Drama 9 Gol dan Comeback Dramatis dalam Kemenangan Barcelona di Kandang Benfica

Barcelona dan Benfica menampilkan pertandingan yang sengit di matchday ketujuh League Phase Liga Champions 2024/2025 yang berlangsung di Estadio da Luz, Portugal, Rabu, 22 Januari 2025 dini hari WIB.

Betapa tidak. Sembilan gol tercipta di pertandingan ini. Barcelona pun mencatatkan “comeback” dramatis untuk mengunci kemenangan dengan skor tipis 5-4.

Vangelis Pavlidis mencetak hat-trick bagi Benfica di babak pertama, sedangkan satu gol lainnya lahir berkat bunuh diri Ronald Araujo di babak kedua.

Sementara itu, Robert Lewandowski dan Raphinha sama-sama mencetak brace alias dua gol bagi Barcelona, sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Eric Garcia.

Kemenangan ini membuat Barcelona kini mengemas 18 poin dan menempati posisi kedua. Sementara itu, Benfica masih di papan bawah, tepatnya di posisi ke-18 dengan tabungan 10 poin.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick sangat terkesan dengan pertandingan ini. Ia menyebutnya sebagai pertandingan yang gila.

“Itu adalah pertandingan yang gila,” tegas Flick.

Ia senang dengan mentalitas para pemain Barcelona yang mampu bangkit mengejar ketertinggalan hingga berbalik unggul.

“Hal paling positif adalah mentalitas yang kami miliki. Kami bangkit kembali dan itu luar biasa. Inilah sepak bola dan alasan mengapa kami mencintainya.”

Ia pun belum pernah mengalami “comeback” sedramatis ini dalam kariernya.

“Saya rasa saya belum pernah mengalami comeback seperti ini. Ini sungguh luar biasa,” lanjutnya.

Ia mengakui timnya tidak mengawali pertandingan dengan baik. Sebaliknya, tim lawan berhasil memaksa mereka untuk bertahan sangat dalam.

“Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama. Mereka sangat bagus dalam transisi dan mencetak gol pertama. Mereka memaksa kami bertahan sangat dalam. Kami tidak berada di posisi yang tepat.”

Situasi kemudian berubah setelah jeda. Dengan sejumlah pergantian pemain, performa terbaik Barcelona pun mengemuka.

“Namun, di babak kedua kami bermain lebih baik. Pergantian pemain sangat membantu kami dalam comeback ini.”

Susunan pemain Benfica versus Barcelona:

Benfica: Trubin; T. Araujo, Silva, Otamendi, Carreras; Aursnes (Barreiro 61′), Florentino, Kokcu (Rollheiser 80′); Akturkoglu (Bah 70′), Pavlidis (Amdouni 80′), Schjelderup (Di Maria 71′).

Pelatih: Lage.

Barcelona: Szczesny; Kounde (Garcia 74′), R. Araujo, Cubarsi, Balde (Torres 74′); Gavi (Lopez 62′), Casado (De Jong 61′), Pedri; Yamal (Martin 90+2′), Lewandowski, Raphinha.

Pelatih: Hansi Flick.

Fajar/Rian Menang, Tuan Rumah Pastikan 2 Tiket Final Indonesia Masters 2025

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memastikan tuan rumah menempatkan dua wakil pada final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2024) ganda putra ranking empat dunia tersebut melangkah ke final seusai menumbangkan wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh lewat pertarungan dua gim langsung 21-14, 24-22.

Pada laga ini pasangan berakronim FajRi mengaku sempat lengah di gim kedua. Dengan bermain lebih tenang dan dukungan dari penonton, juara All England 2024 tersebut akhirnya menutup laga dengan kemenangan dalam tempo 48 menit.

“Kami sempat lengah di gim kedua saat sudah unggul lawan kemudian memaksa terjadi setting. Saat dalam kondisi itu, kami termotivasi mengingat suporter di Istora Senayan memberikan dukungan buat kami sehingga hal tersebut menambah semangat kami,” ujar Fajar melansir situs resmi PBSI.

Dengan kemenangan ini, peraih medali perak Asian Games 2018 tersebut akhirnya revans melawan wakil Negeri Gajah Putih. Pada pertemuan sebelumnya di 16 besar India Open 2025, Fajar/Rian menyerah lewat pertarungan rubber game 22-24, 21-16, 16-21.

Kekalahan tersebut membuat Fajar/Rian melakukan beberapa penyesuaian mengingat kondisi arena pertandingan dengan laga sebelumnya berbeda.

Strategi yang dijalankan juara Daihatsu Indonesia Masters 2022 tersebut berjalan dengan baik dan akhirnya melangkah ke final kembali setelah terakhir pada Singapore Open 2024 silam.

“Pada turnamen sebelumnya kami kesulitan untuk mengatur permainan kami mengingat kondisi lapangan yang berbeda. Jadi kami banyak melakukan kesalahan sehingga banyak tertekan oleh lawan,” ungkap Rian.

Dengan kemenangan ini, Fajar/Rian akan berjumpa pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun yang pada laga sebelumnya membuat kejutan dengan mengalahkan seniornya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-18, 21-15.

Menghadapi partai final esok hari, Fajar/Rian bertekad untuk menampilkan permainan terbaiknya. Wajar keduanya ingin memberikan pembuktian untuk bisa bangkit dari keterpurukan seusai hasil di Malaysia Open 2025 dan India Open 2025 tidak sesuai harapan.

Fajar/Rian juga termotivasi mengingat mereka pernah berjaya di turnamen BWF Super 500 tersebut pada edisi 2022. Saat itu di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, FajRi naik podium tertinggi seusai mengalahkan ganda putra China, Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 21-10, 21-17.

“Melihat lawan esok hari tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tengah dalam performa terbaik seusai mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dalam pertemuan terakhir melawan mereka kami juga sempat kesulitan dengan main tiga gim.”

“Kami rasa laga esok hari tidak mudah. Untuk itu kami akan mencoba menjaga stamina dan melakukan recovery dengan baik untuk siap bertempur melawan pasangan Malaysia,” ungkap Fajar.

Tercatat selain Fajar/Rian, tuan rumah menempatkan Jonatan Christie (tunggal putra) di partai puncak.

Tunggal putra kelahiran 15 September 1997 itu melaju seusai mengalahkan wakil Chinese Taipei, Wang Tzu Wei dengan skor 21-18, 24-22.

Jojo -sapaan akrab Jonatan- dijadwalkan akan menghadapi tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn yang pada laga sebelumnya menumbangkan wakil China, Shi Yu Qi dengan skor 21-13, 21-17.

Tuan rumah sejatinya berpotensi mengirimkan tiga wakil di final andai pasangan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati tidak tertahan.

Ganda campuran ranking 399 dunia itu terhenti langkahnya di empat besar seusai mengakui keunggulan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dengan skor 18-21, 16-21.

Singkirkan Wakil Taiwan, Jojo Selangkah Lagi ke Tangga Juara Indonesia Masters 2025

Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie melangkah ke final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025) pemain kelahiran 15 September 1997 itu melaju seusai mengalahkan wakil Chinese Taipei, Wang Tzu Wei dengan skor 21-18, 24-22.

Pada pertandingan ini, Jojo -sapaan akrab Jonatan- mengaku sempat kesulitan menyelesaikan pertandingan di gim kedua. Dengan bermain terburu-buru, tunggal putra ranking tiga dunia itu akhirnya menutup laga dengan kemenangan straight game dalam tempo 60 menit.

“Saya bermain terburu-buru di akhir pertandingan untuk bisa menyelesaikan laga. Perbedaan kondisi angin dengan laga sebelumnya sempat menyulitkan saya di laga ini. Saya kemudian mencoba untuk mengatur tempo untuk meraih kemenangan,” ungkap juara All England 2024 itu melansir situs resmi PBSI.

Raihan positif Jojo di laga ini atas Wang Tzu Wei menjadi kemenangan ke-10 Jonatan dari 18 laga. Tercatat pada pertemuan terakhir di 32 India Open 2025, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut menang dengan skor 21-18, 21-15. Hasil tersebut cukup membuat Jonatan Christie percaya diri untuk menghadapi wakil Chinese Taipei ranking 26 dunia itu.

“Ada kepercayaan diri setelah terakhir berhadapan di India Open 2025. Lawan juga pasti mencari tahu kelemahan saya. Semua pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Bersyukur bisa melangkah ke final dan saya berharap bisa menampilkan permainan terbaik,” ungkap Jojo.

Dengan kemenangan ini, Jonatan Christie akan jumpa pemenang laga antara wakil China, Shi Yu Qi menghadapi tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Menghadapi partai puncak, Jojo mengaku tidak mau terbebani dan ingin bermain lepas untuk bisa memberikan yang terbaik buat penggemar yang datang ke Istora Senayan.

Jonatan Christie punya kenangan manis di turnamen BWF Super 500 dengan menjadi jawara pada edisi 2023. Saat itu di partai puncak, Jonatan Christie menjadi juara seusai mengalahkan rekan satu negaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo dengan skor 21-15, 21-13.

“Tegang pasti ada, setiap turnamen saya merasakan hal yang sama. Saya mencoba untuk tampil lepas untuk bisa menampilkan permainan terbaik.”

“Kehadiran keluarga ke Istora juga membuat saya termotivasi. Saya mencoba untuk semangat dan lebih happy pastinya,” ungkap Jojo.

Hasil ini membuat Jonatan Christie menjadi wakil perdana yang melangkah ke partai puncak. Wakil lainnya yang mengikuti jejak Jojo adalah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pasangan berakronim FajRi tersebut melangkah ke partai puncak turnamen BWF Super 500 seusai mengalahkan ganda putra Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan skor 21-14, 24-22.

Adapun wakil lainnya, Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati harus terhenti langkahnya di empat besar seusai mengakui keunggulan ganda campuran Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito straight game 18-21, 16-21.

Curhat Rinov/Lisa Usai Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2025

Perjuangan pasangan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati terhenti di semifinal turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025) ganda campuran ranking 399 dunia itu harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dengan skor 18-21, 16-21.

Pada laga ini, ganda campuran yang memulai debut di India Open 2025 itu mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri. Alhasil Rinov/Lisa menyerah straight game dalam tempo 42 menit.

“Hari ini lawan bermain sangat menekan dari awal hingga akhir. Kembali lagi hari ini bukan rezeki kami. Mereka bermain lebih siap di laga ini ketimbang kami,” ungkap Rinov melansir situs resmi PBSI.

“Laga hari ini kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya merasa tidak dalam performa terbaik karena banyak melakukan kesalahan dan tidak keluar permainan terbaik saya,” Lisa menambahkan.

Dengan hasil ini, Rinov/Lisa akan melakukan evaluasi lebih lagi untuk bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya. Keduanya masih memiliki banyak kekurangan mengingat kekompakan antar pemain masih belum terlalu padu.

“Secara hasil lumayan cukup baik untuk kami. Memang di lapangan masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Kami yakin ke depannya semakin padu dan setelah ini kami akan melakukan introspeksi kembali,” ungkap Lisa.

Indonesia masih berpeluang menempatkan wakil di partai puncak seusai Jonatan Christie (tunggal putra), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra) yang belum bermain di semifinal.

Jojo -sapaan akrab Jonatan- akan berhadapan dengan tunggal putra Chinese Taipei, Wang Tzu Wei. Adapun Fajar/Rian dijadwalkan menghadapi wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.

Fajar/Rian Tidak Mudah ke Perempat Final Indonesia Masters 2025

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melangkah ke perempat final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025) ganda putra ranking empat dunia itu meraih kemenangan melawan wakil Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong dengan skor 16-21, 21-7, 21-16.

Pada pertandingan ini, juara All England 2024 itu masih belum maksimal mengingat di gim pertama banyak melakukan kesalahan sendiri.

Setelah memperbaiki beberapa kekurangan di jeda interval, ganda putra berakronim FajRi itu mampu mengembalikan kedudukan dan meraih kemenangan dalam tempo 51 menit.

“Pada gim pertama sebenarnya kami sudah menerapkan strategi sesuai dengan keinginan kami. Tapi kami banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga banyak membuang poin,” beber Rian melansir situs resmi PBSI.

Dengan kemenangan ini, Fajar/Rian melangkah ke perempat final dan akan menantang pemenang laga antara wakil China, Xie Hao Nan/Zeng Wei Han menghadapi pasangan Malaysia, Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong.

Menghadapi babak berikutnya, Fajar/Rian itu berharap performanya bisa lebih baik dari babak berikutnya.

“Menghadapi pertandingan berikutnya kami harus bisa siap sejak awal laga. Dalam mengantisipasi serangan kami harus bisa sigap dan tidak banyak membuang kesempatan. Sejauh ini kami masih belum puas dengan permainan kami.”

Kemenangan juga didapatkan pebulu tangkis Putri Kusuma Wardani yang meraih kemenangan melawan wakil Jepang, Kaoru Sugiyama dengan skor identik 21-16, 21-16.

Dengan kemenangan ini, tunggal putri kelahiran 20 Juli 2002 itu melanjutkan tren positifnya setelah pada turnamen sebelumnya di Malaysia Open 2025 mampu melangkah sampai delapan besar.

Saat itu di Negeri Jiran, tunggal putri ranking 19 dunia itu terhenti langkahnya seusai kalah melawan wakil Thailand, Ratchanok Intanon lewat pertarungan rubber game 13-21, 21-15, 21-16.

“Pasti saya pengin memberikan yang terbaik di babak berikutnya. Saat ini saya ingin fokus recovery terlebih dahulu untuk menatap laga berikutnya di babak perempat final,” ungkap peraih medali perunggu SEA Games 2021 itu.

Hasil ini membuat tuan rumah menempatkan enam wakil di perempat final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Tercatat selain Fajar/Rian dan Putri KW, wakil Merah Putih lainnya yang melangkah ke delapan besar yakni Jonatan Christie (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri), dan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati (ganda campuran).

Komentar Jonatan Christie Usai Raih Tiket Delapan Besar Indonesia Masters 2025

Pebulu tangkis Jonatan Christie melangkah ke perempat final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 seusai mengalahkan wakil Chinese Taipei, Lin Chun-Yi.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025) tunggal putra kelahiran 15 September 1997 itu menang lewat pertarungan rubber game 21-9, 10-21, 21-15.

Pada pertandingan ini pemain ranking tiga dunia itu mengaku sempat kesulitan saat set kedua sesudah unggul pada gim pertama. Dengan bermain lebih tenang di gim ketiga, Jojo -sapaan akrab Jonatan- akhirnya menutup laga dengan kemenangan dalam tempo 1 jam 1 menit.

“Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan walaupun ada sedikit kendala. Secara keseluruhan saya senang dan bersyukur bisa mengubah permainan setelah di gim kedua tertinggal,” tandas Jojo melansir situs resmi PBSI.

Dengan hasil ini, peraih medali emas Asian Games 2018 itu akan berhadapan dengan pemenang laga antara wakil Jepang, Kenta Nishimoto melawan tunggal putra India, Lakshya Sen.

Menghadapi babak perempat final, juara Badminton Asia Championships 2024 itu bertekad untuk menampilkan permainan terbaik.

Juara Daihatsu Indonesia Masters edisi 2023 itu ingin memberikan hasil yang terbaik untuk publik Istora Senayan seusai di turnamen sebelumnya pada India Open 2025 terhenti langkahnya di semifinal.

“Menjadi satu-satunya wakil di sektor tunggal putra pasti membuat saya akan berupaya untuk menampilkan yang terbaik.”

“Saya harus bisa untuk mengontrol permainan dan bermain lebih sabar dan tenang,” ungkap Jojo.

Dengan kemenangan Jonatan Christie membuat wakil tuan rumah yang melangkah ke perempat final bertambah setelah sebelumnya pasangan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati.

Ganda campuran yang memulai debut di India Open 2025 itu melaju ke delapan besar seusai mengalahkan wakil Inggris, Gregory Mairs/Jenny Mairs dengan skor 21-18, 22-20.

Tuan rumah berpeluang menambah wakil di babak delapan besar melalui Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri).

Jorji -sapaan akrab Jonatan- dijadwalkan akan menghadapi wakil Chinese Taipei, Lin Hsiang Ti. Rekan satu negara Jorji, Putri KW akan melawan wakil Jepang, Kaoru Sugiyama.

Fikri/Daniel Terhenti di 16 Besar Indonesia Masters 2025

Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin terhenti langkahnya di 16 besar turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025. Berlaga di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025), ganda putra yang debut di Japan Open 2024 itu menyerah dari wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Kim Won Ho dengan skor 19-21, 19-21.

Pada pertandingan ini Fikri/Daniel mengaku kesulitan untuk keluar dari tekanan lawan. Saat sudah menemukan momentum untuk mengejar ketertinggalan, Fikri/Daniel lengah sehingga akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Negeri Ginseng dalam tempo 46 menit.

“Kekalahan ini tidak sesuai dengan harapan kami. Kami berusaha maksimal keluar dari tekanan, mengejar poin di atas lapangan. Sayang saat terakhir kami lengah,” ungkap Fikri melansir situs resmi PBSI.

Pasangan Fikri/Daniel menilai performa Kang/Kim tengah dalam performa menanjak. Tidak heran di laga ini pasangan Fikri/Daniel agak kewalahan sehingga harus bertekuk lutut di hadapan Kang/Kim.

“Kami melihat lawan sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Dari laga-laga sebelumnya mereka juga bermain dengan baik,” ujar Fikri.

Fikri/Daniel membantah tidak menampilkan permainan terbaik di laga ini mengingat telah mempersiapkan dengan baik dalam latihan. Keduanya berharap bisa bermain lebih baik di turnamen berikutnya pada ajang Thailand Masters 2025 pekan depan.

“Sebagai pemain kami selalu siap jika diturunkan di turnamen di mana pun,” ungkap Daniel.

Dengan hasil ini, sektor ganda putra tuan rumah tersisa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Fajar/Rian dijadwalkan menghadapi pasangan Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong. Adapun The Daddies -sapaan akrab Ahsan/Hendra- melawan wakil Negeri Jiran lainnya, Junaidi Arif/Roy King Yap.

Dari sektor ganda campuran, pasangan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata gagal menyusul Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati.

Runner up Indonesia Masters 2024 Super 100 di Surabaya itu menyerah di 16 besar dari wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie straight game 16-21, 9-21.

Adapun sejauh ini wakil tuan rumah yang melangkah ke perempat final tercatat baru Rinov/Lisa. Ganda campuran yang memulai debut di India Open 2025 itu meraih kemenangan melawan wakil Inggris, Gregory Mairs/Jenny Mairs dengan skor 21-18, 22-20.

Thalita Ramadhani, Atlet Muda PBSI yang Mengidolai Susi Susanti

Bermain badminton sejak usia 5 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan meyakini bulu tangkis menjadi jalan hidupnya setelah membaca proses perjalanan Susi Susanti menjadi peraih medali emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992.

Akan tetapi, ia mengakui proses yang dijalaninya sangat berat dan panjang, selalu ada naik-turunnya setiap tahun, hingga akhirnya dipanggil menjadi atlet pratama Pelatnas PBSI pada akhir Desember 2024 lalu.

“Saya sangat senang. Saya tidak menyangka bisa masuk Pelatnas,” ujarnya melansir situs resmi PBSI.

Thalita memulai perjalanan panjang di bulu tangkis ketika masuk ke PB Winner Badminton Club di Surabaya pada 2014. Setelah itu, pada 2017, ia hijrah ke Jakarta dan berlatih bersama selama 7 tahun di PB Jaya Raya.

Pemain tunggal putri ini sudah merasakan beratnya menjaga konsistensi berprestasi dalam perjalanannya sebagai pemain junior.

“Saya selalu berusaha di setiap pertandingan Sirnas (Sirkuit Nasional) untuk menjadi yang terbaik. Tetapi, ketika di pertandingan penting seperti PON dan Kejurnas (Kejuaraan Nasional), saya tidak bisa melakukan yang terbaik. Di setiap pertandingan gagal, saya mencoba evaluasi dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Thalita.

Selain Thalita, sejumlah atlet yang terpilih menjadi atlet tunggal putri pratama adalah Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Chiara Marvelia Handoyo, dan Deswanti Hujansih Nurtertiati. Mereka akan berlatih dalam pendampingan pelatih Ade Lukas dan Prasetyo RB.

Thalita masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, mulai 23 Desember 2024 dengan begitu banyak harapan.

“Harapan saya, selalu bisa melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya juga berharap menang dalam setiap turnamen yang saya ikut,” pungkas Thalita.

Barcelona ke Markas Benfica di Matchday 7 League Phase Liga Champions 2024/2025

Barcelona akan memainkan laga tandang menghadapi tuan rumah Benfica di matchday 7 league phase Liga Champions 2024/2025 di Estadio da Luz pada Rabu, 22 Januari 2025 dini hari WIB.

Sebagai tuan rumah Benfica perlu memperbaiki keadaan setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dari empat pertandingan yang telah dijalani.

Benfica punya modal bagus berkat kemenangan 4-0 atas Famalicao di pentas domestik.

Begitu juga Barcelona yang selain memiliki modal gelar Piala Super Spanyol, juga kemenangan di pentas LaLiga dan Copa del Rey.

Apakah tuan rumah bisa membuat kejutan? Mampukah Barcelona pulang dengan kemenangan?

5 pertemuan terakhir:
24/11/21 Barcelona 0-0 Benfica (Liga Champions)
30/09/21 Benfica 3-0 Barcelona (Liga Champions)
06/12/12 Barcelona 0-0 Benfica (Liga Champions)
03/10/12 Benfica 0-2 Barcelona (Liga Champions)
06/04/06 Barcelona 2-0 Benfica (Liga Champions).

5 pertandingan terakhir Benfica:
05/01/25 Benfica 1-2 Sporting Braga (Primeira Liga)
09/01/25 Benfica 3-0 Sporting Braga (Taca da Liga)
12/01/25 Sporting Lisbon 1-1 Benfica (Taca da Liga) – Menang adu penalti
15/01/25 Farense 1-3 Benfica (Taca de Portugal)
18/01/25 Benfica 4-0 Famalicao (Primeira Liga).

5 pertandingan terakhir Barcelona:
05/01/25 Barbastro 0-4 Barcelona (Copa del Rey)
09/01/25 Athletic Bilbao 0-2 Barcelona (Supercopa de Espana)
13/01/25 Real Madrid 2-5 Barcelona (Supercopa de Espana)
16/01/25 Barcelona 5-1 Real Betis (Copa del Rey)
19/01/25 Getafe 1-1 Barcelona (La Liga).

Perkiraan susunan pemain Benfica versus Barcelona:

Benfica (4-3-3): Trubin; Bah, Araujo, Otamendi, Fernandez; Aursnes, Florentino, Kokcu; Amdouni, Pavlidis, Akturkoglu.

Pelatih: Bruno Lage.

Barcelona (4-2-3-1): Pena; Kounde, Araujo, Cubarsi, Balde; Casado, Pedri; Yamal, Gavi, Raphinha; Lewandowski.

Pelatih: Hansi Flick.

Mengenal Alex Pastoor dan Denny Landzaat, Dua Asisten Pelatih Patrick Kluivert

PSSI telah mengumumkan Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia, melengkapi jajaran staf kepelatihan di bawah komando Patrick Kluivert.

Selain dua asisten asing ini, PSSI juga akan menunjuk dua asisten lokal untuk memperkuat tim pelatih.

Dilansir dari situs resmi PSSI, Alex Pastoor sendiri adalah pelatih berusia 58 tahun asal Belanda dengan pengalaman luas di dunia sepak bola. Ia pernah memimpin sejumlah klub seperti Almere City, Sparta Rotterdam, AZ Alkmaar, NEC Nijmegen, Excelsior, dan Slavia Praha.

Pastoor dikenal sebagai pelatih yang berhasil membawa tiga klub berbeda promosi ke Eredivisie, yaitu Excelsior pada 2010, Sparta Rotterdam pada 2016, dan Almere City pada 2023.

Ia juga pernah meraih gelar Eerste Divisie bersama Sparta Rotterdam pada musim 2015-2016. Setelah istirahat dari dunia kepelatihan pada akhir musim lalu, Pastoor menerima tawaran Kluivert untuk kembali berkiprah.

Sementara itu, Denny Landzaat yang berusia 48 tahun memiliki latar belakang sebagai asisten pelatih di berbagai klub, termasuk Jong AZ Alkmaar, Feyenoord, Al Ittihad, Willem II Tilburg, Al Taawoun, Lech Poznan, dan Ferencvaros.

Landzaat memang belum mencatatkan prestasi individu, tetapi pengalamannya mendampingi pelatih kepala di berbagai kompetisi bergengsi menjadi nilai tambah penting untuk skuad Garuda.