan tunggal putra harapan Jepang. Pemain nomor satu dunia ini gagal mengalahkan pemain muda China, Shi Yu Qi. Momota menyerah dalam laga tiga gim 13-21, 21-8, 12- 21.

Park mengatakan pihaknya sudah meminta persetujuan Momota sebelum partai final. Pihaknya melihat Momota sepertinya belum mendapatkan kepercayaan diri sepenuhnya.

“Sebenarnya sebelum final lawan China kami bertanya kepadanya apakah bisa bermain atau tidak, dilihat dari segi kondisi fisiknya. Tapi karena dia adalah kapten sehingga Kento memiliki tanggung jawab itu dan ingin bermain. Jadi kami masukkan dalam tim (melawan China),” beber Park Joo Bong dalam laman BWF.

Situasi yang terjadi dengan Momota ternyata diketahui Shi Yu Qi. Buktinya, pemain tersebut memperagakan permainan cepat yang kemudian membuat Momota kewalahan.

“Tapi ternyata Shi Yu Qi tahu Momota lelah. Ketika Shi Yu Qi bermain dengan kecepatan yang sangat tinggi Momota kesulitan untuk mengimbangi dan berakhir kalah,” tegasnya.

Momota sebenarnya sedang mengalami msa sulit usai mengalami kecelakaan pasca-pertandingan di Malaysia Masters 2020. Momota kemudian absen setahun dan baru kembali ke arena pada Desember 2020.

Salah satu turnamen utama yang diikuti kemudian adalah All England 2021. Sayangnya, Momota belum juga mendapat performa terbaik. Pemain berusia 27 tahun itu takluk dari Lee Zii Jia di babak perempat final.

“Jadi saat ini baik fisik maupun psikologisnya belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan dirinya. Dia sudah dapat kepercayaan dirinya tapi masih perlu beberapa cara lain untuk benar-benar mendapatkan kepercayaan dirinya secara penuh,” sambungnya.

Park menyadari kini permainan Momota sudah dibaca dan bisa diantisipasi lawan.  “Sepertinya sekarang setiap lawan tahu Momota adalah targetnya dan mereka telah menganalisisnya dengan baik. Jadi dia harus mengubah taktik dan game plan.

Beberapa pemain yang dianggap berpotensi menyulitkan Momota adalah Shi Yu Qi, berikut Chou Tien Chen, hingga Viktor Axelsen dan Anders Antosen.

Situs agen judi online terpercaya bandar togel dan agen slot casino poker domino qq

“Kali ini Shi Yu Qi dan Chou Tien Chen adalah rival berat dan tentu saja termasuk Viktor (Axelsen) dan Anders (Antonsen), serta Heo Kwanghee (Korea). Jadi sepertinya ada lebih banyak saingan sekarang.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSlot88.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *